
SLUMDOG MILLIONAIRE, Film yang menceritakan anak jalanan korban kekerasan antar agama jadi kaya karena ikut kuis Who Wants To Be Millionaire. Jalan ceritanya menarik, dan yang terpenting; cara berceritanya pun menarik. Setting waktu film terjadi dalam 2 hari, tapi juga ada plot bolak-balik sehingga dalam waktu 2 hari itu terceritakan perjalanan si anak dari kecil sampe remaja (hari itu). Disayangkan terakhirnya Hollywood banget, kissing, ciuman (ngehe ye). Tapi ada dua ciuman yang terjadi, yang pertama ketika si cowok nyium sayatan luka di pipi si perempuan, yang langsung kita dikasih gambar semua adegan penderitaan di-rewind –teknik film purba, tapi hasil dramatik filmnya tercapai-, yang satu lagi jenis tai kucing (lips, oh man kenapa adegan tukeran ludah selalu jadi puncak dari perjuangan para tokoh film hollywood).
Gue nonton dengan mengernyitkan alis, merasa simpati, kasihan, kesal, tegang, sedikit terpancing gairah (juuuuust a littttle), tertawa terbahak-bahak, sampai akhirnya teringat sebab gue beli dan nonton film ini: Aves, waktu ketemu kemaren, di sela-sela omongan gue, sempat merekomendasikan film ini dengan berapi-api. Memang biasa terjadi antara gue dan dia, apabila ada omongan yang mengingatkan atau berkorelasi dengan satu film tertentu, siapa pun diantara kita bakal ngerekomendasiin sesuatu (lo tonton ini deh, lo baca itu deh, liat situs ini deh, etc…). Dan selesai dari nonton film ini gue menoleh ke bini gue yang lagi ngetik laporan keuangan: “Jadi apa maksudnya si Aves nyuruh papa nonton film ini? Terus, papa lagi ngomong apa ya sampe dia rekomend film ini….” Bini gue cuma bengong. Gue bilang sambil ketawa, “Ah sarap nih…”
Ya, Supaya nonton… 😀