Jangan tanyakan padaku ‘hal-hal itu’, itu menyentuh dalamku sangat, marahku menyalak waktu kau ucapkan itu. Gila!
(harus aku pasrah, dan mendengarkan semuanya?)
(harus aku menelannya lagi mentah-mentah? Setelah hatiku gedubrakan porak-poranda.)
(aku telan lagi sendiri, dan kau cuma bisa memandang. Tersenyum.)