18 Maret 2004

Jangan tanyakan padaku ‘hal-hal itu’, itu menyentuh dalamku sangat, marahku menyalak waktu kau ucapkan itu. Gila!

(harus aku pasrah, dan mendengarkan semuanya?)

(harus aku menelannya lagi mentah-mentah? Setelah hatiku gedubrakan porak-poranda.)

(aku telan lagi sendiri, dan kau cuma bisa memandang. Tersenyum.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 − = 54