Sebelum lelap, aku meminta maaf pada ibu, aku memohon-mohon dalam rengekan seorang anak yang rindu. Wajahnya yang tersenyum menyayat-nyayat hatiku, salahku padanya menimbulkan sakit, sakit yang sesak menusuk-nusuk. Wajah bapakku yang tegak lurus terbayang dalam senyum. Ahh, semakin jauh aku tenggelam dalam kesal pada diri, aku hanya bisa meminta maaf sebelum tidur, agar mimpiku tenang, agar hatiku terhubung pada langit dan menggemakan permohonanku. Aku akan dendam pada diri ini bu, aku ingin buat dia jadi berarti.
17 Maret 2004
Leave a reply