Author Archives: Nyenius

Cuaca Simpang-siur

Cuaca tidak begitu baik akhir-akhir ini, begitu juga emosi, perasaan, daya tahan tubuh, birahi, hasrat, keinginan, semangat, cinta, tak ada yang pasti -sepertinya semua orang harus marah belakangan ini-. Minggu penuh angin dingin, dan aku kesulitan tersenyum, malah tersedak debu malam dan perut menjadi kembung. Jiwa ini entah semakin goblok atau tumpul, fokus yang mengabur, pikiran yang membayang dua, dan setiap hari aku menemukan satu orang yang mengumpatku.

Ada seorang gadis pada dini hari meminta tolong, ada gadis pada dini hari memancing-mancing seperti merpati, ada gadis di pagi hari mengirimkan kata-kata gusar tepat ke saku kemeja. Aku tinggalkan dalam tawa kecil tentang akidah, tawa yang mencari dan lebih gelisah.

Ketika keadaan semakin tenang, aku menjadi takut. Sepertinya ini tidak wajar. Orang-orang begitu takut ditinggalkan, dilupakan, begitu juga aku, mereka marah dan menuntut.

Menjejak di aspal basah, kucecerkan luka yang tersisa. Aku intip senja melalui spion motor, dan tahu, di belahan bumi sana, fajar sedang merekah.

Dia terlindas di depan mata

Mulanya begini:

Gue berangkat kuliah, pas tepat di daerah Kebayoran Lama sesudah jembatan layang, tepat di depan gue ada orang make motor RX-King mao nyalip mobil sedan disamping kanannya. Tapi naas, ban depan motornya selip di bagian sambungan beton jalanan. Maka, dimulailah horor itu -tepat di depan mata gue, seperti menonton film frame demi frame- bagian belakang motornya ditabrak sama mobil sedan itu sehingga posisi motornya melintang di depan mobil dalam keadaan miring, lelaki tersebut pun jatuh bergulingan ke KOLONG MOBIL!!! :blink: Ngeliat orang itu masuk ke kolong mobil dan si mobil belum ngerem juga, dengan reflek gue berteriak “AAaaarrrggghhhh”….

Gue langsung berenti dan yang keliatan sekarang adalah laki-laki itu berada di ban depan mobil itu, yang menandakan kehidupannya -dan yang bikin gue ragu mendekat, padahal jarak gue cuma 3 m- adalah kakinya yang masih berkelojotan… “Njriiiit, mampus deh tuh orang, mampus deh.. ah gila banget mampus deh tuh orang, remuk deh…” perlahan tapi pasti gue berjalan menghampiri TKP, sambil menghimpun keberanian gue panggil tukang es yang bengong ngeliat kejadian “Bang bantuin bang…”.

Dari arah berlawanan dateng seorang satpam dan entah siapa satu lagi. Mereka juga keliatan bingung mesti gimana ngeliat posisi korban di bawah mobil begitu, satu orang tampak berusaha mengangkat mobil dari bemper depan -usaha mustahil, tapi dia berusaha-, “Maju ato mundur tuh mobil cuma bikin ringsek yang di bawah” pikir gue -kaki korban masih kelojotan-, pas gue nyampe ke depan mobil -dengan persiapan ngeliat pemandangan Rotten.com- sukurlah terdengar suara dari kolong mobil itu “suruh mundur bang mobilnya..”, muka orang yang tadi berusaha ngangkat mobil itu pun nggak pucet lagi, dengan agak bersemangat dia suruh pengemudi mobil sedan itu untuk mundur. Setelah mobil itu mundur, si korban langsung berdiri dan terpincang-pincang jalan ke pinggir. Fuuuuhhhh, thanks god he’s alive! Gue berdiriin motornya dan ikut-ikut sibuk gak jelas :ph34r:.

Ternyata si pengemudinya itu ibu-ibu berjilbab, paruh baya. Dan mereka pun bicara sambil dirubungin orang. Gue cuma nanya satu hal ke laki-laki itu, “Ada yang kelindes gak bang?”, dia jawab “Kelindes sih nggak tapi …” entahlah gue lupa lanjutannya, jawaban pertamanya yang gue inget, berarti urusan beres, tetek bengek selanjutnya gue gak mao tau. Berangkatlah gue melanjutkan perjalanan ke kampus. Pas di jalan baru gue inget “Sialan, tadi gue teriak…. malu gue…”, dan tancap gas lebih cepet lagi.

Ya begitulah kehidupan bermotor dijalanan, penuh resiko. Tapi dari beberapa kali pengalaman jatoh dari motor, disana selalu ada beberapa orang baik hati yang membantu gue. Dan karena itu, kali ini, gue pengen jadi ‘orang baik hati’ bagi orang yang jatoh itu -walaupun gak banyak ngebantu hehehehe-.

Ok guys, hati-hati selalu di jalan, baik yang bawa mobil ato motor -khusus angkot, bis, kopaja, jangan seenak perut kalo bawa mobil, muke gile bener. Terus buat Bajaj, sadar bawaan, kalo jalan udah kayak bawa motornya Rossi aje!-. Usahakan selalu pake helm, jauh / dekat perjalanan, kita gak tau bakal celaka dimana kan, yah minimal me-minimalisir efek kecelakaan lah ๐Ÿ˜€ Dan bantu pengendara lain yang punya trouble di tengah jalan.

yang dirindukan

gairah dalam memendam
lava cinta
terbentur tembok-tembok grafiti kota
keinginan menghirup nafas lembut penuh sayang,
terkoyak asap-asap angkutan kota

rasa cinta yang menagihkan
dalam aroma tak terhirup
yang selalu menggetarkan

tak bisa lagi
sepertinya rasa itu hilang
dicabut perlahan oleh kesibukan
dan hasrat-hasrat rendahan

atau iblis telah membelah hatiku
dan membenamkan cinta
jauh ke dalam, terlampau jauh
hingga sulit digenggam kembali

hanya tawa kering yang ada
tanpa darah didalamnya

kurindukan
kentalnya rasa cinta yang menyekat tenggorokan
memiriskan senyum, dan membuat semuanya menjadi manis

kurindukan
hati kecil yang indah dari seorang gadis,
romantisme dalam kecemasan,
rasa melindungi.

dan sekejap saja
nafsu mengacaukannya
menjegal mata untuk melihat lebih jauh
mematikan indera untuk merasakan
getaran kuat dari hati lembut di seberang

ah,
bibir yang dikecup khidmat
pipi lembut yang berbaring di telapak tangan
dan suara lembut yang selalu seperti nyanyian

———
4:08 PM 7/20/2005

Fire on FSRD

Akkhhhh, pagi ini gue berangkat dengan santai hendak ke kampus untuk SP. Niatnya sebelum ke kelas mao ke gedung R dulu (gedung administrasi FSRD), dan ternyata… bangunan itu sudah gosong, sekelilingnya ditutupin pagar seng.

Setelah itu gue balik badan, berangkat ke kelas sambil cengar-cengir sendiri….. (???)

*Terkenang waktu SMA, gue dan temen gue biasa duduk di genteng kontrakan sambil mandangin genteng sekolah gue, yang cuma beda beberapa blok. Biasanya kami pandangi genteng sekolah itu sambil berharap ada pesawat terbang yang jatoh disana, sekolah itu hancur, lalu kami berlari kesana untuk kemudian tertawa di depan gerbangnya hahahahaha… hahaha… hahahaha… ghaghaghagha….. dan kami pun mendapat liburan panjang…. (itu semua cuma hayalan, dan tak pernah terwujud). Tapi sekarang terjadi di gedung FSRD, bukan pesawat, tapi gara-gara listrik…. dan jelas, tidak ada libur….

Foto TKP :
Bener-kan kebakar... Tampak samping. Tampak depan

—

Hujan yang di nanti

Bahagia merekah
bila hujan datang
walau hati ini sakit bagaimana
rintiknya menjinakkan
galau dan dengki

hujan, kegelapan, dan angin
kesanalah aku berlari
jika dunia disekitar tak hendak menampungku

dalam kegelapan
menikmati derai tawa hujan pada bumi
hati menjadi lerai, kepala seperti ditadahi awan
ini adalah ruang pesta malaikat

hujan pun bercerita -selalu cerita yang sama-
“Manusia lahir dan menangis,
ia lahir bersama galau, meneriakkan kegelisahan yang murni.
Tentang eksistensinya, kesombongannya, dan Tuhan.
Pada galau Tuhan menitipkan harapan,
harapan dunia dan harapan Dunia Yang Akan Datang.

Dan kami bangsa hujan, dilahirkan dengan senyum.
Peluntur hasrat-hasrat dan dengki, pelipur kesedihan,
pelipur galau di titik puncak.”

Hujan, kegelapan, dan angin
adalah ruang rahim ibu yang penuh kasih
ruang tanpa justifikasi, alasan, dan kecaman.
segalanya diluluhkan menjadi senyum.

Dalam senyum
“Ah, hujan…”

—–
6:28 PM 7/17/2005

Two side news

Huaah entah harus gimana ngadepin minggu ini, entah seneng ato enggak, so biar gue klasifikasiin aja apa-apa yang mao gue sampein ๐Ÿ™‚

๐Ÿ˜† Bertelurnya Kura-kura gue
Akhirnya, Kura-kura gue, si gopal bertelur!!!! Fuuuhhhhh seneeeeeeng banget rasanya. huhuhu hahaha ahehehehehehe….. setelah dua tahun lebih mengurus mereka dari kecil, akhirnya dua diantara mereka (entah bertiga) menjalin hubungan yang lebih serius. Sehingga bertelur-lah si Gopal (ini salah namain, dulu gue kira laki, taunya betina ๐Ÿ˜› ).

Peristiwa bertelurnya Gopal diperkirain terjadi pada jum’at malam, dan gue baru tau itu pada jum’at siangnya, waktu gue mau berangkat solat jum’at, secara gak sengaja gue ngelongok kolam-nya mereka dari kamar gue diatas, daaaaan waaah rupanya si Gopal lagi serius gali-gali tanah. Semangat-lah gue! Tapi pas pulang jumatan rupanya kegiatan itu udah berenti, wah gue pikir gagal nih, mungkin dia kaget ada orang lewat terus gak jadi nelurnya…. kecewa… nah pas sorenya gue penasaran, gue korek tanah yang masih merah, eh kok lembut banget tanahnya??? Gue gali lagi, lumayan dalem, setengah telapak tangan gue udah masuk, daaaaan terjadilah suatu kebodohan besar. Kayu kecil yang gue pake buat ngorek tanah, kerasa mengenai sesuatu yang berbunyi krak kecil. :unsure: Rupanya itu bunyi telurnya yang ketusuk sama kayu ditangan gue ๐Ÿ™ ooouuwwwhhhhh shit betul!

Pokoknya abis itu seisi rumah gue tau bahwa kura gue nelor! Termasuk bokap yang selama ini ikut ngurusin tuh kura. Telor yang pecah gue ambil takut bikin yang laen jadi busuk. Gue raba lubangnya, kemungkinan masih ada 3 telor lagi. Gue bingung, mao digimanain tuh telor, mao dibiarin apa gue pindahin. Soalnya gue khawatir nanti anaknya gak bisa keluar dari lubang tempat telornya itu. Tapi bokap gue berkata bijak “Yeee itu mah urusan dia (kura-kuranya), dia udah tau gimana caranya, jangan diganggu tuh telornya…”. Dia ngingetin gue: Believe in nature, mereka tau bagaimana harus berjalan….

:angry: Gak ikut anak-anak ke Ciamis
Maaan, nelangsa….. :unsure:

(to be continued…. kasian si aves nungguin di rumah…)

Rawabening : Jakarta Gemstone Center

Hari ini gue ke Rawabening, buat beli Bahan Dasar batu (mentahan batu akik). Ini buat bikin tugas Nirmana. Gue ke sana bareng Vino temen gue. Hmmm akhirnya gue nyaba ke tempat itu juga, udah lama pengen pergi ke sana, ‘surga-nya’ batu akik di Jakarta (ato bahasa ilmiahnya : Gemstone).

Batu akik (ini sebenernya nama salah satu jenis gemstone itu sendiri, tapi biarlah diposting ini seterusnya gue sebut akik aja biar gampang ;p) punya tempat tersendiri di hati gue (cieee). Ketertarikan gue terhadap mahluk indah dan misterius ini dimulai ketika gue SD. Saat itu adalah masa-masa jayanya pasar Ciputat, terminal Ciputat pun masih ada. Tiap pulang sekolah gue mampir ke pasar, ke toko engkong gue. Nah di pasar itulah gue terkadang ngeliat aki-aki ato bapak-bapak yang suka pake cincin batu akik segede mata kaki. Love on the first sight itulah yang terjadi, entah kenapa gue merasa tertarik ngeliat batu-batu itu, gue rasa mereka nyimpen misteri yang misterius… hehehehe. Ditambah lagi tiap pulang pegi ke pasar gue ngelewatin tukang batu akik, rasa tertarik makin bertambah. Tapi ya baru bisa sekedar tertarik -bakal aneh kalo anak SD minta dibeliin batu akik kan :P-

Beralih ke masa SMP, gue masuk Darunnajah, dan kebetulan di sana ketemu sama orang yang biasa jualan batu akik di Pasar Cipulir, dari sinilah ‘karir’ ngoleksi batu akik dimulai. Dari situ gue mulai maen / nyari batu ke Pasar Cipulir, Pasar Ciputat, Kebayoran. Juga nyari referensi-referensi tentang batu akik alias gemstone ini, baik referensi lisan maupun tulisan, mulai dari yang ngeliat akik dari segi estetis, ilmiah, sampe yang mistik. Buat gue sendiri, ketertarikan sama batu akik ini berdasarkan segi estetis dan ilmiah. Kalo ada orang ngomong “Kalo pake batu tertentu orang dengan temperen tinggi jadi makin gampang marah. Karena itu orang bertempramen begitu gak cocok pake batu ini-itu-ini-itu…”, gue percaya, menurut gue itu bukan mistik, lebih disebabkan karena karakter / ‘getaran’ / aura yang dikandung oleh batu itu. Dan kebayang kan, batu-batu tersebut terbentuk oleh proses ribuan tahun, mereka udah ngalamin berbagai macam tempaan, baik musim, kondisi dan fenomena alam yang terjadi (tentang detil proses bebatuan mungkin bisa tanya Fahdi), kandungan historisnya pun tinggi. Buat gue, batu akik juga jadi simbol tersendiri tentang menghargai proses.

Aktifitas koleksi akik terhenti di pertengahan SMA (tepatnya pas kelas dua), karena gue asik sama kegiatan laen -OSIS blah blah blah-. Pada masa-masa itu dua buah akik gacoan gue ilang (kerana wanita), sedih sih, tapi udah terjadi. Dan pada masa-masa itu juga, koleksi gue jadi kurang terurus sehingga sebagian yang lainnya juga ikut menghilang (heran, padahal gue nyimpennya rapih. KATA ORANG sih, beberapa batu akik kalo gak diurus suka ilang sendiri alias ‘pergi’ -ngambek kali- ya itu kan KATA OOOORRAAAAANNGGG).

Yah sekarang koleksi gue tinggal sedikit, dan minat pun sudah berkurang -karena selama ini cuma punya batu akik kelas teri-. Taaappiiii setelah dapet tugas yang media-nya pake batu akik, dan gue pergi ke Rawabening buat nyari batu akik yang masih bongkahan, ceritanya jadi laennnnnn, mata gue berbinar-binar lagi ngeliat ratusan macem batu + iketan-nya. Dan juga rupanya dosen dan asdos gue itu emang maniak batu akik. Pengen rasanya beli, satuuuuuu aja, duhh. Apalagi setelah mata gue tertarik sama satu iketan batu akik, terbuat dari perak, modelnya sederhana, dudukan batunya bentuk kotak (Rp. 60 rebu tanpa batu, tapi udah termasuk ongkos pemasangan batu), aduuuuuhhh sampe sekarang pun masih keingetann, gue harus balik lagi kesana dan membawanya pulang……. ๐Ÿ™

My precious……..

:ph34r:

Jimmy Hendrix

Baru beli majalah Rolling Stone Juni, edisi spesial “The Immortals: 100 artis (rock n roll) terbesar sepanjang masa”. Terpampang 100 foto/lukisan 100 musisi rock n roll yang terpilih. Dari semua foto itu satu yang menarik perhatian gue; foto Jimmy Hendrix. Matanya, itulah daya tarik utama fotonya (musisi lain yang tatapannya menarik buat gue adalah Jim Morrison). Dari seratus foto itu, mata si Oom inilah yang paling menarik. Matanya mencerminkan sosok orang yang sedang dalam pencarian, rasa putus-asa, keterasingan, curious, dan juga rasa tidak puas. Sorotnya itu penuh misteri, dalem. Gue liatin fotonya sambil dengerin Little Wing dan All Along The Watchtower, permainan gitar solonya mampus bangsat ni orang -dan memang yang bersangkutan udah liwat alias wafat-.

Soal kematiannya, banyak versinya. Salah satu yang gue denger dari Cuplis adalah begini: “Sebenernya si Jimmy itu bukannya mati gara-gara OD, tapi gara-gara muntahnya sendiri. Jadi dia tuh pas lagi mabok (karena drugs ato alkohol gue lupa) mao jackpot (muntah), karena gak kontrol muntahnya itu ketelen, terus dia gak bisa napas, matilah dia..” (kurang lebih begitu). Dan entah kenapa gue percaya versi ini.

Hal yang berkesan buat gue dari sekian permainan gitarnya ada di lagu All Along The Watchtower di menit kedua (02:00). Sampe sekarang kalo dengerin bagian itu, efek wah-nya bikin perut gue serasa di aduk-aduk dan dalam waktu singkat mengalami -yang di film ’40 days 40 night’ disebut sebagai- mind orgasm…. fuuuhhhh melegakan ๐Ÿ™‚


Jimmy… Jimmy… oh iya Jim, salam buat Janis Joplin, Bonham, dan Morrisson juga…