Author Archives: Nyenius

…….

Dan berjalanlah kehidupan, menggilas usia, meninggikan gedung-gedung kota. Pada perjalanan kita, rasa takut, diawali bayangan-bayangan seram kerap datang. Bayangan-bayang yang sepenuhnya tak benar, kadang total menghentikan langkah kaki, prasangka.

Datang juga perpisahan, semakin jelas kebodohanku

“aku suka puisimu yang satu ini”
katamu suatu ketika
pada satu malam sejuk
di kota yang dilingkung gunung

Puisi yang bicarakan
jiwa yang ingin lari
dari jiwa lain yang terasa mendesak

aku cuma tersenyum diam
dan bertanya kenapa?
sebuah apresiasi keluar
bersama mata yang gelisah

waktu berlalu
kita benar dipisah-belah
oleh waktu

terbaca lagi puisi itu
dan teringat pula katamu
“Aku ingin lepas darimu,
lepas dari bayangmu…
Aku ingin namaku sepenuhnya,
bukan namaku yang ditambahi namamu…”

persis seperti puisi itu
“pergi dari dunia yang tanpamu…”

aku terpekur
maaf, berulangkali aku mintakan
“maaf, telah menyita umurmu
dengan perasaan terganggu”
sungguh.

dan kita tak pernah
benar-bersatu lagi setelahnya
dialo-dialog hambar,
tatap tak tulus bertemu

sudahlah
ratap tak guna
biar jiwaku memanggil sendirian

——-
1:27 AM 10/14/2005

ada jiwa yang tak bernyawa

Akhirnya,meledak lah semua yang ada dijiwa, walau terus mengayun dalam sebuah retorika, tetap tak ada yang tak berkesudahan, ada jiwa namun tak bernyawa, dan terus menenggelamkan dalam ketidakberdayaan, demensi yang ada, terus memapah kedalam ketidak berartian, yang akhirnya,kosong.

tanpa makna, apa yang berarti?
diam,merenung dan tenggelam
apa yang dicari, kalau dihati masih saja sepi?

Nasib tinggal di Hawaii (lokal)

Yahhhh, beginilah nasib kalo tinggal di Hawaii (Ciputat). Siang panas, malem gerah. Malem bukan cuma gerah, tapi rupanya skuadron tempur nyamuk-nyamuk ikut berkembang biak dengan subur. Saking suburnya, kehadiran mereka memaksa gue untuk menandatangi MOU (Nota Saling Mengerti a.k.a. Pernyataan Suka Sama Suka) yang isinya gue gak boleh marah kalo malem2 (jam 2 ato jam 3) gue terbangun karena diserang oleh mereka, sebisa mungkin senyum dan mampusin mereka satu-satu.

Tidak hanya sampai disitu rupanya efek dari kemarau di Hawaii sini, ternyata juga mempengaruhi si Jhonny ‘Diesel’ II (ini nama komputer gw). Pernah kemaren2, pas lagi dipake tiba-tiba dia langsung mati sendiri. Siang ini ketika lagi dipake, si Jhonny tiba-tiba mendadak jadi lambat. Gue pun curiga kenapa??!! Gue restart sampe 3x, gue restore, gue uninstall beberapa software, utak-atik BIOS, tapi masih lambat juga. Dan terakhir waktu gak sengaja gue klik properties-nya My Computer, tertera disitu AMD Athlon XP 1700+ 735 MGhz!!! Padahal seharusnya 1.47 GHz.

Waktu gue bongkar prosessornya, wualah panas bener rupanya, overheat broer! Gue buka, diademin, dibaek-baekin dulu, baru gue pasang lagi. Plus gue tambahin 2 kipas di casing-nya. Pindahin deh ke meja (posisi sebelumnya di kolong meja). Tapi meja gue jadi sumpek (apa berantakan ya??? :huh: )

A Resting Place

Sinar matahari pagi,
secangkir kopi hangat,
sebatang rokok yang manis,
sebagian besar tugas dah beres,
plus sepatah kata manis dari kekasih di seberang.

*)diiringi lagu “only you”
Lengkap pagi ini ๐Ÿ˜€ tinggal dibalut senyum dan kebaikan kepada orang-orang. Suasana yag tepat untuk mengucapkan, selamat datang lagi kawan-kawan yang suka berpuisi, suka iseng, suka kerja, ato berselancar ke tempat ini karena salah ketik alamat website di address bar. Setelah sekian bulan data-data publik ini tersimpan berserakan di komputer rumah, akhirnya bisa tampil lagi.

Bagi kawan-kawan lama, maupun kawan-kawan baru, dipersilahkan untuk mengirimkan kembali karya-karyanya, jangan biarkan mereka tersimpan membisu dalam catatan-catatan, biarkan mereka untuk tampil dan diselami jiwa-jiwa lainnya. Atau mereka yang suka berceloteh saja, forum kita sudah menunggu untuk diisi ๐Ÿ™‚

Willkommen in Nyenius

*) maap, skin forum dan member panel belum sepenuh nya ke-integrasi dengan skin utama site ini.

Entah Kepada Siapa Dia Berteriak

sebuah gitar bergelung di dada
di tengah tumpukan kawan
dia bernyanyi
sendiri

meraung kepada ruang
yang gatal dihatinya

“Rasa iri telah menyakitiku”
katanya suatu ketika

Dan dia lari,
ke dalam kesendirian
ke tengah tembok-tembok

Orang-orang memperhatikannya
bersedekap, tolak pinggang, sambil-lalu
tak ada yang tahu pasti
bagaimana menghadapinya
tak ada yang mengerti
apakah dia butuh pertolongan,
dampingan.

Semuanya diam
melewatinya begitu saja.

pada keramaian pasar pun
ia selalu bernyanyi sendiri,
berteriak.
Seolah ada haknya
yang tercabut oleh keramaian
seperti kepuasannya direnggut
oleh mereka yang mengelilinginya

tak ada yang mengerti
pun yang tahu pasti
kepada siapa dia berteriak

================
2:30 PM 9/25/2005

Seorang Kawan yang Jatuh

Ketika angin gelap ini turun,
dalam bis, tak pelak wajahmu terbayang
“seorang kawan yang tersandung
di tengah perjalanannya”

Lampu-lampu kota seperti menonton kita
malam ini kaulah bintangnya
mereka selalu menyaksikan bersama waktu
mata mereka membisik di punggung kita
melahirkan kernyit-kernyit gelisah
dalam langkah-langkah kita yang salah

“Dan kita seringkali tak cukup pandai untuk menghiraukannya”

Lubang hitam yang menghantam kepalamu
jangan biarkan membatu
bicaralah padaku, satukan kembali
keringat yang dulu pernah jatuh bersama
jadikan aku rantingmu, bergayutlah padaku
kita bersihkan lukamu

Jika pintu-pintu terkunci untukmu
ketuklah pintuku,
pelukan seorang kawan menantimu

Kita mungkin tak bisa mengalahkan waktu,
lampu-lampu kota, dan peristiwa yang pergi dengannya
Tapi selama nafas masih melekat
kita masih mungkin memperbaikinya


==================
2:56 18/09/2005

Bayang Buram Melewati Senja

Sekarang kita berkata
waktu terus berjalan
dan semuanya mati begitu saja

seperti pohon tumbang membusuk di tanah
seperti mayat yang mengenyangkan bakteri pengurai

wajah-wajah yang dulu tertawa
dalam barisan semangat muda
semakin tua dan pudar
terpisah dalam jarak dan tanggungan

tinggal bayang buram
dalam lintasan-lintasan kenangan

aku pun tak tahu
berapa lama ingatan itu bertahan

yahh, tak ada yang abadi memang
disitulah keegoisan Tuhan
dan disinilah keegoisan kita
menuntut

selamat jalan
berlayarlah,
terus berlayar,
perhatikan arah angin,
lalui badai-badai,

kemudian tinggal doa-doa terkirim
juga harapan

===============
4:16 18/09/2005