…..
…..
Matahari terbenam dikepalaku
…..
…..
Author Archives: Nyenius
Permintaan
Dapatkah aku meminta waktumu sesaat?
untuk menemaniku merenung dan membangkitkan semangat
Dapatkah aku meminta tanganmu agar terulur?
untuk mengingatkanku menjauh dari kata mundur
Dapatkah aku meminta hatimu untuk setia?
untuk dapat ku percaya sepanjang masa
Dapatkah aku meminta jiwamu?
untuk menghilangkan sepinya ajalku?
Dapatkah aku memberi semua yang kuminta darimu?
aku tak tahu…
tapi aku ingin suatu hari nanti mampu memeberi semua itu
🙁
Berhenti dan Jatuhlah
Lelah untuk berlari sepanjang ingatan
bahkan untuk menjalaninya
Aku ingin berhenti sesaat
entah di persimpangan, ujung jalan, atau di tengah jalan
Aku ingin menjatuhkan lututku pada kerikil tajam
agar dapat merasakan sakitnya kenyataan
dan terbangun dari impian yang menyesatkan
Jatuhlah anganku
runtuhlah…
Aku ingin merasakan kembali kakiku yang terikat beban
yang harus kuseret hingga ajal
Aku lelah…
ingin berhenti dan tertidur hingga nyata
Naya Rindu Dendam
Naya termenung pada dahan pohon yang tinggi
Angannya melambung jauh dari rumput di sekitarnya
Membayangkan adanya seorang pangeran yang datang dengan kuda putih
Tampan dan gagah berani
Tidak sadar adanya seseorang menghampiri
“Turun kau pelacur!”, seru seorang pria tua dari bawahnya.
Naya tersentak dan terdiam
Tidak ada yang lebih diinginkan Naya selain jatuh dan pingsan
Bahkan mati…
Naya membatin
Ayah mengapa kau begitu keras hati?
Mengapa kau siksa anakmu?
Namun pria tua itu memandangnya dengan keji
Dan berteriak dengan liar dalam khayal
Anak pelacur!
Akan sama seperti ibunya, pelacur murah dan hina..!!
Naya turun dari pohon
Pasrah akan rotan yang akan menghantam punggungnya yang ringkih
Dan berharap dalam hati
Terkutuklah kalian laki – laki
Karena membunuh harapan kami
Matilah kalian para ayah yang tak tahu diri
Karena mencekik impian kami
Lampu
Ada begitu banyak lampu – lampu dalam hidupku
Ada yang terang dan remang
Namun satu persatu mulai meredup
bahkan mulai pecah berantakan
dan tidak dapat disatukan kembali
Cahaya – cahaya yang menerangi hidupkupun mulai menghilang
dan kegelapan utuh mulai menyelimutiku
Akankah ku takut?
Tidak, yang perlu kulakukan hanya menggantinya dengan yang baru
dan tetap menerangiku sepanjang jalan
hingga jalan itu terputus
Dan jika itu terjadi, aku tidak memerlukan lampu lagi
Aku hanya terduduk dan diam…
Berharap cerita hidupku dilanjutkan kembali
Takaranku
Dengan sepiring pengalaman, semangkuk kebahagiaan
dan segelas kesedihan
maka jadilah hidupku
Namun, belumlah lengkap
Lalu tambahkan dengan sesendok amarah jiwa
maka terbentuklah egoku
Namun, belumlah sempurna
Berikan cinta secukupnya
maka terwujudlah seorang aku
dan aku siap berbagi bahan – bahanku dengan orang lain
Agar aku menjadi milik mereka
Begitupun mereka padaku
Jadilah
“Kun”
dalam genggamNya
kuharap cinta
mengejawantahkan dirinya padaku
menjadi sajadah dalam sujudku
“Kaf dan Nun”
dalam cintaNya
kuhidup dan terus menerima tulisanNya
ketika bahagia dan duka
karena Dia sendiri itu cinta
“Kun”
Kau Musthafa dan Musa
cinta
“Kaf dan Nun”
memberi Ibrahim dan Isa
sayang
“Kun,Kaf dan Nun”
mensipta Hawa untuk Adam
“Kun”
biarkan diriku cinta
dalam dekap sayap Izrail
dalam mutiara hakikat Lukman
“Kum
Kaf dan Nun
Jadilah.”
Tak Bicara
Aku kehilangan kata
tak bicara
bisu malamku
(kenapa selalu malam?)
kini aku diam
Dalam Kelam
Gelap, karibku
kau tahu siapa itu cinta?
tetanggamu?
Kemarin, dalam kelam dia menyapaku
kutanya
“kau siapa?”
“aku cinta.”
Gelap, karibku
mimpiku, tentang seseorang
(dia cantik dan manis)
dia bertanya padaku
“Kau terima pesanku?”
“pesan mana, siapa yang membawa?”
“Cinta.” Jawabnya singkat
Gelap, karibku
dalam kelam
ada bintang, rembulan
tapi kelamku sendiri
dia sepi
(tak berkawan dia, malu katanya.)
Anganku
Andaikan hari ini tak terjadi
aku ingin melihatmu kemarin
Andaikan aku berduka
aku ingin mengajakmu menangis
Andaikan senyumku mengembang
aku ingin kau tersenyum kembali
Andaikan hidupku tak berarti
aku ingin kau memberitahukan arti hidupku ini
Tapi…
Andai saja semua itu tak dapat kauberi
aku ingin kau menyayangiku tanpa pamrih
tanpa sakit
tanpa pedih
ini permohonanku untukmu
mohon dibalas dengan rela hati
karena aku menunggu…
kasihmu dengan keyakinan abadi