Author Archives: Nyenius

This side came back!

Huaaah! Akhirnya bagian ini nongol lagi, kenapa demikiaan?? Karena ya emang direncanain munculnya sekarang. Selain itu juga karena gue pengen nerusin lagi ‘pembangunan’ skrip MustNews yang kemaren stuck di veri 1.0.3 menuju 1.0.4. Juga beberapa rencana kayak ‘nabung class php’, kemudian skrip Mustang Forum, Error Logger.

Sengaja disain halamannya kayak gini, ya buat coba2 aja, sumpek sama urusan desain (sekaligus hemat bandwith :p). Blom berani masang bagian download buat skrip, selain masih versi lama, blom dapet ijin dari pemilik host (bolah gak pak?).

Taun Baru 2006

2006 udah mulai rupanya, dah rasanya gue masih jalan di lumpur, di tengah hutan, dan masih sering ngebikin ‘kuburan’ buat langkah gue selanjutnya. Ketika membaca blog Mr. Kunye, yang berbicara tentang taun baru dan target, gue sadar blom bikin target apapun. Umur makin nambah, mati makin deket :ph34r: hwarakadah~~!! Dan lagi-lagi di awal taun ini gue ada di simpangan jalan, antara meneruskan, atau meninggalkan. Hmmm itu emang pilihan yang terus dateng tiap saat, tapi pokonya ini bener-bener persimpangan šŸ˜›

Beberapa project (komersil-non-komersil) udah menanti buat di jalanin. Tak lupa mat kuliah juga makin ribet dan padet.

Seperti biasa, Nyenius.Net sudah tiba pada titik rotasi pergantian tampilan. Tampilan yang kemaren dah mulai ngebosenin, banyak errornya, dan (yang gue rasa) lebih lambat di load-nya. Dan berhubung koneksi internet gue bandwithnya terbatas, ya sekalian aja gue bikin yang kecil ukuran halamannya (harus irit euy!).

Bagian shout gue ilangin (penghematan juga), jadi yang biasanya nge-shout, silahken pake Blog Umum buat shout ato curhat-jungkir-balik šŸ˜† (terserah). Tulisan Nyenius.Net nya gue ganti warna-warni, ya kayak lambang Apple © dulu, siapa tau Nyenius.Net juga nantinya jadi jaya kayak Apple sekarang šŸ˜† (ngayal aje! suntrul!). Sukur alhamdulillah ini blog bisa ketemu 2 taun baru, semoga terus.

Kepada semua kolega-kolega Nyenius.Net dimana pun juga, baik yang jarang kesini maupun yang sering, MET TAUN BARU (telat ye?), semoga semua urusan kita lancar, SEMANGAAAATTT!!!!!

šŸ˜€

Prasangka

Kukira suara air hujan terdengar
Tidak…
Itu suara kegelisahanku

Apakah itu kilat menyambar?
Tidak…
Itu ingatan masa lalu yang menyilaukan pandangan

Tangankukah yang mencoba meraih jendela?
Wajahkukah yang kulihat penuh duka?
Teriakankukah yang mengusik ketenangan?
Tidak…
Hanya jeritan hati dan prasangka
Ketakutan akan terulangnya kesalahan
Dan masa lalu yang menyakitkan

Sungguh keterlaluan…
Aku betul-betul manusia serakah
Selagi mengejar masa depan, aku tetap menggegam masa lalu
Aku tetap selalu menduga…
Dugaan yang menggelikan tentang sisi yang tak boleh diungkap

Kebanggaan Hati

Jika kesedianmu untuk melahirkanku tak pernah ada
Maka darah ini bukanlah darahmu
Jika tidak ada kecintaan pada tiap belai tanganmu
Maka hikmah yang kumiliki juga bukan darimu
Jika bukan karena kasih kau menegurku
Maka kedewasaan yang kupegang adalah palsu adanya

Waktu seumur hidupmu untuk merangkulku
Seringkali kuabaikan
Kuremehkan dan kesepelekan
Namun begitu besarnya hatimu untuk memaklumi dan memaafkan
Sehingga mataku dibuka atas kesalahan yang kubuat

Ketika ku mengeluh tentang batasan yang kau berikan
Dan merasa tidak ada keadilan
Kau hanya tersenyum atas tingkahku
Dan menunggu agar aku mengerti akan semua hal baik yang menantiku

Terima kasih….
Atas semua kasih dan kesabaran yang kau punya

Tarian

Begitu setelah tersadar dengan segera
Aku begitu cepat tergelincir
Ke dalam api dan mudah terbakar dan luka

Apa yang membuatku melamun selama ini?
Dan dengan lamban…
Aku menarik tubuhku agar berpaling pada gunung es

Dingin memang
Kejam memang
Namun harus kulakukan

Karena aku tidak dapat menari dalam lidah api
Tubuhku hanya terbakar mengikuti geraknya

Aku paksakan rusukku agar bertahan dalam dingin yang menggigit
Sehingga aku dapat menari dengan kuat dan bebas

Sedih memang
Sendu memang
Tapi harus aku jalani…

Sepasang Bebek

Apakah yang membuatku membeku dan pipiku memerah?
Hanya dengan pemandangan kolam sederhana
Dan sepasang bebek yang mengarunginya
Apa yang membuat mereka begitu istimewa?

Ada cinta diantara mereka
Cinta sederhana dan begitu kuat
Yang membuat mereka saling menunduk malu dan manis
Begitu membuatku iri…
Mengalahkan keanggunan angsa
Menjatuhkan keagungan rajawali
Begitu hangat dan menular

Seiring dengan terpakunya diriku memandang
Begitu juga senyumku tak mau reda
Aku terjangkit dengan ketulusan sepasang bebek
Akankah cinta mereka bergeming?

Keberangkatan

Hanya dengan senyum sinis
Kau mengantar keberangkatanku untuk pergi
Hanya dengan tawa hina
Kau membiarkanku lalu dengan malu

Bahkan lupa akan tulusnya hati yang pernah hadir
Dan adanya janji yang belum kau tuntaskan

Akan kukabulkan keinginanmu
Untuk berpaling dariku
Sehingga kau tak perlu menendangku dengan jijik
Dengan merendahkan

Hanya bekal dendam yang akan segera kulupakan
Aku akan pergi
Jauh darimu dan dari kenanganmu…

Re : Datang juga perpisahan, semakin jelas kebodohanku

“kau akan mati,saat puas akan suatu pencapaian”
kataku pada suatu kuliah umum
yang kau wariskan padaku
di kota yang dilingkung gunung.

betapa aku tergila pada kalimat itu
hanya jiwa yang kuat
mampu mengatakan itu

aku cuma tersenyum diam
bersama mata yang gelisah
takut…
jika aku tak setangguh itu

benar!
waktu memang bukan sahabat yang baik

kukatakan lagi kalimat itu
pada kuliah yang lain…

apakah kita sudah puas dengan semua yang terjadi?

sial!
aku tidak mau itu terjadi pada kita, bajingan.

bagaimana bisa kau lihat namaku seutuhnya
jika itu mati?

persis seperti kalimat itu,
“kita puas dan mati”

maaf, berulang kali kukatakan maaf pada sajak ini
telah membuatmu merasa bersalah.
hanya saja diri ini merasa malu
karena bukan sesuatu.

ketahuilah!
aku rindu…

dan sampaikan maafku pada jiwamu,
aku tidak mendengarnya…
katakan,
bicaralah lebih keras seperti biasanya.