Author Archives: Nyenius

Terang Bulan

Pada saat terang bulan begini, hal yang paling menyedihkan adalah berada di dalam rumah. Ya bulan megah dengan lingkar pelangi mengelilinginya, awan yang berarak menyala putih seolah domba-domba di padang luas, bintang-bintang yang mengintip di langit. Sungguh menyedihkan berada di dalam rumah waktu purnama berlagak. Warga kota, melirik langit sekejap, takjub, lantas kembali menutup pintu. Memaksakan berdiam memandang pun tak bisa, karena atap-atap rumah yang tumbuh tak beraturan telah memangkas pemandangan megah ini. Tak ada lagi sudut yang benar-benar sempurna untuk menikmati malam seperti ini. Padahal tayangan Box Office pun dijamin tak mampu menandingi secuil keindahannya. Belum lagi kesibukan yang menunggu untuk segera diselesaikan lekas-lekas.

Ah terkenang kawan-kawan lama. Ketika ‘memandangi langit’ sambil melambungkan apa yang ada di benak masing-masing telah menjadi satu agenda penting. Apalagi purnama yang seperti ini, pasti kami akan segera repot menyiapkan perlengkapan untuk menemani menikmati suasana, kopi, teh manis, rokok, gorengan. Tak peduli belum makan seharian, atau baru makan sedikit tadi siang, sedikit tawa yang riuh cukup untuk melupakan kegaduhan di perut. Ya, saya merindukan mereka, saya merindukan langit yang seperti malam ini, saya merindukan langit ini dengan mereka didalamnya. Sekarang tak bisa lagi, karena terpisah tempat tentu, tapi juga mungkin disebabkan hal lain, mungkin karena kami sudah terlalu ‘dewasa’ untuk mengurusi ‘hal-hal remeh’ seperti itu lagi, mungkin karena tenggelam dalam kesibukan dan kebutuhan-kebutuhan. Tak ada yang abadi, semuanya bersifat sementara, datang dan hilang dengan segera. Tak ada yang permanen, semuanya hanya keadaan sementara. Suasana, nuansa, kebersamaan, tak bisa begitu saja kita masukkan ke dalam termos atau pendingin untuk menyimpannya lebih lama. Mereka seperti saraf pada otak kepala, lahir dan berguguran setiap detik.

Langit dengan purnama seperti ini terlalu berat muatannya. Memang itu cuma bulan yang mencapai titik bulat, memang itu cuma awan yang menyala seperti neon, memang itu cuma bintang yang berkelip seperti kunang-kunang, tapi bulan yang seperti ini yang memanggil kembali ratusan tawa dari kawan-kawan lama, yang bercengkerama dalam sebuah rumah, yang walaupun didominasi lampu bohlam, tetap saja senyum dan candanya menerangi relung hati. Tapi langit begini yang memanggil kembali seribu rangkul persahabatan yang lepas bebas. Itu kenangan manis, itu kenangan termanis yang mendekam di dada, tapi kenapa begini pedih mengingatnya.

Sumpah, pengen nangis.

Kesadaran Yang Palindrom

Di balik jendela ini aku memandang gerimis
mengandaikan ragaku sepnuhnya diluar
dan merasakan tetesan-tetesan air menyentuh kulitku
mungkin panas jiwa ini akan menguap cepat

Kemudian,
memandang ke atas, ke arah datangnya hujan
memburamkan mataku yang berusaha melihat dengan jelas
membuyarkan kepribadian yang ingin kuperjelas
dan ketika kabut melanda pikiran,
Aku terpaku…
menikmati terangkatnya tanganku yang basah
mengusapkan keduanya ke wajahku
dengan penuh harap mengumpulkan kesadaran
dan memaksa diriku berlari ke dalam
duduk termenung memandang ke luar jendela
kembali mengandaikan diriku di luar

Hanya saja…
aku sudah terlanjur basah
sehingga keinginanku sedikit terbendung

Daun yang Tersungkur di Gunung

tentang darah
yang mengalir dari daunan di gunung
darah dari cinta yang bertemu-paling
keraguan hati dan keinginan yang tertahan

tentang luka
yang dikandung tanah bukit mengering
luka dari pencarian akanmu
makin membusuk seperti sobekan
daging yang ditiupi angin dan debu-debu

bukit yang menjulang dipanasi mentari
diracaukan dingin hujan.
aku yang tegak dengan hati koyak-moyak
berlari diasapi hidup
diriuhkan tangisan-tangisan tentangmu

kita adalah pejalan kaki
di emperan tanah Tuhan
pejalan yang saling mencinta
dan terpisah di satu perempatan sunyi
saling terseok tersungkur memakan lumpur

tak pelak lagi
semakin jauh kita berjalan
pada arah berlawanan
hati semakin tebal atas luka
tapi tetap, jauh dalam relung-relung
gelap hati
tangisan tentangmu, tangisan tentangmu

Tentang kesunyian daunan di gunung pada siang hari
yang terus dibakar mentari
dikawani angin, dilagukan tonggeret pada pohonan
aku dan kau
juga langit yang selalu berkabut antara kita

12:26 12/03/2006

Demo Wanita

KAMI BUKAN PENCIPTA DOSA….
KAMI TIDAK MENGUMBAR NAFSU
MEREKA AJA YANG MATA KERANJANG
MAUNYA LIAT CEWE’ TELANJANG
NONGOL DIKIT LANSUNG TERANGSANG
MUNAFIK….
DARIPADA NGURUSIN KITA
MENDING URUS TUH NEGARA
EKONOMI NEGARA? EMANG KITA YANG RUSAK?
GA NGARUH MORAL MA UANG…

beep

beep…
mungkin kamu
mungkin hanya kamu
wanita yang dapat
meluluhkan hati kerasku…
memahami perjalanan hidupku
beep…
kuingin nikmati malam indah
saat bintang membentuk tanda sayang
saat sinar bulan menerangi jalan
untuk kita agar tidak tersesat
dalam cinta
beep…
saat mentari tidak bersinar
saat air tidak mengalir
cintaku…
kan menggantikan mentari
tuk menerangi harimu
dan menggantikan air
tuk hilangkan dahagamu
beep…
hidup memang sementara
namun cintaku selamanya

permintaan

sayang…
lihat, mentari telah keluar
ia berikan sinarnya,
untuknu
hanya untukmu
dan lalui harimu yang cerah
sayang …
dengar, kicau burung
seakan menyampaikan kata cintaku
sayang…
rasakan, tiupan angin
yang berjalan lembut, melewati kulit indahmu
seolah ia tahu betapa inginnya, kumemeluk tubuhmu
sayang…
hiruplah,udara pagi dan lalui harimu
kuharap bersamaku, hanya bersamaku

entah

kunyanyikan lagu, mungkin tidak merdu
kubacakan puisi, mungkin tidak indah
laguku bukan untuk kau nikmati
tapi tuk senangkan diri
puisiku bukan untuk kau cermati
tapi tuk senangkan hati
lembut kulitmu, halus wajahmu, cantik hatimu
entah…
semua terpancar dari dirimu
apakah itu alasan cintaku?
entah…
kau terlalu lemah
kau terlalu lugu
apakah itu alasan diriku
untuk melindungimu?
entah…
namun yang kutahu
alasan adanya hatiku
tuk berikan cinta padamu

angel

GOD please help this angel
to find what she want
the meaning of love
her missing pieces

GOD cure this angel….
cure to be a fairy
fairy of heart
fairy of love
n…
fairy of smile

after find her missing heart
will find her love
maybe she will be smile again
n hold her tears
angel tears…
coz she is an angel