Di balik jendela ini aku memandang gerimis
mengandaikan ragaku sepnuhnya diluar
dan merasakan tetesan-tetesan air menyentuh kulitku
mungkin panas jiwa ini akan menguap cepat
Kemudian,
memandang ke atas, ke arah datangnya hujan
memburamkan mataku yang berusaha melihat dengan jelas
membuyarkan kepribadian yang ingin kuperjelas
dan ketika kabut melanda pikiran,
Aku terpaku…
menikmati terangkatnya tanganku yang basah
mengusapkan keduanya ke wajahku
dengan penuh harap mengumpulkan kesadaran
dan memaksa diriku berlari ke dalam
duduk termenung memandang ke luar jendela
kembali mengandaikan diriku di luar
Hanya saja…
aku sudah terlanjur basah
sehingga keinginanku sedikit terbendung
hehehehe seperti biasanya, puisi indri, ga neko-neko, ga ngotot, tapi kekuatannya berpusat pada kejujuran bahasa…
aaawww…..saya jadi malu….. awwwwww
Tobaskom bisa aja,