We’re opening new site. A place to make notes on every phenomena we’ve felt, we’ve seen. It’s our side notes about the world. Please pay us a visit at:
Author Archives: Nyenius
Disini Telah Meninggal…
aku ingin keluar sebentar, bung!
hingga suatu saat
kita saling memasang nisan
pada pikiran-pikiran kita,
pada kata-kata,
pada khayalan
pada prasangka
pada mulut-mulut kita yang kumuh.
aku ingin pergi sebentar, bung!
hingga pada tanah ini
kita gali
untuk tawa
untuk kebersamaan kita
untuk lima jari yang selalu kita adu
hingga air mata melamurkan
bau busuk bangkai mereka
Hubungan antar manusia
Tahu hubungan antar manusia-mesin? Berikan perintah, lantas mesin itu akan melaksanakannya. Ingin tugas yang lebih rumit diselesaikan? Berikan perintah yang rumit dan menyeluruh, mendetail bila perlu, maka mesin itu pun akan melaksanakannya. Tapi bagaimana hubungan manusia-dengan-manusia bila keadaannya seperti itu?
Mungkin bentuk seperti itu biasanya lebih tepat berada dalam pola hubungan atasan-bawahan. Itupun bila bawahannya cakap, ia akan mengimprovisasi perintah yang didapatnya itu sesuai dengan karakternya dan dengan maksud mencapai tujuan dari perintah tersebut. Biar bagaimanapun, masih tidak seperti mesin bukan? Karena improvisasi dari pekerja itu kemungkinan variasi nya akan sangat besar. Bos mungkin hanya memberi perintah “Buatkan meja makan”. Dan pekerja tersebut tanpa mesti disuruh sudah mengerti bahwa untuk membuat sebuah meja ia harus memotong kayu, menyerutnya dan mengatur ukurannya agar tepat. Ketika memotong kayu bisa saja pekerja itu melakukannya sambil berdiri, duduk, sambil merokok dan lain sebagainya.
Tapi bagaimana jika itu terjadi pada hubungan yang setimpal? Yang berada pada satu garis horizontal yang sama? Apa yang dirasakan oleh individu yang terus-menerus memberikan ‘perintah’ agar partnernya melakukan sesuatu demi tercapainya tujuan bersama? Ia akan mendapatkan ‘rasa berhubungan dengan mesin’. Padahal aksi unik apapun yang dilakukan oleh partnernya (dengan mepertimbangkan keinginan partnernya) dalam rangka mencapai tujuan bersama sangat berharga, dan membuat segalanya jauh lebih hidup, tidak mekanistis.
Sekali dua kali perilaku minta diperintah, minta diberi petunjuk tentang bagaimana melaksanakan ini-itu, dipelihara, perilaku itu dapat terpupuk dalam di dalam diri seseorang. Menyebabkan jadi kecanduan, hilangnya inovasi penyelesaian masalah, dan tertutupnya keunikan karakter pribadi. Itu sama saja mencabut nyawa hubungan antar manusia perlahan-lahan.
Fleur
Mawar yang mekar dihadapanku
layu mati karena ku
tak rawat tak siram dengan ketidakpedulianku
terhadap segala sesuatu yang harusnya ku siram dan ku pupuk
dengan curahan air dan hara yang seharusnya kupunya
tapi tak kupunyai
karena memang aku ini
kering
Kenapa kau mintakan dariku sikat mawar
padahal kau tahu aku ini gersang
tak ada hujan tak ada awan
yang bergulung dalam diriku hanyalah pasir
Kenapa kau mintakan dariku segelas air
padahal jelas bagimu aku ini kering
apakah ini sebuah ejekan darimu
dengan tawa yang melambai dari ujung jubahmu
dengan apa adanya
hari ini aku kirimkan padamu bunha gurun
memang tak indah dia
tapi tumbuih di atas media yang langka
sebuah cinta asli bukan ilusi.
Rizona Havana Extra Fine
Dalam beberapa hari ini, gue sedang menunggu kiriman beberapa kotak cerutu Havana Extra Fine dan beberapa sampel cerutu lainnya. Duh tak sabar menanti… ๐
Sedikit cerita tentang pertemuan pertama gue dengan cerutu adalah semasa gue SMA dulu. Saat itu gue akan menampilkan sebuah pertunjukan monolog teater berjudul: Bahaya Racun Tembakau. Dalam pengolahan isi naskahnya diputuskan ada adegan gue merokok cerutu. Kenapa cerutu? Karena kebutuhan panggung, kalau rokok biasa terlalu kecil, dan efek ‘pembesaran’ di panggung jadi kurang terasa. Kedua, karena cerutu semuanya full dari tembakau, mulai dari isi sampe bungkus lintinganya, jadi sebagai simbol bahaya tembakau nya lebih terasa. Semenjak itulah gue mulai beli cerutu yang merek-merek murah dan di atas murah sedikit :p
Waktu itu gue belum tau gimana caranya ngisep cerutu, jadi asal isep aja. Walhasil tenggorokan sakit dan kepala pusing. Pernah gue dan beberapa orang kawan berencana menghabiskan sebatang cerutu yang gue beli, tapi karena belum pada ngerti cara ngisepnya, akhirnya tiap orang cuma kuat dua kali ngisep… hahahahahahha… Itu cerutu pun gak sampe abis seperempatnya.
Belakangan (setelah pementasan naskah itu) baru gue tau bahwa cerutu itu gak diisep sampe dalem. Tapi cuma ‘dikumur-kumur’ aja asepnya, lantas di buang lagi. Yang dinikmatin ya ‘rasanya’ itu. Saat itu kesan gue terhadap cerutu adalah gak enak (yang gue isep adalah cerutu dalem negeri yang lambangnya kayak orang keraton gitu lah). Mungkin karena kualitas cerutu yang gue rasain saat itu adalah cerutu menengah ke bawah dan (terutama) karena belum tau cara nikmatinnya. Sampai suatu hari ada temen yang berbaek hati nraktir cerutu mahal sambil ngopi di tempat (yang menurut gue) mahal juga. Saat itu gue dan beberapa kawan di traktir cerutu berharga 100 ribuan. Dan rasanya, fuuuuiiiihhh ringan dan ada rasa yang nendang di mulut. Dari situ juga gue mulai tau lagi bahwa cerutu ada tingkat-tingkatnya, ringan (mild), medium, dan berat. Jenis nya pun beragam, ada yang gemuk pendek, gemuk panjang, kecil panjang dan lain sebagainya (masing-masing punya nama sendiri).
Ada yang tertarik ?? ๐
wysiwyg di forum
Hehehehe, dudes sekalian, sekarang ini form posting di forum udah pake WYSIWYG (What You See Is What You Get). Enjoy ๐
Totalitas
Totalitas tidak pernah berbohong
dan Totalitas tidak pernah menghasilkan bilangan 0
Pertama Kali Punya Kura-kura Brasil (RES Newbies)
Ini mungkin sedikit sharing pengalaman tentang pengalaman umum yang dialami ketika pertama kali punya kura-kura (terutama Red Eared Slider/kura-kura Brasil).
1.) Kura-kura akan tampak ketakutan. Ini hal wajar yang rata-rata dialami oleh binatang peliharaan ketika mereka pindah tempat. Efeknya adalah, kura-kura / RES tidak mau keluar dari persembunyiannya dan hanya keluar bila tidak ada orang. Biasakanlah Anda memperlihatkan diri didepannya, baik itu waktu memberi makan ataupun sekedar memperhatikan dia berenang-renang. Jangan biasakan membuat gerakan yang mengagetkan RES Anda, itu akan menciptakan trauma tersendiri, intinya berbaik-baiklah pada RES anda, berikan kesan pertama yang baik.
2.) Kura-kura Anda tidak mau makan. Keadaan ini biasanya berlangsung selama 2-3 hari. Hal ini disebabkan karena perpindahan tempat hidup dan juga dia belum mengenali makanan yang Anda berikan sebagai makanan. Jangan hawatir, dan jangan paksakan dia untuk makan, kura-kura punya daya tahan yang hebat. Kecuali dalam jangka seminggu atau lebih dia belum juga mau makan, ada kemungkinan kura-kura Anda sakit.
3.) Kura-kura Anda kan berusaha untuk kabur. Ya, apalagi bila yang Anda beli masih kecil, dia akan berusaha mati-matian untuk kabur dari ‘kolam’ yang telah Anda sediakan buat dia.
Semakin lama, Anda dan kura-kura Anda akan semakin akrab. Saya pribadi, kalo lagi kesepian, saya lepasin RES saya yang bernama Obeh, Oman, Gopal, di kamar saya, saya biarin mereka lalu-lalang, tak jarang saya jadi bangun pagi karena muka saya dilangkahi dengan semena-mena oleh salah satu dari mereka.ย :laughing:
Setiap saya nongol di atas akuarium mereka akan segera menghampiri ke permukaan untuk minta makan, kalo udah begini bawaanya gak tega, saya suapin deh mereka pake anak ikan mas ๐ (nyamm!!!)
Setingan kolam/akuarium secara umum:
BASIC REQUIREMENT:
– Kolam / akuarium (biaya antara Rp. 50.000 – 100.000)
– Filter akuarium (gunakan jenis filter atas, ini karena RES termasuk mahluk yang jorok) (harga antara Rp 45.000 – 70.000)
– Lampu spotlight 50 watt (Rp. 20.000 – 30.000)
– Lampu UV + dudukannya (Rp30.000 – 50.000)
– Colokan Timer (harga lumayan mahal. ini OPTIONAL kok)
– Batu / ubin / kayu, untuk tempat berjemur RES (sesuai kreasi Anda)
– Hiasan lainnya. (bisa keluar uang atau tidak sama sekali)
> Usahakan air terus berputar (sirkulasi), karena RES termasuk binatang yang cepat buang air besar dan juga mengeluarkan urine, kasarnya, dia binatang yang jorok. Dan filtrasi harus bagus.
> Tinggi air akuarium minimal dua kali panjang tubuh RES Anda.
> Berikan arus air yang cukup memadai. RES adalah perenang yang baik, akan lebih baik lagi kalau ia dilatih di air yang berarus.
> Jangan sembarangan menyatukan RES dengan mahluk akuarium lainnya (atau kura-kura jenis lain). Karena hal ini hanya akan menyebabkan kematian bagi mereka (mas koki saya 5 ekor tewas semua, bahkan sapu-sapu juga dihajar!).
> Jangan sembarangan menyatukan RES yang berbeda ukuran, karena mereka mahluk yang ‘rada’ teritorial. Jadi yang berukuran lebih gede gak akan segen-segen buat ‘menyikat’ yang lebih kecil. Tapi kalo Anda tau strategi nyampurinnya, silahkan aja (toh punya saya sekarang akrab, malah yang kecil sering ‘digendong’ kemana-mana sama yang gede).
> Nyalakan lampu spot dan UV di siang hari-sore hari. Akan lebih efektif lagi jika anda menyediakan timer bagi lampu ini. RES itu mahluk yang gila berjemur, dan jangan lupa vitamin D3 yang diperoleh dari sinar UV akan menghindari dia dari penyakit radang tulang dan memperbaiki pertumbuhan tempurungnya/menyembuhkan luka. Tapi terlalu lama pun gak bagus.
> Selingi makanannya. Jangan cuma kasih makan RES Anda dengan pelet dan pelet terus, selingi dengan makanan hidup (anak lele/ikan mas), dan juga sayuran dan kalau perlu vitamin. Jangan turutin nafsu makan mereka, karena mereka bakal keliatan gak ada kenyangnya, dan mereka pun tidak tahu kapan mereka kenyang, kalo kelebihan bisa-bisa mati nanti.
Data Umum Kura-kura Brasil (RES)

Gambar diambil dari The Turtle: An Owner’s Guide to a Happy Healthy Pet written by Lenny Flank, Jr. (New York: Howell Book House, 1997)
Nama panggilan : Red-Eared Slider
Nama panggilan Indonesia : Kura-kura Brasil
Nama keren : Trachemys Scripta Elegans
Kawasan : Amerika Selatan
Habitat : Air tawar — kolam, sungai, sungai kecil,
Rata-rata temperature yang diperlukan : 75F / 23.9 c
Makanan : Omnivora, lebih suka daging waktu kecil, dan sayur diwaktu dewasa.
Ukuran Dewasa : 11″ / 27.9 cm (ukuran tempurungnya)
Sexing : Pejantan memiliki kuku depan yang panjang, buntut yang pendek, dan plastron (tempurung) yang lebih cekung.
(Informasi ini didapat dari halaman Peng’s Pet Red-Eared Slider.)
==============================================
Red Eared Sliders (RES) adalah bagian dari keluarga besar kura-kura yang disebut Emydidae. Mereka adalah subspesies dari bermacam-macam Trachemys Scripta. Spesies Trachemys scripta saat ini beranggotakan 14 subspesies yang berada di daerah Amerika Serikat, dari Mexico dan Amerika Tengah dan dari selatan ke Brazil.
Nama ilmiah RES yang disepakati adalah Trachemys scripta elegans. Dulu, RES terdaftar di bawah keluarga Chrysemys atau Pseudemys.
Ukuran : Pejantan dewasa normalnya berukuran 5-8 inchi, sedangkan betinanya sekitar 10-12 inchi.
Kelamin : Pejantan memiliki tubuh yang lebih kecil dari betina. Pejantan dewasa menumbuhkan kuku depan lebih panjang daripada betina. Pejantan dewasa juga memiliki buntut yang lebih panjang. Pada pejantan, lubang pengeluaran berada lebih jauh dari tubuhnya daripada milik betina. Buntut pejantan lebih tipis di pangkalnya dibanding betina. Terkadang sulit untuk menentukan jenis kelamin dari bayi RES.
Pertumbuhan : Kematangan seksual pejantan dapat dilihat dari ukurannya, ketika ukurannya mencapai sekitar 3-4 inchi. Tergantung dengan perawatannya, ukuran ini bisa tercapai dalam 2-4 tahun. Untuk betina, umur lebih menentukan kematangan seksualnya ketimbang ukuran. Di alam liar, betina akan mencapai kematangan seksualnya antara 5 dan 7 tahun. Betina dewasa biasanya memiliki ukuran tempurung sekitar 5 1/2 inchi atau lebih. Di penangkaran, bila mereka dipelihara dengan perawatan yang tepat tanpa hibernasi, kematangan seksual dapat diraih setelah 2 1/2 tahun (jantan) 3 1/2 tahun (betina). Pertumbuhannya akan bisa lebih cepat lagi, apabila bayi dan ‘balita’ RES di beri makanan berprotein tinggi (20 – 50%). Apabila kematangan seksual telah tercapai, persentase protein harus dikurangi hingga hanya 25% saja.
Umur : Jika dipelihara dalam kondisi yang sesuai, RES mampu hidup antara 20 – 30 tahun atau lebih.
Perubahan Warna : Di berbagai populasi RES, terdapat kecenderungan perubahan warna seiring dengan menuanya RES. Ini biasanya terjadi pada pejantan, yang mana perubahan-perubahan pigmentasi tampak berhubungan dengan produksi hormon pejantan, testosteron, dan demikian juga cenderung berhubungan dengan pertumbuhan cakar depan. Seiring dengan menuanya RES, baik tempurung maupun bagian tubuh lainnya akan berubah menjadi hitam (gelap).
Modifikasi warna : Karena beberapa juta RES diproduksi per tahun untuk dijual keluar Amerika, dan karena para hobiis tertarik untuk menghasilkan warna-warna yang lebih menarik lagi, beberapa perubahan warna sekarang telah tersedia. Warna-warna semacam pastel, albino, kuning, dan lain-lain dapat dihasilkan.
Cara Memilih Kura-kura Brasil (RES)
Pepatah lama bilang: teliti sebelum membeli, biar gak rugi nanti. Nah RES yang dijual dipasaran belum tentu semuanya bagus atau sehat. Berikut adalah tips-tips yang sebaiknya kita lakukan pada saat membeli RES.
1.) Perhatikan kumpulan kura-kura yang akan Anda beli. Pastikan airnya bersih. Kura-kura harusnya terlihat aktif dan waspada. Pilih salah satu yang aktif yang menarik perhatian Anda.
2.) Ambillah. Kura-kura tersebut harusnya terasa memiliki berat yang memadai. Jika kura-kura tersebut aktif selama berada di tangan Anda, gerakan-gerakan kakinya dapat memberi gambaran akan tenaganya. Jika kaki belakangnya ditarik perlahan, Kura-kura tersebut harusnya memliki respon yang baik (menarik kakinya kembali). Kura-kura yang sakit biasanya terlihat dari berat yang kelewat ringan, dan mereka memiliki daya respon yang lemah.
3.) Perhatikan baik-baik bagian kepalanya. Matanya harus terlihat terbuka lebar dan cerah. Hindari binatang dengan mata cekung, tertutup, atau berair. Perhatikan bagian pipinya, mereka harusnya terlihat sedikit menonjol dengan ukuran yang sama, ketika kepalanya dilihat dari atas. Hindari binatang yang salah satu pipinya cekung ke dalam atau lebih besar ketika di bandingkan.
4.) Perhatikan bagian kaki-kakinya, pastikan tidak ada luka ataupun pembengkakan yang aneh. Periksa juga bagian ekor, apakah ada luka atau pembengkakan aneh juga.
5.) Sekarang perhatikan tempurungnya. Periksa apakah ada luka atau tanda-tanda infeksi baik di bagian karapas (tempurung) ataupun bagian bawah tubuhnya. Bentuk infeksi tersebut akan tampak seperti potongan kecil berwarna gelap/terang yang tidak biasa pada tempurung atau bagian bawahnya. Sementara memegang kura-kura itu ditangan, tekan tempurungnya perlahan-lahan. Jika terasa lembut dan lentur, jangan pilih kura-kura tersebut. Tempurung yang lembek atau lentur adalah tanda-tanda dari penyakit tulangย (metabolic bone disease). Cara lain untuk mengetahui radang tulang adalah dengan menekan secara perlahan bagian pinggiran tempurung yang tipis (sisi belakang tempurung). Kura-kura yang mengalami radang tulang akan memiliki sisi-sisi tempurung yang lentur. Jika gejala radang tulang itu tidak begitu parah, seekor kura-kura dapat dirawat dengan cara memberikan makanan yang banyak mengandum kalsium dan tambahan vitamin D3.
Bila semua ‘tes’ tersebut telah dilaksanakan dan hasilnya baik, maka, belilah kura-kura tersebut. B)
