Disini Telah Meninggal…

aku ingin keluar sebentar, bung!
hingga suatu saat
kita saling memasang nisan
pada pikiran-pikiran kita,
pada kata-kata,
pada khayalan
pada prasangka
pada mulut-mulut kita yang kumuh.

aku ingin pergi sebentar, bung!
hingga pada tanah ini
kita gali
untuk tawa
untuk kebersamaan kita
untuk lima jari yang selalu kita adu
hingga air mata melamurkan
bau busuk bangkai mereka

2 thoughts on “Disini Telah Meninggal…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 4 =