kukira akan datang hujan senyum
tapi tidak
hujan luka dan penderitaan
merambat dari langit tak terduga
kau, datang begitu saja
menghadirkan satu lembaran putih
yang tersobek
aku tersenyum waktu
luka itu kembali
aku tahu ada bahasa yang lari
dari tempatnya
kukira kau akan hadir
dalam bayang mimpi malamku
tapi tidak, bahkan dalam angin pun
bisikmu hilang
aku tak tahu
apa kau menari atau menangis
tapi aku tahu kenapa
bila dua hal itu terjadi
kau selalu hadir
dalam satu lagu yang tak pernah
mau kau dengarkan
dan saat itu, aku
duduk dalam ruang temaram
penuh asap dan angin purba
“jaman berubah,
waktu terus berjalan,
dan semuanya menjadi remeh”
sekali waktu, luka dikaki
sering berkata itu
tapi tidak
kita memang harus bicara
entah sebagai apa
kita harus bertemu
entah untuk apa
ada kado yang belum kuberikan
entah itu apa
tapi hatiku bilang begitu
– kita harus jumpa –
4:16 AM 5/13/03