Category Archives: Dedicated

Ini merupakan kategori yang dikhususkan buat member yang telah memposting 10 atau lebih puisi.

Fleur

Mawar yang mekar dihadapanku
layu mati karena ku
tak rawat tak siram dengan ketidakpedulianku
terhadap segala sesuatu yang harusnya ku siram dan ku pupuk
dengan curahan air dan hara yang seharusnya kupunya
tapi tak kupunyai
karena memang aku ini
kering

Kenapa kau mintakan dariku sikat mawar
padahal kau tahu aku ini gersang
tak ada hujan tak ada awan
yang bergulung dalam diriku hanyalah pasir

Kenapa kau mintakan dariku segelas air
padahal jelas bagimu aku ini kering
apakah ini sebuah ejekan darimu
dengan tawa yang melambai dari ujung jubahmu

dengan apa adanya
hari ini aku kirimkan padamu bunha gurun
memang tak indah dia
tapi tumbuih di atas media yang langka
sebuah cinta asli bukan ilusi.

Kereta Takdir

Terlampau cepat kau melaju..
Hingga jiwaku terurai oleh kencangnya angin berhembus.
Buyar sudah harapan dan mimpi
Semua sahabat dan orang terkasih menghilang sekelebatan mata

Aku tetap terbawa dan tak dapat berhenti
Tak ada lagi pikiran statis untuk merenung
Tak dapat lagi kusesali serpihan-serpihan yang telah menghilang

Hanya berharap kereta ini berhenti
Entah di kaki langit atau di dasar bumi
Selamat tinggal temanku yang terkasih

Bau Kaki

dalam deru geram mesin manusia
dalam deru redam rintih manusia
ada …..
mengambang dalam nafas
tembus malam arungi siang

kalau ingin dengar buka mulut
kalau ingin bicara buka telinga
dan dunia terombang terbalik terambing terbolak
dalam satu telapak kaki bau milik populi

Ego dalam kubik

Kalimat yang terlontar hari itu..
seharusnya tak pernah kuucapkan.
Sungguh buruk akibat yang kusebabkan karenanya.

Terkurung…
Tak mampu bergerak bebas…
Nafasku nyaris tak bersambut dengan udara bebas
Aku tertipu…

Hanya karena terbuai oleh hukum medan magnet, aku lupa diri.
Bahkan otak kiriku menjadi bebal.
Kakiku yang sudah terbiasa mampu menumpu beban, kini menjadi lemas bergantung.

Kupaksakan mulutku dengan gulali omong kosong. Hingga hanya manis yang kurasakan.
Lupa akan ke’alpa’an air jernih yang lebih menyegarkan.
Situasi yang terus menerus kuulang sendiri.
Sampai tebal rasanya kulit ini.
Tak dapat lagi tertembus oleh kritikan pedas dari dunia.

Sungguh aku tertipu…
Sungguh aku lupa diri…
Sungguh…
Aku hanya manusia…

kelu

kegelapan hinggapi diriku
bibirmu tak lagi bicara
namamu tak lagi disebut
rasa rindu tanpa balas dan membuatku tak berarti

kau yang membawaku kesana
dunia penuh makna dan warna
akankah tetap bermakna tanpa senyummu
masihkah berwarna tanpamu

lautan air mata seakan tak berarti
dapatkah kau kembali…
penuhi hidupku dengan canda, impian dan harapan

realita kehidupan yang berjalan membuatku semakin hilang
dan terbuang….
kuhanya terduduk di liangmu
tanpa hasrat menggebu seperti dulu

ayat-ayat tentang cinta dan sayang
kusenandungkan untukmu
masihkah kau dengar dan terharu?

Percayalah

Here i am , This is me ,
I come to this world
so wild and free…
Here i am , so young
and strong , right here
in the place where i belong(Here I Am, Bryan Adams)Suatu hari nanti,akan kau rasakan gurihnya krupuk.Suatu hari nanti,akan kau rasakan begitu menyenangkannya tertawa.Suatu hari nanti …tangismu adalah penyuciansakitmu adalah obatkecewa itu sampahkepuasan itu perangkap.Suatu hari nanti,akan kau alami terus berlari,mengarungi bulan memadamkan matahari.Suatu hari nanti,percayalah,aku akan selalu adasebagai detak jantungmu,yang tak pernah kau mengerti cara kerjanya

BASED ON TRUE STORY

kemarin… kulihat seorang pria,
memang hanya pria… pria biasa…
ia tertawa lepas tanpa beban diatas motor,
motor biasa… tak istimewa….

dengan satu tangan ia membawa
bukan karena sengaja.. memang tak punya

lengan baju kiri mengayun tertiup angin…
melangkah ke dalam masjid
membasuh muka penuh hikmat meski kurang nikmat
mengangkat tangan dan berucap
“ALLAHHUAKBAR”

tanpa tangan kiri ia tertawa……
tanpa lengan kiri ia berdoa….

mengapa kita tidak….
2 tangan kita punya….
kendaraan mewah kita punya….
hidup hampir sempurna

lihat….
seorang pria sederhana, bertampang biasa, dan
…. tanpa lengan kiri…..
masih bisa berdoa kepadaNYA,
masih bisa bersykur kepadaNYA,

mengapa kita tidak bisa seperti dia????
haruskah ALLAH mencabut 1 lengan agar kamu berdoa????

Pria dan Cinta

lihat….
sinar mentari t’lah datang
beri kesejukkan bagi yang hilang
akan jiwa dan kata sayang

lihat…
seorang pria tertatih menghampiri
untuk gadis yang cerahkan hidupnya
seperti mentari
bagai cahaya bulan terangi malam.

dengarlah…
suara burung bernyanyi
seakan menyambut….

seorang pria dengan keteguhan hati
sebrangi lautan dengan penuh sesak
lewati hutan dengan luka
tuk hapuskan rindu

tebarkan senyum
rentangkan tangan
tuk menyambutnya

senyummu kan hilangkan sesak didada
basuh tubuhnya tuk hilangkan luka
raih hatinya dengan cinta