Category Archives: Dedicated

Ini merupakan kategori yang dikhususkan buat member yang telah memposting 10 atau lebih puisi.

ririe

Tuhan, terima kasih kau berikan kesempatan untukku…
mungkin hanya untukku
kutelah bertemu dengannya
masa laluku….
masa kecilku ….
masa indahku …
tuhan, tolonglah
bantu aku untuk selalu bersamanya
mengenang hari-hari penuh tawa
mengarungi hidup dengan canda
hingga mengerti arti bahagia

Kuingin Lagi….

malam sunyi menghiasi hariku di tengah kesepian
hembusan angin tak lagi sejuk malah menusuk
bintang dimanakah engkau?
kurindukan cahayamu….

kupendam kerinduan hingga menjadi lubang
yang penuh angan dan impian
tak lagi kuberlari dalam riuh kehiduan
hanya malam dan keheningan

dimanakah mentari saat kucari?
terlambatkah aku menyadari?keluguan yang dihiasi senyum tertahan penuh makna

turunkah rembulan saat kupanggil?
kumengelak dengan dalil….
semua tentangmu, yang selalu menari dalam mimpi

bibir ini berkata muak
namun hati berkata tidak
adakah kesempatan lain untukku?
berharap akan rindumu yang telah lama menjadi debu

aku, dia dan hilang

kawan lihatlah…
awan gelap nan pengap
langit cerah tak lagi tertawa
redup, bagai lentera yang diterpa angin

intuisi menyayat hati anak manusia
raungan seorang pria yang terluka karena cinta

salahkah dia?
namamu yang kupuja tak lagi berduka
aku berdiri di tangga rapuh
melangkah dan terjatuh

aku, dia, dan mereka
tak ada yang sempurna
kotornya aku…
tak lagi tertawa hanya diam dan menderita

Kita adalah Binary

Ada saat dimana ku sendiri
Terdiam dan tersungkur tak bergerak
Di tengah hamparan kekosongan alam pikiran
Tanpa tersentuh oleh panas dan sejuk
Hanya terdiam dan disertai oleh dialog batin …

1 : Sudah selesaikah ?
0 : Belum, aku masih menunggu
1 : Cepatlah tersadar, perjalanan masih panjang
0 : Apa maksudmu ? Aku kehilangan arah
1 : Tolol! Kau memiliki penunjuk arah
0 : Sudah kubuang jauh-jauh hari
1 : Apa ? (setengah membentak)
0 : Bisakah kau diam? Aku sedang beristirahat sejenak
1 : Kau sudah beristirahat sejak berabad-abad silam!
0 : Ya, tapi aku masih lelah, memang aku ditugaskan untuk diam
1 : Lalu ? Kau pikir aku tidak mengenal lelah ?
0 : Hei! Itu kan tugasmu
1 : Tapi aku muak!
0 : Luapkan protesmu pada pencipta kita
1 : Dan kau pikir akan berubah begitu saja? Tentu saja tidak! Semua umat sudah terbiasa
dengan keadaan ini.
0 : Berarti aku tidak salah. Sudah aku mau tidur..
1 : (Menggerutu)

Mereka meneruskan kesibukan itu hingga akhir jaman
Dengan rasa puas dan kesal
Dengan rasa bosan dan pasrah

Aku dan Penghujung Malam

Malam akhir ini terasa angin enggan bertiup
kalaulah aku tak bisa katakan
janganlah pintu kau tutup
tak kau lihat bahwa aku menunggu di ambang pintu
kau usir aku dengan pintu yang dibanting

Penghujung malam t’lah mampir
mengetok pintu dan t’lah ucapkan salam
tak usah didengar jawab dariku
masuklah kau dan ceritakan padaku kisah cucu Adam di malam yang lewat
adakah kau dengar salam untukku?

Dering telepon di sampingku seakan-akan membawakan sesuatu
entah itu hanya perasaan sesaat
atau kegalauan dalam jelmaan
ya kutahu matahari t’lah tampak dan kau ingin meneruskan kembaramu
selamat tinggal
sampaikan salamku pada saudara-saudaraku
yang kau hampiri dan berbagi kisah denganmu.

Ke”AKU”an.

Lepaskan segala kata itu
jangan ikat diri dengan kalimat itu
biarkan jiwa bebas menari dalam pusaran
yang berpusar pada sumber segala kata

Kata Akulah yang mengikat dirimu
lepaskan seluruh kalimat dari “aku” “kamu”
dialah dualitas itu
bukan ke-Tunggal-an seperti yang dikira

Masih bergunakah kata aku
bagi lilin yang menghadapi pelita semesta ini
bagi segala hewan hutan dihadapan sang Singa

lepaslah keakuanmu dan terimalah pancarn cinta dari dari-Nya
seperti Musa di Thursina
Ibrahim dan Apinya
Mushtafa dan perangainya.

Kecil Hati

Saat ini aku bimbang,
bimbang tak perlu yang kucari sendiri
Mulai takut pada usiaku yang bertambah
Mulai ragu pada diriku yang belum bisa apa-apa
Belum pernah kurasakan kesusahan mencari rejeki
Belum pernah kurasakan sakitnya melahirkan jiwa
Belum pernah pula kurasakan sulitnya membina keluarga

Sudah dewasakah aku?
Masih terlalu mudakah aku?
Apakah aku sudah siap membela hak milikku?
Apakah aku sudah berani memiliki sesuatu?

Bahkan jalanku belum lurus
Bahkan aku tidak bisa teriak kesal
Bahkan aku tidak dapat memilih musuh
Bahkan aku belum bisa mengasihi dengan sungguh-sungguh

Aku malu…
Pada usia dan jalan yang selama ini kulalui
Pada keluarga yang menyokong punggungku
Pada teman-teman yang selalu mendukungku
Karena ternyata,
Aku belum menjadi siapa-siapa

๐Ÿ™

Hening

Hening ini mempunyai sejuta makna
yang berdiam di dalamnya
bisu tampaknya
tapi dia sebenarnya ribuan kata

Segala kemagisan ini
mengejewantah dalam hening

Kata apa?
hening
suara apa?
Bisu
Dengar apa?
Sunyi
Merasakan apa?
…..

Mawar merah mekar dalam hening
gincu merah bibirmu, mengecupku dalam sunyi
tak perlu berkata
karena hening itu bermakna
Cinta.

penantian

1…2…3…4…5
UH..
6…7…8…9…10…
lelah…
terlalu lama ku menunggu
1…2…3…
kucoba menghitung kembali
namun…tetap tak ada
4…5…6…
(plung…???)
aaaaahhh…
akhirnya….
ia keluar
penantianku tidak sia-sia
perutku merasa lega….