Category Archives: Dedicated

Ini merupakan kategori yang dikhususkan buat member yang telah memposting 10 atau lebih puisi.

Gelap

Sunyi merayap dalam hening
baik dalam diri
baik dalam ramai

kabut gelap sunyi merubungi hati
Bah… kenapa harus sunyi
Kepalaku pun terilhami

Apa karenanya cinta hadir
Apa mungkin sunyi yang menghadirkan rindu

Walaupun kubisa jujur
Sunyi mendatangiku dan memberikanku…
akan cinta

Girat-gurat wajah sang kekasih
terlukis dalam sunyi

Tertidurku dalam sunyi

Persimpangan

Aku menunggu cinta hadir di persimpangan
persimpangan jalan hidup manusia
jalan dipadati oleh berbagai peristiwa
peristiwa duniawi

Bosan sudah kumenunggu cinta hadir
walaupun hanya mampir sejenak saja
untuk memberikan warna pada hidupku
diatas kanvas-kanvas peristiwa

perlahan tapi pasti kulukis rinduku
guratan sedih tercampur warna temaram
bulir airmata jatuh diatas kanvas
melunturkan cat minyak kehidupan

Dua Hati

Dua hati bertengger diatas pohon kehidupan
Berkicau ria tentang nyanyian cinta
Sedih dan duka dilantunkan pelan
Senang dan gembira dilantunkan semangat

Kicau riangdua hati di pohon kehidupan
Nyanyi senang tentang cinta
Ah… mungkin kodratku tuk sengsara
Dalam kehidupan cinta di dunia ini

Lantunan sedih sedih melantun menyayat
Mengiris kembali torehan dalam jiwa
Perih sungguh perih
Airmata menetes tetes demi tetes

Membasahi pembaringanku di dunia
diantara tanah merah dan papan
lapuk dimakan rayap
menangisku di pembaringan selamanya.

Ini

Huffff, ini blog masih tambal-sulam, masih sering diutak-atik. Kalo ada yang aneh, (entah itu tampilan, halaman yang rusak, kasih tau ya).

Duhh, dua hari hendak ke bandung, pikiran gue rasanya gak keruan, disini lagi banyak kerjaan juga, biasa, tugas dari Pak Jendral (babeh), nyampe bandung insaalah langsung nulis skrip 10 episode (untung cuma durasi 2 menit-an), belom legalisir ke Kanwil (nasib sma swasta…) dan yang ditunggu-tunggu, reunian! ๐Ÿ™‚

Rungsing!

Tentang Jantungku yang Gaduh

Tuhan,
aku rindu Ramadhan-Mu
dimana Kau tanduskan
tanah-tanah dosa
dalam jiwaku.

Tuhan,
aku digelitiki iri hati
kumohon dengan sangat,
bebaskan aku!

Tuhan,
aku rindu Syawal-Mu
satu hari itu,
jiwaku yang membangkai
kau harumi dengan
keikhlasan.

Hari ini dadaku sesak!
kuminta dengan sujud,
redakanlah!

Mei 2004

Disini Telah Meninggal…

aku ingin keluar sebentar, bung!
hingga suatu saat
kita saling memasang nisan
pada pikiran-pikiran kita,
pada kata-kata,
pada khayalan
pada prasangka
pada mulut-mulut kita yang kumuh.

aku ingin pergi sebentar, bung!
hingga pada tanah ini
kita gali
untuk tawa
untuk kebersamaan kita
untuk lima jari yang selalu kita adu
hingga air mata melamurkan
bau busuk bangkai mereka

Tuhan, Izinkan Aku Amnesia

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki pecinta buku persis seperti diriku.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki penyuka seni persis seperti yang aku cari.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki yang bercita-cita menjadi ayah yang baik.
Persis seperti penggenap kekosongan hatiku yang nyaris mati

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki penyubur mesjid,
sosok imam keluarga yang aku damba.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki yang ternyata manusia
yang dengan kealpaannya,
hari ini membuatku meneteskan air mata.

Tuhan, sungguh, tolong izinkan aku amnesia dari namanya!

(24 Mei 2004)

AYOLAH!

AYOLAH AIR MATA! KELUARLAH!
BUAT AKU SENANG SEDIKIT!
SEPERTI SAAT DICEMBURUI PENIS KU SENDIRI

AYOLAH AIR MATA! MENETESLAH!
BIKIN AKU TENANG SEDIKIT!
SEPERTI TANGIS IBUKU
MENYAKSIKAN AKU DIAM
SAAT KELUAR DARI RAHIMNYA

MENGALIRLAH!
BERKEJARANLAH DI PIPIKU!
CIPTAKAN KEDAMAIAN
KARENA MENCINTAI
LAYLA!

( Akbar Tajri )

Kembar Siam

Elang,
Aku menyukaimu seperti aku menyukainya
Aku ingin bersamamu seperti aku ingin bersamanya
Aku ingin menyayangimu seperti aku ingin menyayanginya
Aku ingin melindungimu seperti aku ingin melindunginya
Aku ingin tersenyum untukmu seperti aku ingin tersenyum untuknya
Aku ingin menangis untuk dukamu seperti aku menangis untuk dukanya
Aku akan mendoakanmu seperti selama ini aku mendoakannya,

Kufikir, tak perlu operasi untuk semua ini.

( — Layla — )

Menawar Tuhan

Ibu, semalam aku menangis
ketika seseorang yang aku sayang
memintaku pergi

Ibu, engkau pasti berkata
“Allah tahu yang terbaik bagi hambaNYA, Nak”

aku tahu, ibuku sayang
tapi boleh ‘kan aku tetap berdoa
agar ia yang terbaik untukku itu??

(4 Februari 2004, 07.45)