Category Archives: Dedicated

Ini merupakan kategori yang dikhususkan buat member yang telah memposting 10 atau lebih puisi.

Kenapa kau terus tanyakan kapan layang akan datang?

bahkan tak kurasakan manisnya gula-gula itu.
jadi kenapa kau terus bertahan dengan kalimat itu?

kukatakan sedang naikkan layang itu.
jadi kenapa harus menahan majas gula-gula mu?

kau terlalu menghakimi
aku sebagai napi remaja
yang lincah
hingga ingin terus kau cubit
karena membuatmu gemas.
tak benar masalah untuk ku.

tak ingin hati ini kau siksa.
tapi ia akan menuntutmu
di pengadilan hak asasi manusia
dengan tuduhan memenjarakan
kebebasan mempunyai perasaan mencintai.

aku curiga kau berniat begitu.

kau yakini Tuhan.
kenapa kau harus menuhankan diri dengan majas gula-gula mu?

kau percaya semua kemungkinan.
jadi, kenapa terus bertanya-tanya kapan layang akan datang?


===========================
Akbar.
2:57 PM 7/16/2003
*kau lah layang itu, kau ada, tinggal ku naikkan.”

Jadi kenapa ya???

Kenapa harus kutangisi
Karena tak jadi lelakimu

Kau akan mati esok
Hulu sejarah dunia
Akan cerita pada langit
Kau pernah lahir
dan bertemu aku

Kenapa harus ku merajuk
Karena Tuhan tak menjadikan aku
kiriman-Nya untukmu

aku akan mati esok
akan jadi cerita hangat
aku pernah lahir
dan bertemu kau


==================
Akbar.
Bandung, 12/08/2003

Di sini

Kau menyelinap melalui kedua bola mataku, menyempitkan
rongga-rongga saraf, dan tertahan di sini….

Ya, di sini!
Tidakkah jariku telah menunjukkan letak hati dengan benar?


===================
Akbar.
Bandung, 20 Februari 2003

Jika

Jika, Saat itu ku mengerti akan maksudnya, Mungkin saat ini akan beda jadinya

Jika… Saat itu ku Begini maka akan begitu

Jika… Aku begini apakah akan begitu?

Huh, kalo semua “Jika” itu terwujud maka akan bangkrut neraka…


=======================
Aves.

Aku Ingin Mencintai Jiwamu

Hati-hati!
Bila hari ini ku bilang kau cantik.

Awas!
Jangan percaya kata-kataku
Mengenai gigimu yang rapih.

Tinggalkan saja aku!
Kalau kau mendengar artikulasi bibirku ;
?Kulitmu bening, sebening embun?

Pejamkan matamu!
Ketika air liurku yang menetes
Membisikkan bahwa matamu indah.

Karena satu saat, wajahmu, gigimu, kulitmu, matamu, jadi seperti organ tubuh kambing, kau akan menyaksikan aku pergi tanpa menoleh ke belakang.

-Aku ingin mencintai jiwamu-


===================
Akbar.
Bandung, 8 Maret 2002