Jangan bicara tentang
menjadi lebih baik.
Kau atau aku
tak benar tahu
Tak perlu paksa aku
temukan bunga lain.
jelas tak pernah
ku tersesat
di kelopaknya.
====================
Akbar.
4:39 PM 7/21/2003
Jangan bicara tentang
menjadi lebih baik.
Kau atau aku
tak benar tahu
Tak perlu paksa aku
temukan bunga lain.
jelas tak pernah
ku tersesat
di kelopaknya.
====================
Akbar.
4:39 PM 7/21/2003
Hitam adalah warna yang khas
pada jalan diantara kepala dan hati
Aku sangat ingin tahu
Kenapa aku tiba-tiba mencintaimu
====================
Akbar.
Bandung, 2 Juli 2003
bahkan tak kurasakan manisnya gula-gula itu.
jadi kenapa kau terus bertahan dengan kalimat itu?
kukatakan sedang naikkan layang itu.
jadi kenapa harus menahan majas gula-gula mu?
kau terlalu menghakimi
aku sebagai napi remaja
yang lincah
hingga ingin terus kau cubit
karena membuatmu gemas.
tak benar masalah untuk ku.
tak ingin hati ini kau siksa.
tapi ia akan menuntutmu
di pengadilan hak asasi manusia
dengan tuduhan memenjarakan
kebebasan mempunyai perasaan mencintai.
aku curiga kau berniat begitu.
kau yakini Tuhan.
kenapa kau harus menuhankan diri dengan majas gula-gula mu?
kau percaya semua kemungkinan.
jadi, kenapa terus bertanya-tanya kapan layang akan datang?
===========================
Akbar.
2:57 PM 7/16/2003
*kau lah layang itu, kau ada, tinggal ku naikkan.”
Kenapa harus kutangisi
Karena tak jadi lelakimu
Kau akan mati esok
Hulu sejarah dunia
Akan cerita pada langit
Kau pernah lahir
dan bertemu aku
Kenapa harus ku merajuk
Karena Tuhan tak menjadikan aku
kiriman-Nya untukmu
aku akan mati esok
akan jadi cerita hangat
aku pernah lahir
dan bertemu kau
==================
Akbar.
Bandung, 12/08/2003
Aku suka suara indah itu
Menyebut gila
ketika mendengar
“Aku inginkan kau”
=======================
Akbar.
Bandung, 2 Juli 2003
hati ini…
di tengah tangis
dan kesal
dan senyum penuh harap
dan putus asa
dan umpatan…
-ia masih mendoakan sesuatu-
11:43 PM 8/6/2003
Kau menyelinap melalui kedua bola mataku, menyempitkan
rongga-rongga saraf, dan tertahan di sini….
Ya, di sini!
Tidakkah jariku telah menunjukkan letak hati dengan benar?
===================
Akbar.
Bandung, 20 Februari 2003
Jika, Saat itu ku mengerti akan maksudnya, Mungkin saat ini akan beda jadinya
Jika… Saat itu ku Begini maka akan begitu
Jika… Aku begini apakah akan begitu?
Huh, kalo semua “Jika” itu terwujud maka akan bangkrut neraka…
=======================
Aves.
Hati-hati!
Bila hari ini ku bilang kau cantik.
Awas!
Jangan percaya kata-kataku
Mengenai gigimu yang rapih.
Tinggalkan saja aku!
Kalau kau mendengar artikulasi bibirku ;
?Kulitmu bening, sebening embun?
Pejamkan matamu!
Ketika air liurku yang menetes
Membisikkan bahwa matamu indah.
Karena satu saat, wajahmu, gigimu, kulitmu, matamu, jadi seperti organ tubuh kambing, kau akan menyaksikan aku pergi tanpa menoleh ke belakang.
-Aku ingin mencintai jiwamu-
===================
Akbar.
Bandung, 8 Maret 2002
hati ini…
di tengah tangis
dan kesal
dan senyum penuh harap
dan putus asa
dan umpatan…
-ia masih mendoakan sesuatu-
===================
Akbar
11:43 PM 8/6/2003