Obrolan kita dipeloloti tarif pulsa.
Ah, andai aku anak presiden.
Sudah ku sunting kau.
===============
Akbar.
6 Februari 2003
Obrolan kita dipeloloti tarif pulsa.
Ah, andai aku anak presiden.
Sudah ku sunting kau.
===============
Akbar.
6 Februari 2003
Salam untuk seseorang
Yang sedang tertawa di sana.
Menggeliat di tempat tidur, mungkin,
Menyaksikan indahnya acara televisi,
Bersenda gurau atau menikmati udara
Segar dunia bersama pacar.
-Pokoknya salam saja!-
Salam untuk seseorang
Yang,?
Sedikitnya manis walaupun tidak cantik.
Anggrek yang setidaknya
Mengikat hatiku, akar-akar jiwanya
Yang menusuk jantungku, baunya yang
Membuat gemetar lambungku,
Atau sedikitnya, suaranya yang menampar pipi.
-Sampaikan saja salam untuknya-
===============
Akbar.
30 Maret 2002
Wajah dunia pucat.
Parade para waria berpesta.
Lalu di lanjutkan dengan karaoke,
Atau berenang di lubang yang salah.
======================
Akbar.
Bandung, 7 Februari 2002
Kau mungkin bukan mawar.
Tapi tak apa.
Akupun tidak begitu
menyukai mawar.
Aku pikir anggrek itu
lebih indah.
Jangan marah jika aku
menyamakanmu dengan anggrek.
Bulan!
Aku harap kau punya bulan
seperti anggrek punya.
Wangi yang tidak tercium
yang mawar tidak punya.
======================
Akbar.
11 Januari 2002
Pagi ini,
Aku bercermin
Agh ?
Kenapa rambutku jadi keriting.
=================
Akbar.
Jatinangor, 7 Januari 2002
?Ujian akhir yang membuatku sedikit tersenyum?
Andai saja semua wanita sepertimu.
Mungkin aku sudah menerbitkan
Paling sedikit 7500 jilid buku.
Antologi puisi.
========================
Akbar.
Bandung, 9 Februari 2002
Aku?
Aku?
Aku?
Aku?
Aku?
Akh, tidak usah ku lanjutkan!
Nantinya aku tidak mau
Kita sama-sama muntah,
Dan berakhir dengan minum
Obat anti masuk angin.
===================
Akbar.
Bandung, 9 Februari 2002
Maaf.
Masih besar energi ku punya
untuk membuatnya
menjadi sebuah persamaan garis.
=======================
Akbar.
4:36 PM 7/21/2003
ingin ku menjelma jiwamu.
pergi ke tempat impianmu.
menyaksikan langit
bersama setangkai senyum-senyum,
berpikir pasti suatu saat
akan dapat sebuah jawaban
dari satu pertanyaan;
‘apakah Tuhan menyapa ku’
ingin ku rasa nalurimu.
menampar matahari dengan tanganmu.
menertawakan ketakutan
dengan rasa takut
menghantui kesenangan
dengan senang
berkelahi dengan pernyataan
yang kurang argumentasi
sehingga tidak logis.
ingin ku jadi lelakimu.
pegang erat tanganmu.
bertahan pada secuil pendapat
tentang perasaan
yang pada inversnya,
ia menjadi tak hingga.
kalimat terakhir tidak mungkin, ya?
========================
Akbar.
9:48 PM 7/14/2003
tak berani
ku buat kesimpulan
tentang apa pun.
aku dan kau
adalah gambar
yang terus diputar ulang
hingga kusut.
entahlah.
tentangku,
apa yang kau rasakan?
Kalau aku,
cukup senang
menunggu apa kata Tuhan
tentang kita
=======================
Akbar.
8:21 PM 8/27/2003