Category Archives: Overdrie

Kalimat terakhir tidak mungkin, ya?

ingin ku menjelma jiwamu.
pergi ke tempat impianmu.

menyaksikan langit
bersama setangkai senyum-senyum,
berpikir pasti suatu saat
akan dapat sebuah jawaban
dari satu pertanyaan;
‘apakah Tuhan menyapa ku’

ingin ku rasa nalurimu.
menampar matahari dengan tanganmu.

menertawakan ketakutan
dengan rasa takut
menghantui kesenangan
dengan senang
berkelahi dengan pernyataan
yang kurang argumentasi
sehingga tidak logis.

ingin ku jadi lelakimu.
pegang erat tanganmu.

bertahan pada secuil pendapat
tentang perasaan
yang pada inversnya,
ia menjadi tak hingga.

kalimat terakhir tidak mungkin, ya?


========================
Akbar.
9:48 PM 7/14/2003

UNTITLED

tak berani
ku buat kesimpulan
tentang apa pun.

aku dan kau
adalah gambar
yang terus diputar ulang
hingga kusut.

entahlah.
tentangku,
apa yang kau rasakan?

Kalau aku,
cukup senang
menunggu apa kata Tuhan
tentang kita


=======================
Akbar.
8:21 PM 8/27/2003

Kenapa kau terus tanyakan kapan layang akan datang?

bahkan tak kurasakan manisnya gula-gula itu.
jadi kenapa kau terus bertahan dengan kalimat itu?

kukatakan sedang naikkan layang itu.
jadi kenapa harus menahan majas gula-gula mu?

kau terlalu menghakimi
aku sebagai napi remaja
yang lincah
hingga ingin terus kau cubit
karena membuatmu gemas.
tak benar masalah untuk ku.

tak ingin hati ini kau siksa.
tapi ia akan menuntutmu
di pengadilan hak asasi manusia
dengan tuduhan memenjarakan
kebebasan mempunyai perasaan mencintai.

aku curiga kau berniat begitu.

kau yakini Tuhan.
kenapa kau harus menuhankan diri dengan majas gula-gula mu?

kau percaya semua kemungkinan.
jadi, kenapa terus bertanya-tanya kapan layang akan datang?


===========================
Akbar.
2:57 PM 7/16/2003
*kau lah layang itu, kau ada, tinggal ku naikkan.”

Jadi kenapa ya???

Kenapa harus kutangisi
Karena tak jadi lelakimu

Kau akan mati esok
Hulu sejarah dunia
Akan cerita pada langit
Kau pernah lahir
dan bertemu aku

Kenapa harus ku merajuk
Karena Tuhan tak menjadikan aku
kiriman-Nya untukmu

aku akan mati esok
akan jadi cerita hangat
aku pernah lahir
dan bertemu kau


==================
Akbar.
Bandung, 12/08/2003

Di sini

Kau menyelinap melalui kedua bola mataku, menyempitkan
rongga-rongga saraf, dan tertahan di sini….

Ya, di sini!
Tidakkah jariku telah menunjukkan letak hati dengan benar?


===================
Akbar.
Bandung, 20 Februari 2003