Category Archives: Blog

Kolektor Zippo

Sejauh yang gue tau, ada beberapa tipe pemilik Zippo:

1. Kolektor murni. Mereka ini tidak merokok, tpi mengoleksi Zippo.
2. Pengguna. Biasanya cuma punya satu dua Zippo yang digunakan secara rutin dan tidak terobsesi untuk memperbanyak koleksinya.
3. Kolektor dan pengguna. Terus menambah koleksinya dan hanya menggunakan beberapa Zippo saja untuk sehari-hari, sisanya disimpan dalam kondisi masih tersegel rapih.
4. Investor. Ini adalah orang yang sangat mengerti arti Zippo secara ekonomi. Dia menyimpan koleksi Zippo yang diperkirakan akan menjadi langka dan memiliki nilai jual yang tinggi.

What My Toilet and Bathroom Means to Me

Gw suka browsing di wc, hal lainnya adalah membaca buku, terutama buku yang ribet, yang sulit untuk dipahami.

Belakangan ini sangat jarang gw menyengajakan waktu membaca buku; salah satu side effect dari internet dan multimedia digital. Nah di WC inilah kegiatan tersebut masih terjaga.

Gue juga gak begitu ngerti kenapa wc menjadi tempat yang pas buat menyelami buku-buku yang ribet. Mungkinkah karena tingginya privasi yang diberikan ruangan tersebut. Yang mana pada akhirnya membawa kondisi psikologis yang tenang dan fokus.

Di wc hanya ada kita, berhadapan dengan diri kita. Untuk suatu kegiatan yang jelas semua orang mengerti untuk tidak mengganggu. Mungkin karena itu pikiran jadi tenang dan fokus.

Efek jeleknya, jadi lama di wc….

a brief history of private toilet in indonesia 1

Sejauh pengamatan pendek saya, kebudayaan asli Indonesia tidak mengenal budaya memelihara toilet seperti sekarang ini; sebuah ruang yang sangat privasi.

Dulu selama tinggal di Banten untuk beberapa waktu, saya merasakan buang air di hutan, dan harus mandi di tempat yang notabene galangan sawah tempat orang lewat. Dengan bilik minim menutupi pemandangan dari sawah luas dibelakang, dan ruang terbuka menghadap jalan didepan!

Di Badui Dalam, sampai saat ini wanita-wanitanya masih bertelanjang dada, demi menjaga tradisi. Dan mereka mandi di sungai beramai-ramai, pada pagi dan sore hari, pada jam yang telah ditentukan.

Saya coba search “toilet raja-raja jawa”. Karena saya pikir kalopun ada, wc yang private pasti raja yang punya. Tapi tidak menghasilkan apa pun, nihil.

Entah apa sebetulnya opini publik masyarakat jaman dahulu mengenai kegiatan seputar kakus dan adakah istilah “privasi” dalam ‘kamus’ mereka?

Nampaknya harus diurai dalam beberapa seri tulisan. Ini hanya gumaman-gumaman pribadi, jadi pasti jauh dari ilmiah. Saya harap bantuan data mengenai hal ini, bukan cercaan karena sudah asal jeplak :))

gimana sih cara daftar kaskus, gmail, yahoo, facebook??? dan seterusnya

PERHATIAN:
Bagi anda yang ingin petunjuk praktis cara daftar di kaskus, masuk ke posting saya yang ini :

  1. Panduan Lengkap Mendaftar di Kaskus.us
  2. Bagaimana Cara Menghapus Permanen atau Menon-aktifkan Sementara Akun Facebook?
  3. Bagaimana cara daftar Facebook?

Pagi ini, ketika gw berkendara motor, adek gw kirim BBM menanyakan cara daftar user di kaskus. Kemarin-kemarin gw setengah idup meyakinkan temen kampus untuk bikin email demi kelancaran mengopi tugas :p, dan mendapat jawaban sengit, “ribet ah daftarnya”

Jadi kebiasaannya, belum juga dibuka webnya udah mikir bakal ribet duluan. Itu dulu, sekarang beda. Para webmaster sampe pada sekolah demi menghadirkan interface web yang memudahkan kita menggunakan online services.

Sarangw, ketika ingin mendaftar disuatu layanan online (baik email, forum, social ring). Masuk dulu ke situsnya. Perhatikan baik-baik halaman muka situs tersebut, dan cari link (baik berupa tulisan maupun image) yang berarti; daftar. Rata-rata layanan online bahasa inggris, dan untuk saat ini gw yakin pasti pada ngerti kalimat inggris yang berarti ‘daftar’. Seperti ‘sign up’, ‘register’, ‘join’.

Kebingungan gak jelas berlanjut, setelah masuk ke halaman form daftarnya. Relaks, baca, perhatiin halamannya dari atas sampe bawah, baca dan ikutin aja apa kata petunjuknya. Oops! Setelah klik submit kok balik ke halaman yang sama. Jangan panik, ini terjadi karena ada kesalahan dalam mengisi formulir daftar tadi, entah ada yang kelewat ataupun tidak ikut aturan pengisian (yang angka diisi huruf), atau umumnya username yang kita pilih sudah ada yang pake.

Setelah selesai dari form daftar, perhatikan apa tulisan yang ada dilayar, apakah minta ’email verification’ atau tidak. Kalo gak yakin coba aja langsung login. Kalo ga bisa, segera cek email, adakah email yang datang dari situs yang baru kita daftar tadi. Kalo ada ikutin yang diminta.

Teknis pendaftaran service online yang umum saat ini jenisnya dibagi dua, satu dengan meminta verifikasi email, yang kedua tidak minta verifikasi email.

Jadi kawan-kawan. Kuncinya:
1. Coba dulu, seringkali bayangan itu menipu.
2. Baca dan perhatikan baik-baik halaman web yang sedang anda hadapi. Ikuti petunjuk yang sekiranya bisa membantu ente mencapai maksud ente dengan memasuki situs tetsebut. Stay focus on your purpose.

Broadcasting Nyenius.com (again) to the Webspiders

Webspiders are welcome now!

Setelah selama ini gw salah sangka, bahwa proses crawling yang dilakukan search engine telah memakan space hosting gw, via logfile yang menjadi teramat besar. Yang ternyata disebabkan oleh wordpress, yang membuat dump file berukuran besar ketika terjadi error pada aplikasi itu sendiri.

Dan sekarang, terutama ketika kehidupan cyber gw mulai aktif kembali, oh please come again webspiders, webbot, google, yahoo, Bing, about.org, alexa, anything that good ๐Ÿ˜€

Film Knowing

Gw baru nonton film Knowing (2009). Film ini jauh lebih apik menceritakan tentang peristiwa badai matahari ketimbang film sampah berjudul 2012, meskipun tetep aja aneh.

Selain kepikiran soal bencananya, gw makin sadar betapa komposisi tokoh dalam film begitu berpengaruh terhadap penonton. Semakin banyak kesamaan latar belakang sang tokoh dengan penontonnya, semakin tersentuh/terbawa lah sang penonton ke dalam pesan dari film tersebut.

Kenapa sampai gw tulis mengenai film tahun lalu itu disini? Karena tokohnya seorang ayah single parent yang memiliki satu anak laki-laki yang masih kecil. Dengan kondisi gw yang juga punya anak kecil laki-laki (tapi alhamdulillah ga single parent), mau ga mau gw tersentuh juga dengan perasaan-perasaan Nicholas Cage dalam Film tersebut.

Oooh so sad….

a Hobby

A hobby is something you’d love more than your true obligation. You got to be on top of it, to control it.

Otherwise it’s like other lovely things, it’ll sucks you dry. Mind, body, money.

Playing God; Akuarium Laut

Kemarin gw sempet bercerita kepada seorang teman tentang kompleksitas sistem akuarium laut. Tentang bagaimana kami para hobiis berusaha mati-matian membuat tiruan ekosistem laut dalam kotak kaca. Komentar beliau singkat aja, sambil nyengir dia bilang “hehe ‘playing God yah”.

Do I feel ofended by hearing that? Fortunately not. Karena menurut gw lumrah kalau manusia (sadar atau tidak) selalu ‘berusaha menjadi Tuhan’, karena Dia sendiri yang mewarisi sifat-sifat ilahiahNya kepada manusia. Tentu dalam porsi yang luar biasa kecil ๐Ÿ˜‰

Proses Belajar Menulis Blog yang Singkat dan Padat

Proses belajar menulis blog yang singkat dan padat terus berlanjut. Beberapa step yang akan gw tempuh adalah sebagai berikut:

1. Memposting tulisan setiap hari.
2. (Jujur waktu nulis point kedua gw ketiduran, dan sekarang dah lupa apa itu poin kedua).
3. Menulis postingan pake Blackberry. Which hopefuly with the uncomfortability writing long text+thinking via small keypad will force me to write short.

Sekilo, eh sekian :p