a brief history of private toilet in indonesia 1

Sejauh pengamatan pendek saya, kebudayaan asli Indonesia tidak mengenal budaya memelihara toilet seperti sekarang ini; sebuah ruang yang sangat privasi.

Dulu selama tinggal di Banten untuk beberapa waktu, saya merasakan buang air di hutan, dan harus mandi di tempat yang notabene galangan sawah tempat orang lewat. Dengan bilik minim menutupi pemandangan dari sawah luas dibelakang, dan ruang terbuka menghadap jalan didepan!

Di Badui Dalam, sampai saat ini wanita-wanitanya masih bertelanjang dada, demi menjaga tradisi. Dan mereka mandi di sungai beramai-ramai, pada pagi dan sore hari, pada jam yang telah ditentukan.

Saya coba search “toilet raja-raja jawa”. Karena saya pikir kalopun ada, wc yang private pasti raja yang punya. Tapi tidak menghasilkan apa pun, nihil.

Entah apa sebetulnya opini publik masyarakat jaman dahulu mengenai kegiatan seputar kakus dan adakah istilah “privasi” dalam ‘kamus’ mereka?

Nampaknya harus diurai dalam beberapa seri tulisan. Ini hanya gumaman-gumaman pribadi, jadi pasti jauh dari ilmiah. Saya harap bantuan data mengenai hal ini, bukan cercaan karena sudah asal jeplak :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 5