Memang ada banyak karakter orang dengan segala macam latar belakang sosial yang berhubungan dengan kita; sopan, menghargai, sarkastik, tidak peduli dan lain sebagainya. Berikut berbagai macam hobby dan kesenangan juga. Sebagian orang sadar dunianya unik, dan sebagian lainnya tidak, atau tidak peduli. Dengan itu beragam pula tingkat ‘update’ tidak nya seseorang akan satu dan lain hal. Seseorang tahu tentang komputer luar-dalam, hardware dan software, ada yang bahkan takut untuk sekedar menyalakan. Ada yang baru belajar metode A, dan ada yang sudah melewati metode A, B, C, D, E… Dan apa yang terjadi ketika yang tidak tahu komputer coba masuk ke dunia ‘sang ahli’? Apa yang terjadi ketika orang yang baru mendapat pencerahan dalam ‘Metode A’ menyatakan kegembiraannya kepada yang sudah melewati metode A, B, C, D, E??? Hehehehehe sangat-sangat beragam, dan gw akan bahas salah satu jenis respons; Sarkastik.
Dulu ada mahasiswi UNISBA yang datang ke kampus gue di STSI Bandung, dengan maksud mencari informasi tentang dunia teater untuk bahan tugas kuliahnya. Pertama dia ketemu dengan senior jurusan teater (yang kebetulan room mate kosan gw), setelah nya baru ketemu gue dengan wajah kesal. Apa sebab? Ternyata dia mendapat ‘sambutan’ yang tidak menyenangkan dari senior gw. Dia ditanya-tanya sejauh mana pengetahuannya tentang teater dan terakhir senior saya bilang: “Jadi kalau Anda tidak tahu soal teater, kenapa mau menulis tentang teater???” …… Jelas dia datang ke kampus teater untuk cari info agar tahu, tapi justru jawaban sarkastis bodoh yang didapat.
Kasus lain, gw tidak begitu hobi sepak bola, baik untuk memainkannya maupun nonton pertandingan liga. But when it comes to world cup, gue akan ikut menyambut senang dan ikut menyimak jalannya pertandingan. Gue senang melihat persaingan antar negara, dan suasana yang terbangun karena adanya World Cup. Satu hari gak sengaja gue nonton bareng temen-temen yang memang suka bola. Kita bertiga, dua orang penggemar asli bola, dan gw ‘penggemar World Cup’. Mereka terlihat diam tanpa antusias, sementara gw rame gak jelas kalau wasit terlihat gak adil atau hampir gol. Dan pada tiap reaksi gue, mereka bereaksi mengejek. Mereka menutup sarkasme itu dengan sempurna, mereka bilang: “Kayak ngerti aja lo.” World Cup baru berjalan setengahnya, dan gw udah kehilangan antusiasme sama sekali untuk nonton setelah peristiwa itu.
Ada juga peristiwa kecil ketika gue bertanya kepada seorang kawan “Lo dah nonton film ini blum?” dan dijawab “Basi lo…” That’s just terrific, entah mengapa all of the fun of the movie menguap begitu saja.
Gw gak begitu ngerti apa yang ada di benak mereka dalam perilaku tersebut. Padahal jelas mereka goblok dalam hal lain, dan hehehehe gue atau orang selain mereka bisa menjawab hal itu dengan gampang. Apakah ini merupakan bentuk dari defense mereka?? Atau sikap ini didorong dari ekslusifisme tiap golongan? Atau dari rasa superior? Atau memang dasarnya orang-orang itu brengsek? Atau sebetulnya merekalah definisi sejati dari ‘orang bodoh’.
Gw punya sikap sarkasme sendiri, dan hanya akan gue gunakan pada waktu dan orang dengan perilaku tertentu saja, and I’m using it right now...