Touring Motor (1)

Pertama kali saya melakukan touring motor jarak jauh adalah karena adanya kesempatan dan perlengkapan, tapi masih kurang keinginan. Kesempatannya adalah saat itu bertepatan akan adanya acara Kumpul Nasional klub Zippo di Jogja, dan perlengkapannya adalah saya punya motor yang mumpuni untuk itu.

Acara di Jogja tersebut memberikan saya tujuan, alasan awal untuk melakukan touring lintas provinsi ditambah rasa penasaran ingin menjajal motor Estrella 250cc yang sudah hampir setahun saya pakai. Maka spontan saya coba ajak beberapa kawan untuk ikut touring ini melalui grup medsos komunitas. Namun nihil, tidak ada yang mengiyakan untuk turut serta. Akhirnya lima hari sebelum hari H, saya coba mengajak kawan saya di Depok untuk ikut, dan dia mau turut serta.

Terlepas dari iya-nya teman saya itu, tetap masih ada yang mengganjal di pikiran saya. Pertama saya hanya pernah naik motor Jakarta-Bandung, selebihnya belum pernah. Tujuan saya saat itu adalah ke Semarang dulu baru ke Jogja. Lewat mana? Saya tidak tahu sama sekali rutenya dan seperti apa kondisi jalannya. Ada perasaan gentar ketika membayangkan jalan jauh, asing, serta musti berbarengan dengan truk dan bis kota.

Kengerian yang pertama muncul di kepala adalah; celaka yang menyebabkan kematian. Cukup bergidik saya saat itu membayangkannya. Lantas timbul bisikan usil dari dalam hati: “Kamu takut mati?” …. “Bukannya kematian sudah ditentukan?” ….. “Kamu percaya bahwa umur dapat habis kapan pun, dimanapun tidak melihat kamu sedang apa?”….. Saya jawab: Ya tentu saya percaya. Di jawab lagi: “Terus kenapa takut untuk touring? Kalau kamu tidak touring karena ketakutan itu, berarti kamu tidak percaya.”

Dari situlah bulat tekad saya untuk melakoni perjalanan itu, terlepas jadi atau tidaknya teman saya ikut serta. Bukan berarti saya nekat, hitungan di atas kertas kondisinya sudah mencukupi bagi saya untuk menjajal touring jauh ini. Saya sudah tahunan naik motor dan beberapa kali keluar kota (bandung), dan saya selalu mengevaluasi tindakan saya yang membahayakan di jalan, motor yang sekarang sudah cukup saya kenal karakter dan kemampuannya, sudah ada orang yang pernah melakukannya dengan spec motor yang jauh di bawah motor saya. Selebihnya untuk lebih melogiskan ketakutan di kepala, saya membaca beberapa tips keamanan berkendara dan perlengkapan yang dibutuhkan. Singkatnya saya persiapkan apa yang sekiranya dibutuhkan untuk keamanan dan kenyamanan.

Dan kondisi lainnya adalah saya dan teman saya sama-sama belum pernah touring jauh, dan sama-sama tidak tahu rute dan medannya. Kami hanya mengandalkan google map dari hp yang di pasang di setang.
Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

65 − = 56