Sang Pemberi Hutang

Semalam nemu postingan status di facebook, yang mengklaim itu tulisan seorang pengusaha kawakan asal hong kong. 

Pada masa-masa seperti ini saya ngga bisa percaya sama tulisan-tulisan hasil share copas, ataupun gambar tokoh dengan kata-kata yang dinisbatkan kepada orang/tokoh tertentu. 

Tapi untuk yang satu ini saya suka dengan isinya. Entah aslinya tulisan siapa, tapi feeling saya orang itu menuliskannya dengan tulus, sepenuh hati, dan berdasarkan pengalaman. Karena saya tahu kondisi yang digambarkan dalam tulisan tersebut. 

Berikut kutipannya:

#copasan

Kata Miliarder Hongkong Li Ka-Shing : “Hal apa yang tersulit? Pinjam uang!”

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu

Apabila orang tersebut memberimu tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan-pahlawanmu yg lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.

Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia banyak uang, tp karena ia ingin menarikmu saat jatuh

Yang dipinjamkan kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat-sobat sekalian jangan sekali-kali menginjak “kepercayaan”, sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!

Ingat, kepercayaan kepada orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini :

Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang “pertemanan lebih penting” daripada hartanya.

Orang yang suka mengalah saat bekerjasama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya “berbagi”.

Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya “bertanggung jawab”.

Orang yang terlebih dahulu meminta maaf saat berdebat, bukanlah karena ia mengaku salah, melainkan tahu artinya “menghargai”.

Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai “teman”.

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah “hal yang semestinya”?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.

Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemanan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu

Percayalah, hubungan antara manusia harus mengandalkan kepercayaan! Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaan!

 Dan baru pagi ini juga ketika saya membaca Qur’an, saya bertemu dengan ayat-ayat yang membahas riba, hutang-piutang, dan jual-beli. 

Salah satu yang berkesan:

“Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih. Baik bagimu, jika kamu mengetahui. ” ~ Al-Baqoroh, ayat 280.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

94 − 88 =