“Tak ada jalan kembali”
die Veränderungen sing im Gang, das Neue ist hier,
du kannst nicht zurück.
“perubahan sedang berproses, yang baru akan menghampiri, tidak ada jalan balik”
Seorang kawan mengirimkan kata-kata itu. Terbayang jalan gelap dan panjang, sikap yang keras, kemauan yang mantap dan teguh. Keyakinan, sepertinya itu yang memang harus kita pegang erat-erat. Gelap memang sumber dari segala takut. Tapi keberanian pun lahir dari sana, menggeliat disana, dan membuktikan bahwa dirinya memang pantas bernama keberanian.
Seorang kawan berpesan demikian, ketika kemudi kapal kuputar menjauhi navigasi pelayaran yang pertama. Menuju badai dan pelabuhan baru (dengan luka dan sakit yang baru pula). Biarlah, dengan sedikit kesabaran dan setumpuk kebodohan yang kupunya, kuhampiri kegelapan baru.
Ya, kau benar, Tak Ada Jalan Kembali.