Mengapa Jangan Menaruh Asbak di atas Kasur?

Ini merupakan pembahasan yang mendalam tentang mengapa jangan (terlalu lama) menaruh asbak di atas kasur. Pembahasan ini didapat dari pengalaman dan pengamatan yang telah berjalan selama beberapa tahun.

BAB I :

Kenapa jangan menaruh asbak di atas kasur?

1. Tidak semua perokok akurat dalam membuang abu-nya ke dalam asbak (terutama perokok kretek), sehingga kemungkinan besar abunya jatuh ke kasur atau seprai (bila memakai seprai). Bahaya abu di kasur dijelaskan pada Bab II.

2. Tidak semua lintingan rokok itu rapih, sehingga bisa saja, ketika rokok sedang dijentikkan ke asbak bara apinya mental ke kasur, sukur kalo keliatan sama kita, kalo kagak???

3. Asbak akan overload, dan kelebihan ‘muatan’nya itu bisa mengotori kasur.

4. Anda bisa saja lupa memindahkan asbak itu dari kasur setelah menggunakannya.

5. Karena Anda lupa memindahkannya dari kasur, maka suatu ketika, anda juga lupa bahwa di kasur ada asbak, dan terinjaklah oleh Anda.

6. Asbak bisa terinjak karena lupa, biasanya karena Anda sedang terburu-buru, (bila anda rajin/perfeksionis) ini bisa menyita waktu anda, karena anda akan membersihkannya lebih dulu. Dan (bila anda pemalas) diperkirakan akan membuat kasur anda kotor/tidak bisa digunakan dalam jangka yang cukup lama.

7. Kelanjutan dari poin keenam (tidak peduli anda pemalas atau rajin) dan juga inti dari efek samping menaruh asbak di atas kasur adalah RASA JENGKEL yang sangat!

BAB II :

Bahaya abu di atas kasur.

1. Sulit dibersihkan.

2. Kalau kita mau tidur, dan kebetulan muka kita berada tepat di bekas jatuhnya abu, maka bisa mengganggu indera penciuman kita. Karena kemungkinan masih ada sisa debu abu rokok disana.

3. Walau sudah dibersihkan,sering menimbulkan bau tidak sedap.

4. Bila jentikan bara rokok mengenai seprei, bisa menimbulkan bolong. Parah-parahnya kebakaran!

5. Tidur tidak tenang, karena rasanya kasur tidak bersih.

6. Timbul rasa jengkel karena kasur telah/pernah dikotori oleh abu rokok yang tumpah dari asbak.

7. Kejengkelan bertambah apabila ternyata didalam asbak itu tidak hanya terdapat abu rokok, tapi juga, sisa kulit pisang, bungkus lontong, sambel/saos yang dibuang, dan parahnya lagi, air ludah (bah!) dsb..

BAB III :

Cara membersihkannya.

1. Jangan gunakan tangan untuk membersihkan abu dari atas material bahan kain (kasur/seprai). Karena sapuan tangan justru akan membuat abu itu meresap ke dalam pori-pori kain. Yang mengakibatkan pembersihan kurang sempurna + menimbulkan bau kurang ajar.

2. Gunakanlah sapu kecil (yang biasa dijual si supermarket se-paket sama pengki nya). Usahakan buluh sapunya itu kaku. Atau bisa juga kuas cat.

3. Gunakan kertas untuk menadahi abu.

4. Sapukan abu itu sebagaimana seorang ahli arkeologi menyapu lokasi penelitiannya, pelan dan hati-hati, jangan sampai ada yang terlewat.

5. Setelah disapu. Nyalakan kipas angin, arahkan ke kasur. Pukul-pukul kasur Anda, sehingga sisa-sisa abunya terbang dan langsung terbawa oleh angin.

6. Bila terdapat unsur-unsur ke-basahan dalam asbak yang tumpah, jangan lupa lap kasur anda dengan lap basah, jemur bila perlu.

7. Bersabarlah, karena RASA JENGKEL pasti akan terbit ketika kita membersihkannya.

Sekian hasil penelitian sementara, tentang Kenapa Jangan Menaruh Asbak di Atas Kasur?

Bila ada revisi dari Anda sekalian, silahkan reply posting ini, terima kasih.

4 thoughts on “Mengapa Jangan Menaruh Asbak di atas Kasur?”

  1. ali harokan

    wakakaka… jadi inget waktu SMP dulu di DN… ngerokok diatas loteng Mekkah 4… wkwkwkwkw.. ga kebakaran seh, tp panasna ampyuuun dah gt atu roko bwt rame2

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 4