Jangan hiraukan yang ini

Dengarkan, ini cuma sedetik, cuma satu detik episode dalam hidupku. Hatiku ngilu, mengingat tanah merah, dan halaman berpohon rambutan, ditambah wajahmu yang sering mengangguk seperti malu.

Ini hanya sedetik adegan, aku segera lupa nanti pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

35 − = 31