Dengarkan, ini cuma sedetik, cuma satu detik episode dalam hidupku. Hatiku ngilu, mengingat tanah merah, dan halaman berpohon rambutan, ditambah wajahmu yang sering mengangguk seperti malu.
Ini hanya sedetik adegan, aku segera lupa nanti pun.
Dengarkan, ini cuma sedetik, cuma satu detik episode dalam hidupku. Hatiku ngilu, mengingat tanah merah, dan halaman berpohon rambutan, ditambah wajahmu yang sering mengangguk seperti malu.
Ini hanya sedetik adegan, aku segera lupa nanti pun.