Aku menghitung disini, apa-apa yang kutinggalkan dengan sadar. Jemariku sudah habis mengejanya, jiwaku berjuang menghadapi penyesalan. Kalian akan melihatku dengan jijik, dengan beristigfar mungkin. Tapi ini hidupku, jangan terus mengecam begitu, nanti kusumpahi kau dengan kesialanku.
Aku terus menghitung disini, sambil buang air kecil maupun sambil lalu di lorong-lorong. Kebodohan mencekam duniaku. Jangan bertanya macam-macam, cukup bantu aku, atau diam.