10 April 2004

Untuk teater Timbang yang ku lepas

Kita butuh luka anak-anakku, agar kita tahu bahwa dunia bukanlah segumpal permen manis. Sekali waktu perpisahan harus menjenguk kita, agar kita tahu, semuanya terbatas. Luka tak sembarang menampar wajah, ia datang atas titah Tuhan, karena ada yang harus diluruskan, ada hal yang mesti diingatkan. Haruskah kita terus menangisi atau marah atasnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 3