07 Mei 2004

Lupakan tentang pelukan dan kata-kata impian. Aku hanya butuh jiwaku, tak lain. Penghinaan ini tumbuh secara alami dari jamur dalam langkah-langkahku.

Aku buta, menjangkau-jangkau langit dalam duduk. Mimpi berlari, padahal tak kemana juga. Orang-orang hanya tahu jalan yang mereka lalui, karena itulah kita selalu terbentur-bentur. Aku menghitung hari-hari dan makin mati.

Lupakan, aku butuh jiwaku, dan terus hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

26 − 23 =