Yang paling hebat dari pacar gue adalah, dia percaya sama gue, padahal tau banget bahwa gue orang yang sulit dipercaya masalah wanita. Dan yang paling konyol dari gue adalah, gue suka curigaan, padahal tau banget bahwa dia orang yang bisa dipercaya masalah kesetiaan…. bleh….
Author Archives: Nyenius
Aku Mendengar Lagu Kali ini
“Jangan takut”
itu nafas yang terhembus dalam
lagu-lagu
sementara hati gulana menyambangi
bulan pucat
“sebentar lagi”
katanya,
tapi langkah terseok ini
seperti hitungan waktu
yang di eja anak bayi (balita)
aku gelisah,
mendengar kabar-kabar, berita dari samping
dan seberang
tentang senjata, tentang orang yang berdamai
dengan waktu
aku tergelung pucat.
tapi kali ini tak lagi sembunyi
aku akan terus berlari
biar angin sudah seperti goblok
terkumpul diperut yang lapar
aku pergi ke pusat rasa takut
karena ketentuan Tuhan
hanya bisa dirubah dengan gerakan
bukan gertakan
“sampai kapan kau akan bertahan?”
ujarnya,
aku tak tahu, betul-betul tak tahu
waktu malam menggeliat,
aku hanya berpikir, esok pagi pergulatan baru
waktu fajar tersenyum,
aku hanya berpikir dalam kantuk,
aku akan berangkat ke bukit, memecah batu-batu
meninggikan pondasi berpijak
Dan dalam dendang buaian
kuusap kekusutan dalam hati
kubisikkan padanya:
“ayolah, ayolah”
_______________
22:34 08/12/2006
Mak Jaaaaann……
Dunia per-blog-an sepertinya sedang lesu, terutama yang gue maksud adalah blog-blog tetangga deket gue semacam Lulu (use to be salah satu ‘tokoh’ di bloggerfamily), Fahdi (self-motivated worker ini sepertinya sibuk dengan kerjaan), Avesena.net (masih sempat menulis di sela killer-job nya), Reeko (secara per-blog-an, ni orang bisa dibilang lagi diculik alien), Rai (coba-coba niru nick ‘nyenius’ gue :p ) , suepi. Tapi ya emang musiman si ye. :huh: Tapi lah ya gue juga sepi2 ajah, dah lama ga nulis ๐
Gue lagi iseng liat list member forum, buset ada 200 lebih. Agak mustahil gue pikir, gue curiga itu kerjaan bot-nya spammer. Gue liat database nya, rupanya bener itu sisanya spam melulu, kunyuk. Di forum si insaalah dah rada sulit buat di spam, tapi di form registrasi-nya ‘bolong’ dimana-mana, jadi aja ditembak sana-sini sama spam <_< Ah liat saja nanti, gue perbaiki lagi. Hampa bener rasanya hari-hari belakangan ini.... apalagi denger kabar orang-orang pada merit <_< betek dengernye. Hari-hari semenjak bulan sebelas ini, sebenernya adalah hari yang sibuk, dipenuhi dengan tugas-tugas besar dari kampus; Merancang Interior I, bikin rancangan rumah tinggal, AutoCAD => transfer tugas besar MI 1 ke dalam CAD, Metode Penelitian => bikin proposal penelitian, Teknik Bangunan => Survey gedung auditorium, terus bikin laporannya, Tinjauan Desain => tugas kelompok presentasi, Desain Mebel 3 => Buat rancangan kursi + moke up (miniatur), Desain Furniture => Bikin rancangan kursi + moke up (goblok, namanya aja keren mata kuliah khusus, tugasnya sama kayak Desain Mebel, dodol!). Tapi tangan ini tertarik sekali untuk mengetik-ngetik kode php….. DAMN!
Soalnya jujur ajah, gue baru ngeh enaknya maen php pake object. Ya ketinggalan beberapa dekade dari Fahdi guru gue itu, pastinya. Makanya dulu-dulu tiap dia kirim source code ke gue yang menggunakan class, gue ga banyak omong, lah mo ngomong apa, ngerti juga kagak ๐ . Ditambah lagi gue baru ngerti gimana pake phpDocumentor, beuh ya sudah jadilah.
Btw, bener ves, php 5 SANGAT menggiurkan. Istilahnya tuh cewek bohay pake bikini wara-wiri di depan gue :blink: . Taaapiiii gue males makenya buat pribadi (eg. buat mustnews) karena kayaknya yang masih umum ya php 4. Sayang ya….
Jadi, balik ke soal tugas kuliah ya harus dikerjain, mau ga mau sistem kebut, karena kuliah tinggal dua minggu lagi, abis itu libur dan langsung UAS. Keparatnya, tugas-tugas penting tersebut butuh di asistensiin dulu ke dosen pembimbing, jadi waktunya tinggal dua minggu lagi! Freak.
Nyasab
Bangke, kemaren2, waktu berangkat lewat kebon jeruk (daerah binus) pagi2, gue nyasar, seharusnya belok, malah lurus terus, akhirnya gue puntiba di jalan yang entah dimana dan apa namanya, cuma ada plang penunjuk jalan berbunyi (Lurus) KEDOYA. Monyet, gue kuliah jam setengah lapan pagi tuh, sedangkan waktu nyasar udah jam setengah lapan kurang lima. Niat nyari jalan pintas, malah lewat satu mata kuliah (untung dosennya gak masuk!).
Eh tadi, pas pulang jam tujuh malem, sambil nyanyi2 riang dan joget2 kecil di motor gue coba lagi trayek baru yang tembusnya kebon jeruk juga, Ya salaaaaammmm, saking asiknya joget, gue kagak ngeliat satu ‘belokan penting’, dan akhirnya gue berada di jalan menuju tanah abang, yang berarti ‘kembali ke tempat tak jauh dari grogol’. Shit puterannya jauh pula!
Berterimakasihlah gue pada pembuat plang penunjuk jalan di Jakarta yang lengkap ๐
Surat Cinta Buat PHP
Php, my dear…
Mari berkelana php sayangku, kita manipulasi para string dan integer,
assign mereka ke dalam variabel dan objek-objek. Walau kau tak begitu
mempedulikan ‘status’ mereka, dan menganggap semuanya adalah string,
kau tetap hebat sayangku. Kita include() library-library, kita buka
socket-socket, jelajahi tambun-nya database, mencari jarum haystack
dalam timbunan data, mari berkelana.
Masih kuingat, santunnya bahasamu kala perkenalan pertama kita; hanya
sebuah echo “Hello world!”, dan aku jatuh cinta seketika. Takjubku
bertambah ketika mysql_connect() bekerja dengan mulus menjembataniku
dengan dimensi data mysql. Fopen() juga menarik perhatianku, dia
bergaya didepanku dengan membaca file lokal dan remote, sambil mengatur
‘hanya membaca’, ‘baca-tulis’, ‘hanya-tulis’ dan sejumput kuasanya yang
lain atas file. Kau membantuku memasukkan file dari client ke server
dengan copy(), juga -tentu saja- move_uploaded_file().
Cinta kepadamu terasa menyiksa, seperti menjalani cinta terlarang.
Karena begitu jemariku menyentuhmu, akan sangat sulit melepaskannya
dari keyboard dan meninggalkan kode-kode yang indah, sementara
kewajiban lain menanti, ‘kewajiban utama’ yang ‘seharusnya’ aku jalani.
Oh tidak, menahan diri darimu sama saja menahan tangan menggaruk kulit
yang gatal, menggelisahkan. Walau aku berada dipasar, walau mataku
menatap wanita-wanita cantik, yang ada dikepala hanyalah
algoritma-algoritma untuk membuatmu ‘terbang’ lebih tinggi lagi dalam
aplikasi-aplikasi. Bahkan domba-domba yang biasa dihitung untuk membuat
lelah dan mata lelap, telah tergantikan oleh hitungan
perulangan-perulangan, iterasi-iterasimu, for, while, do-while,
foreach, merekalah yang setia mengantarkanku ke dunia mimpi.
Php, walau saat ini aku belum mengenalmu lebih jauh lagi, walau
kecantikanmu belum sepenuhnya kubelai, aku akan berusaha, aku akan
berenang ke dalam manual-manual, tutorial-tutorial, membongkar
aplikasi, demi meraihmu ke sisiku sepenuhnya. Biarkan orang lain
mengklaim mereka yang terbaik, tetapi mataku hanya memandangmu. Aku
hanya pemuda biasa, dengan kemampuan analitis terbatas, tapi salahkah
bila aku mencintaimu?
Kita harus memperjuangkan cinta ini.
mustnews recode
Sepertinya Mustnews, mesin berita yang menjadi tulang punggung blog ini, akan mengalami recode ulang secara keseluruhan. Dengan recode-ulang ini, diharapkan akan ada penghematan sumber daya, penambahan fitur, simplikasi expandability dan mungkin efisiensi kode.
Aku dan Penghujung Malam
Malam akhir ini terasa angin enggan bertiup
kalaulah aku tak bisa katakan
janganlah pintu kau tutup
tak kau lihat bahwa aku menunggu di ambang pintu
kau usir aku dengan pintu yang dibanting
Penghujung malam t’lah mampir
mengetok pintu dan t’lah ucapkan salam
tak usah didengar jawab dariku
masuklah kau dan ceritakan padaku kisah cucu Adam di malam yang lewat
adakah kau dengar salam untukku?
Dering telepon di sampingku seakan-akan membawakan sesuatu
entah itu hanya perasaan sesaat
atau kegalauan dalam jelmaan
ya kutahu matahari t’lah tampak dan kau ingin meneruskan kembaramu
selamat tinggal
sampaikan salamku pada saudara-saudaraku
yang kau hampiri dan berbagi kisah denganmu.
Kau yang Sebatas Catatan Sejarah
Aku mengenangkanmu
bukan karna cinta
hanya rindu pada
masa dimana jiwaku begitu bertenaga
hanya rindu pada
langit yang menaungi kemudaanku
aku membacakan puisi
bukan karena menginginkanmu
hanya mencoba raih
nyawa pekat yang meliputi hatiku dulu
Langit betul-betul berawan antara kita
Debu benar-benar mengacaukan pandang
Jangankan sinaran Tuhan
sedang mentari pun tidak menerangi
jalan menujumu
– aku tak (pernah) lagi protesi hal hal itu –
Kau menjadi data yang kubaca
dalam byte-byte kaku
demi kepentinganku sendiri
tanpa harap lebih jauh
Hanya untuk merasakan pendaran-pendaran lama
yang sama sekali tak berhubungan denganmu
kisah kita kujadikan mesin pabrik
untuk memerah kemurnian rasa
yang dulu kau sia-sia
Kubaca namamu
bukan karena ada benih yang tumbuh lagi
Hanya sedang belajar sejarah diriku
—————
3:11 22/10/2006
Saya Menunjuk Kesana
Sambil iseng, saya jadi teringat sebuah cerpen dari Sutardji Chalzoum Bachri, lantas gue menunjukan jari saya ke arah asal-asalan. Terbayang tangan gue nembus tembok kamar, nembus tembok rumah tetangga, kamar orang, masjid, gereja, halte bus, perkantoran yang masih sibuk, pasar yang mulai sepi, jalanan Jakarta yang macet. Melewati orang yang sedang mandi, suami-isteri yang bercengkrama, anak kecil yang sedang diomeli, imam masjid yang tengah memimpin ibadah, muda-mudi yang asyik-masyuk, redaktur majalah yang sedang pusing, mahasiswa yang ngedumel di tengah macet, programmer yang senewen dengan kode-kode, tikus-tikus DPR yang mengotak-atik angka dan beberapa orang yang hendak di bunuh. Tapi entah kenapa, kepala ini berkehendak menghentikan petualangan telunjuk jari saya di tanah paling timur Indonesia; Papua. Berhenti pada adegan sekumpulan orang papua yang tengah berkumpul dan mengeluhkan tentang pelarangan melakukan penambangan atas tailing PT. Freeport Indonesia. Tentang kekesalan mereka, kesulitan hidup yang menghadang mereka, tentang rasa terpinggirkan mereka, dan tentang pencurian sumber daya alam mereka yang entah apa mereka menyadarinya atau tidak. Dan saya disini tengah duduk menimang-nimang apa yang sekiranya enak saya lakukan saat ini.
Dan mereka berkata: “Kitorang hanya ambil dorang punya sampah”
Girls and Screen Saver
Wanita-wanita bertebaran dimana-mana. Beredar rumor bahwa rasio antara
pria dan wanita adalah 1:9. There are good girls, bad girls,
good-looking girls, fat-bottomed girls etc. Hmmm, para feminists pasti
langsung jengkel waktu baca kalimat gue barusan; “kok cuma mandang
cewek dari segi fisik aja sih, seolah-olah kita ini cuma objek…
bla… bla.. bla…” But thats the fact. Sebagian besar kita (terutama
pria), masih suka dan rela ‘tertipu’ oleh mata, oleh apa yang dipandang
(tolong garis bawahi kata-kata “rela”). Bahkan bukan hanya suka dan
rela, secara alami kita mencari ‘pemandangan’ tersebut (hehehe
feminists ngamuk lagi neh ;P). Tapi memang di lapangan, mereka (wanita)
seolah-olah berlomba untuk memberikan ‘tontonan’ yang terbaik bagi
mata. Hufff, kalian mungkin memprotes pernyataan tersebut dengan: “Itu
kan hak mereka untuk mengekspresikan diri, karakter, dan pribadi mereka
dalam fashion? Kalo you yang ngeliat jadi ‘senewen’, ya itu urusan
‘dapur’ you.” But gals, tak ada asap tanpa api. Dan reaksi ‘senewen’
itu adalah salah satu hal yang paling alami yang melekat pada diri tiap
manusia (pria dan wanita, hanya saja reaksinya berbeda). Ok, kita
hentikan sampai disini perdebatan abadi itu, gak akan beres, sumpah dah.
Mendiang nenek gue punya komentar mengenai wanita; “Yah kalo soal cewek mah gak ada abisnya, kita kemari ada yang cakep, pindah kesono, ada yang lebih cakep lagi….”
Yup betul sekali nek, gak ada abisnya, biar kata kita kawin/pacaran
seratus kali juga pasti selalu ada yang lebih, lebih, dan lebih.
Padahal kalo aja kita lebih concern pada satu pribadi, rela menelan
pahit-manis keringat yang dia keluarkan, mungkin kita bakal lebih
sadar, ada sesuatu yang lebih ketimbang physical attraction, apa itu???
Ah, jawab aja sendiri hehehe ^_^
Dan juga, bagi pria-pria yang mau sedikit lebih jeli, mereka hanya akan
melihat wanita-wanita ‘wah’ itu dengan sepintas lalu. Mata, hati,
bahkan kakinya akan dapat terpicing kaku ketika dia melihat wanita yang
berlumuran cahaya kecantikan, yup, betul, inner-beauty! Yang ketika
melihatnya seperti melihat pemandangan alam yang megah, sehingga
kata-kata yang keluar bukan lagi cantik, tetapi indah. Indah bukan
dalam artian sebagai benda atau objek, tetapi sebagai hakikat dari
kata-kata indah itu sendiri, ‘indah’ yang terlepas dari benda-benda
ragawi keduniawian, saripati dari kata-kata indah itu sendiri. Seorang
wanita yang ketika melihatnya, semua aspek-aspek jasmaninya tak
terlihat lagi, yang terlihat adalah langsung jiwanya, bersinar-sinar,
memancarkan cahaya yang memanggil belahan jiwanya. Dan sebagaimana
teori pencahayaan, bahwa benda yang berwarna merah tidak dapat dengan
sendirinya terlihat berwarna merah, tetapi warnanya akan ‘keluar’
sempurna begitu mendapat pancaran cahaya yang mengandung spektrum warna
merah yang sempurna juga. Begitulah mungkin jiwa-jiwa yang berpasangan
saling memanggil. Yang satu menunggu spektrum cahaya yang tepat, yang
lain terus memancarkan cahaya spektrumnya, mencari jiwa yang memberikan
refleksi sempurna spektrum yang dipancarkannya.
And when you found that girl, stand by your side, faithfully, you just
can say: “Those girls are screen savers, but she’s the real thing for
me, she’s my processor, dia adalah rumah tempat pulang, dia adalah
pandangan mata, dia adalah dunia tempatku hidup, dia adalah kenyataan.”
Seperti yang Tuhan katakan bahwa Dia ciptakan segala sesuatunya
berpasangan, yang berarti siang akan mati bila tidak ada malam, kering
akan musnah bila tidak ada basah, juga bahwa kita akan cacat tanpa
kehadirannya (begitu juga sebaliknya).
PS: pernyataan terakhir
tidak berlaku buat para bajingan yang berprinsip; “cewek ini mah buat
maen-maen, nah yang satu lagi buat serius”. No, NOT AT ALL!!!