Dan setelah panggung dangdut selesai.
——–
21/nov/2011
Dan setelah panggung dangdut selesai.
——–
21/nov/2011
Get the best out of the worst.
Jangan digunakan kalau tidak butuh.
Jangan menghujat kalau tidak menggunakan.
Kalau butuh tidak usah diajak akan mengejar sendiri.
Jangan merasa tinggi karena tidak menggunakan, merasa diri dibutuhkan, merasa yang lain tidak menarik.
Hakikatnya simpel, kalian tidak diciptakan untuk satu sama lainnya.
Hindari memberikan review untuk orang lain, dengan mengatasnamakan orang lain. Wakili diri Anda sendiri.
Seeing your own faults is the first prize after you starting to hear.
Cara bertindak, bahasa, menjadi kulit terluar manusia dalam mempresentasikan bagian dalam dari diri mereka.
‘Kualitas’ tampilan tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis mereka. Mereka bisa berbicara tegas dan jelas atau melantur. Bisa rasional atau irrasional, tergantung keadaan batin dan kontrol atas diri sendiri. Terkadang kita dipenuhi dengan prasangka atau dilain waktu bisa menjadi sangat adil dan berhati-hati.
Seringkali perbedaan cara ini yang membelokkan pandangan dari tujuan yang sesungguhnya, yang seringkali sebenarnya sama.
Semua orang ingin dimengerti dan karenanya mereka terus bicara. Lupa untuk mendengarkan. Kebanyakan orang berusaha mempengaruhi dan menolak pengaruh.
Ah kampret..
Dalam pandang tamasya jauh ke beberapa tahun silam, saya tersenyum. Saya melihat masa-masa baik, masa-masa yang dipenuhi energi dan pikiran yang tercurah pada daya cipta. Bersama orang-orang yang terinspirasi, kami membentuk, mengajak, bersama-sama mengalirkan spontanitas murni. Seperti saat ini, terasa getir dan membahagiakan sekaligus.
Dorongan berkreasi adalah sebuah dorongan ilahiah, yang ditanamkan Tuhan agar mahluk-Nya dapat memanfaatkan framework semesta-Nya. Dan dorongan itu selalu terasa menggilakan, menarik-narik untuk segera ditunaikan. Dorongan murni, dorongan untk mencipta.
Dan saya coba, walau gagap saya mulai mencoba. Dari cara terbodoh yang ada hingga datang ‘guru’ yang menerangkan kebodohan saya. Saya mencoba dengan totalitas, hingga menemukan kebenaran.
Mulai dari pengikut sesuatu yang kecil, dan menjadi pemimpin dari yang kecil, menjadi anggota sesuatu yang besar, dan menjadi pemimpin sesuatu yang besar. Walau yang teringat di kepala sebagian besar adalah kegagalan, akan tetapi melihat arah tangga yang saya naiki adalah ke atas, tak dipungkiri rasa bahagia menyelimuti kegagalan-kegagalan di kepala. Tidak sia-sia saya total dalam kegagalan-kegagalan itu.
Terima kasih Tuhan, bahwa engkau telah memberikan momen yang hening ini, di wc, sambil jongkok, diantara kebisingan-kebisingan hidup hamba. Sedetik untuk melihat ke belakang sebagai energi untuk melesat ke depan. Dan saya sadar bahwa babak ini baru saja dimulai, karena saya belum mau mati.
Setelah ini, setelah kaki melangkah keluar dari relung pribadi kedua setelah hati, yaitu wc, saya akan berjuang lagi, seperti biasa, dan akan lebih dari biasanya. Selamat datang hari baru, selamat datang karang-karang baru, hantamlah kebodohan saya, hingga terbuka pencerahan.
Dan ya Tuhan……. Jauh amat itu gayung sama bak-nya……
*Pesan sponsor: jangan lupa kunjungi www.goitgoit.com
Malam ini
aku bercengkrama dengannya
bermuka-muka, mengangkat
bergelas-gelas anggur manis
melupakan dunia
menuruti kehendak sendiri
aku tertawa
-dia tertawa lebih keras-
aku tersenyum
-dia menyeringai-
“sobat, sesloki lagi,
sebelum matahari benar-benar tinggi”
Sedikit ragu,
anggukan kecil jawabku
kusulang sloki baru
anggur itu pun menggeliat
memuncratkan kemanisan tak berperi
ruangan penuh desah
meja berantakan -basah-
dia mundur ke sudut ruang
menatap pergulatan kami
di atas meja bundar
di tengah ruang yang lebar.
Dan tertawa sekeras-kerasnya
Dunia pun gelap
samar-samar dia menyodorkan
kartu nama
“Tuan Dia Yang Terkutuk”
Time time time time time time time time time time time time time time time time time time time time
Aku lihat wajahmu
dan tersenyum,
Ya! Aku kenal kamu!
Ya! Itu yang pernah kurindu!
senyum yang melaju ringan
bagai sampan melayang ringan
ke hati
Ya! Aku tahu kamu!
pada rautmu
ada serpihan diriku yang tertinggal
ada persatuan yang (ternyata) tak lepas
Seperti ada tali tersambung kembali
ada kedamaian
bahwa disana, ada bagian diriku