31 Agustus 2004

Catatan Maba 2

(Bahasa sehari-hari, kemudian puitis)

Malem minggu kemaren OSPEK selesai. Sukur gue selamat dari acara Penyiksaan Puncak (sempet ikut pas makan ‘makanan sorga’ dan ‘ramuan cinta’), gila, yang turun rata-rata alumni FSRD-nya. Kenapa gue bisa gak ikutan, karena gue dan sepuluh anak FSRD 2004 lainnya ditarik sama anak Kotak Pinsil buat bikin operet ank 2004 yang bakal ditampilin malemnya. Dan tau gak, gak laen dan gak bukan operet itu adalah: K a b a r e t. U know kan? Player-nya cuman mangap-mangap doang, semuanya dikontrol oleh si dubber, njrit, akhirnya gue maen kabaret juga (gak maksud ngeremehin kabaret, cuman gue pribadi kurang suka aja). Disitu gue berperan jadi satpam bank yang tolol, berkostum ala vokalis The Darkness, lo tau kan, yang ketat sebadan-badan itu. Setelah usai pertunjukan, kita dikasih tepuk tangan dan ditawarin masuk Kotak Pinsil, (dari sebelas orang) sepuluh langsung ngangguk berminat, gue paling terakhir bilang iya (uhh, padahal gue pengen ngejauhin kegiatan-kegiatan dulu, apalagi ini, panggung-panggung juga). Setelahnya, ngambil jadwal kuliah, liat band sebentar, terus nanya-nanya dikit soal ‘etika’ junior di sini, cabut pulang.

Dan well, udah dua hari ini gue masuk kuliah, banyak banget perbedaan gue temuin disini. Yang paling mencolok, dulu, di teater, dari 35 orang, ceweknya cuma 8 orang, nah sekarang, dari 26 orang cowoknya cuman 8 orang (kebayang kan). Huhuhu, setelah masuk dan milih interior, baru gue tau, bahwa di interior emang cewek itu lebih banyak. Dan (ya Tuhan!) ada Fisika dan saudara-saudaranya! (hitung-hitungan). Munyung-munyung-munyung.

Itu baru dari akademik-nya, kalo dari pergaulan, senioritas cukup kental disini. Standar sih, Masa Bimbingan selama 6 bulan pertama yang diakhiri dengan kemah di alam. Nah maka dari itu, gue menerapkan (dan mengajak kawan yang lain) sistem grilya; jangan berkeliaran dikampus kalo nggak perlu, ato kalo kemana-mana ya barengan. Ini untuk mengantisipasi senior yang geblek bin iseng bin jahil bin pir’aun. Gue sempet kena sekali waktu hari pertama, lagi mau ke masjid eh dipanggil sama yang waktu OS jadi tatib, gue di suruh manggil 7 anak SR Fotografi, gue iya-in aja, gue bilang ntar abis solat, eh dimasjid gue ketiduran, bangun-bangun langsung masuk kelas (dan terlupakanlah oleh gue perintah senior itu).

Gue sempet nyoba ikut nongkrong sama mereka, waktu ass dos (alumni) nawarin nongkrong bareng. Tololnya dari 8 laki-laki itu, gue doang yang nunjuk pengen ikut. Ikut-lah gue akhirnya, dan rupanya jauh dari yang ditawarkan sebelumnya (maen catur dan remi), gue di’umpan’kan ke temen-temen alumni-nya yang kayaknya lagi setres abis sidang (anak 95 baru sidang taun ini). Hikshikshiks, dikerjain lagi, tapi rupanya lebih manusiawi nongkrong sama alumni, setelah dikerjain, gue ngobrol, nanya-nanya soal Desain Interior sama mereka. Setelahnya pulanglah gue dengan sentosa.

Gerilya, kucing-kucingan, Ilmu Ninja (yang didapat dari komik), ilmu ‘fashion yang tidak mencolok mahluk usil’, akting tampang polos dan tolol, senyum manis dan sapaan pagi, siang, sore “Pagi kak…” “Permisi…”, semuanya harus gue keluarin.

Daaaaannnn, selama 6 bulan ini gue blom boleh ngerokok di kampus. Baru dua hari jalan, masih ada waktu 6 bulan untuk bergerilya!

Fight!

=====================
Hancurkan ‘siapa’ dirimu, apa kamu, dan berjalanlah. Jadilah bayangan. Kita menyelinap, mengendap-endap, hingga tanpa sepengetahuan siapa pun, kita ada di puncak.

One thought on “31 Agustus 2004”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 3