Masalahnya adalah bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak. Itu mendesak, karena waktu terus berjalan, setiap detik terhitung. Kemampuan adalah sesuatu yang diraih, bukan dewa yang datang dengan sendirinya. Jika keadaan ideal terlalu jauh dari kita, dekatkan, dengan jalan menurunkan kadar ideal itu untuk sementara kepada hal yang paling mungkin saat ini.
Bila bicara multi-tasking (mengerjakan beberapa hal bersamaan atau ‘dalam satu kurun waktu tertentu’), kita harus sadar, segala sesuatu didunia ini butuh ruang dan waktu demi eksistensi materi-nya. Ruang dan waktu dalam bentuk fisik juga dalam alam pikiran. Bila prasyarat tersebut nol, tidak terpenuhi, maka materi tidak dapat mengejawantah dalam alam riil. Ibarat planet tidak dapat dihuni mahluk hidup jika tak ada air, unsur yang menopang kehidupan. Apapun itu, aksi nyata ataupun ide, dia butuh ruang dan waktu. Jelas ruang dan waktu yang kita punya untuk segala sesuatu itu terbatas, limit. Dua hal tersebut adalah faktor ‘pemaksa’ eksternal, yang kita bisa hanya menyiasatinya.
ko comment gua ke apus ya?… hehehe.. BTW gua suka tulisan ini.. realistis abis ๐