Buah dada itu….

Aku harus sadar sesadar-sadarnya, harus terbebas dari ruang dan waktu yang sekarang menjebak. Karena luasnya langit baru terdeteksi begitu jiwa berada diatas ‘peta-peta’. Ketakutan-ketakutan dramatis dapat segera dijadikan bahan tertawaan ringan – jika saja dapat terbebas dari ruang dan waktu -.

Ruang, petak ini, naungan ini, kamar ini, desa ini, taman ini, kota ini, pulau ini, negara ini, dunia ini, planet ini, harus bisa diatasi dengan jiwa yang lebih luas dari mereka. Muatan nuansa, memori, emosi, intelegensia, kekuatan yang mereka kandung, harus bisa diatasi. Manusia dipaksa terus berjalan oleh waktu. Walau mereka diam, hakikatnya tetap berjalan. Sehingga pikiran-pikiran, perilaku, karakter massa atau personal ter-pattern ke dalam warna dan kotak-kotak. Ya, manusia cenderung terkondisikan oleh ruang dan waktu yang membungkus mereka, dan -sedikit- manusia yang ‘bisa keluar’ dari sana dianggap wali atau orang gila. Gila itu sehat, karena disana ada denyut kehidupan yang sebenarnya, bukan kehidupan yang seharusnya. Gila adalah upaya radikal untuk bebas dari ruang dan waktu.

Dengan kekuatan, aku harus berkelana, selemah-lemahnya, setidaknya jiwaku. Harus meringkas makrokosmos ke dalam jagat inti dalam jiwa, lantas me-replay mereka sesuai kehendak. Untuk memperjelas ‘jalan’ yang sudah menjadi ‘seharusnya’ ini, aku harus terbebas dari ruang dan waktu, memandang dari segala sudut, menemukan inti dari ‘jalan’. Dalam apapun, dalam ruang dan waktu yang bagaimana pun, aku harus terbebas dari mereka, supaya dapat melihat inti-nya. Karena ruang dan waktu adalah kulit yang membungkus hakikat dari peristiwa-peristiwa hidup, nukleus yang berpendar dalam rahasia.

Aku harus terbebas dari ruang dan waktu, agar tangan ini mampu mewarnai dengan baik.

One thought on “Buah dada itu….”

  1. aves

    adoh… ini judul, bikin ngeres otak gua aja pas mau baca ๐Ÿ˜€ udah pilm-pilm di bioskop 21 Plus huahahahahhaha:D

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

50 − 44 =