Annisa


-sepenggal kisah Rully Ambarwati dan aku

raut wajah nan ranum
isyaratkan rindu pada lelaki,
pun seorang jejaka yang lupa diri

raut wajah kusutku
lampiaskan kata darinya,
pun tamparmu di pipiku

waktu bibir nakalku
mengajak bibirmu rekreasi


—
Rakhmat Koes
bandung, 2004

3 thoughts on “Annisa”

  1. Toba

    “..mengajak bibirmu rekreasi
    ..” Diksi yang bagus sekali bung rahmat… Hahahahahahahahaha, mending lo cium pantat kompor sana, lebih anget dari pantat ayam lho! Oh ya, para penyair STSI kalo bisa undang minta kirim karya nya ke sini Mat, ya kalo mao, macam Dasep, Abriono, Zamzam, dan mungkin yang ank barunya. Eh iya, jangan yang ceweknya aja yang loe ajakin…. :p

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 4