24 Maret 2004

Ya, mungkin benar, aku ini cuma binatang licik yang selalu kesepian. Mungkin kau menyesal pernah bertemu aku di bukit itu. Maaf kalau aku menyinggungmu sangat, mungkin ada luka yang tak kutahu kau simpan. Tapi sekali waktu biarkan aku tahu, agar bajingan ini berhenti mengganggumu, dan segera mengenyahkan impiannya tentangmu.

Aku sudah lapuk dalam kata-kataku, banyak luka kutorehkan padamu, hingga jengit-jengit kecil kesakitan kau tampakkan waktu aku mengungkitnya. Aku akan jaga bahasaku, aku hapus juga angan gambaran tentangmu.

Maaf, aku telah melukiskan luka dalam hidupmu.

Bajingan ini sadar, ia terlalu menjijikkan bahkan untuk sekedar mendongak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 2