-15 Maret 2004-

Tadi kutelusuri lagi perintahNya, aku terkejut pada tangan yang bersedekap, ia menceritakan hidupku, tak hingga. Kembali kueja kalimat itu huruf per huruf, kutemukan kilauan keagunganNya yang abadi, aku mendadak sesak, ada yang melesak-lesak. Dunia jadi luas, langit tak lagi punya rahasia.

Aku cumbui Kau, merangkak didepanMu, ini dosa merubung seperti lalat. Memberatkan langkah, menyesatkan arah. Aku bosan tersasar, ingin kembali.

Dari pintu manakah?

3 thoughts on “-15 Maret 2004-”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + = 16