Tag Archives: Auto

Hancurkan dan Lukislah Aku

Jika memandang saja sudah cukup

Lalu takutkah kau untuk menyentuh

Bagaimanapun sentuhan takkan mengubah

Pelukan takkan menggugah

 

Mungkin tangisan akan membuyarkan

Menghancurkan..

Mengosongkan..

 

Dan kemudian, dimulailah lagi cerita baru

Dilukiskan kembali coretan yang halus

Sehingga suatu hari nanti aku menjadi lukisan baru

Finally, the Backup Completed Sucksesfully…

And so the story goes…

Akhirnya, backup selesai, dengan sangat smooth setelah gue posting artikel sebelum ini (cloning my hard drive). Mungkin Tuhan menganggap gue sudah pantas untuk melakukan backup di windows 7, jadinya digampangin (jiah, bawa-bawa tuhan).

Jadi setelah gue posting itu artikel, dan seusai baca manual di sevenforum.c0m, ini langkah-langkah yang gue lakukan.

  1. Membuat  backup langsung ke hardisk eksternal (56 GB, about 1 hour).
  2. Mematikan komputer.
  3. Cabut hd 1, hd 2 dijadiin master. Memastikan HD eksternal sudah tercolok sebelum PC dinyalakan.
  4. Nyalain komputer, F12 untuk pilih menu boot, booting dari cd rom (windows repair disk).
  5. Pilih layout keyboard, ikutin wizardnya, dan backup pun berjalan lancar sampai minta restart.
  6. Windows dinyalakan, dan berhasil sudah gue meng-klon isi sistem lama ke HD baru.

Walau begitu, karena yang gue recovery itu hanya drive C aja, sedangkan di hd 1 itu ada drive C dan D. Maka begitu masuk ke OS di hard disk baru itu ada beberapa shortcut / alamat file dan direktori yang mengarah ke drive D yang hilang. Jadi gue cukup mengkopi file-file dari drive D lama ke drive D baru.

Selain itu, begitu hd 1 gue colok lagi sebagai slave, dan windows nyala. Ternyata hd 1 tidak termount, dikarenakan ada konflik properties C-nya hd 1 dan C-nya hd 2 (yang baru). Gue coba change letter drive pake easeus partition, ternyata gak bisa, karena kondisi hd 1 offline dan begitu mau di online-kan bentrok sama hard disk yang lagi online.

Akhirnya gue restart, masuk ke repair disk lagi dan pake fungsi DISKPART-nya windows untuk ngaktifin automount. Setelah itu, restart masuk ke windows lagi dan tinggal ganti-ganti drive letter hd 1 menjadi E dan F.

Dan ada satu hal aneh lagi, tiba-tiba saja Norton 360 bilang bahwa virus definition-nya hilang! Jadi harus update lagi dari nol. Wekekekeke, aneh.

Beberapa catatan kecil soal menggunakan Windows System Image Backup:

  1. Jangan sembarangan merubah nama folder tempat system image backup disimpan, kecuali kita mau nyimpan lebih dari satu system image.
  2. Jangan sembarangan memindahkan backup image direktori.
    Jadi kalau mau restore system image dari hard disk eksternal, ya backuplah ke hard disk eksternal dari awal. Jangan backup ke hardisk internal terus di copy paste ke hard disk eksternal, it won’t work. Gue gak yakin apa sebabnya.

    Sepertinya Windows mencatat path/alamat file backupnya, jadi kalo dipindahin ya keder dia. Selain itu di wizard restore imagenya, gak ada tuh tombol semacam ‘browse system image’ yang memungkinkan kita menunjukkan dimana si file backup berada. Auto-detect lah ceritanya.

  3. Ada baiknya baca manualnya dulu, terutama dari link yang gue kasih di artikel sebelum ini.
  4. SANGAT DISARANKAN untuk membuat system image backup ini, begitu Anda selesai menginstall windows.
    Atau bisa juga setelah Anda selesai menginstall-install ‘software-software wajib’ Anda (seperti MS word … etc.). Jadi kalo ke depannya terjadi sesuatu dengan sistem Windows Anda, tinggal recovery ke kondisi sistem ketika image itu dibuat.