Untuk Sebuah Siluet Manis

diterangi lampu kota
bertindihan, mengejar nafas
coba raih langit dunia

dan bayangan-bayangan berlintasan
tangan-tangan berserakan
jejak-jejak bisu tenggelam dalam
suara berbisik

di bawah sana
mobil-mobil perwira polisi berbaris
menimbulkan tanya

sayang,
dalam remang
kita ramu cinta hitam
yang manis menggigit

menyumbat ingatan,
dan menjadi igauan-igauan siang hari

dalam jemari yang bersatu
kita saling memanggil nama
tapi, hey,
itu bukan namaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − = 9