Bersulang Untukmu Sepenuh Hati

Kau yang pernah kupilih,
Kutimbang-timbang perlahan
Gadis dengan bunga yang merintik
Pada tiap ujung senyumnya
Tatap yang lembut dan pikiran yang tajam
Ah betapa waktu telah berlalu

Aku menyaksikanmu dari jauh
Melihatmu menari dan tersenyum bersamanya
Kuacungkan gelas kopi kegelisahanku
Bersulang untukmu berdua

Terima kasih,
Pernah membuat malam-malamku
Penuh bintang, harap, dan penantian
Saat itu adalah masa-masa gelap
Yang megah dan glamor

Betapa wajahmu selalu terbayang
Pada langit malam yang kutatap
Namamu selalu dihembuskan angin
Pada kota yang sunyi

Aku bukan lagi pencinta seluruh wanita
Tak bisa itu, dan tak mungkin
Aku cukup senang pernah mengenalmu
Dan hampir mencatat cerita bersama

Maaf, hanya kebetulan lewat dan melihatmu
Tak bermaksud menengahi cintamu
Aku pun sedang kesana
Menuju wanita yang ingin kuraih
Seorang yang sederhana dan penuh sayang

Sekali lagi, bersulang untukmu
Seteguk ini
Kemudian aku pergi

5 thoughts on “Bersulang Untukmu Sepenuh Hati”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =