Sembilan lagi menunggu mati

Sembilan lagi menunggu mati,
di bawah tiang gantung yang siap mematahkan leher mereka,
menjerit tanpa suara dan lalu hilang dari ingatan,
ini negri orang, itulah faktanya… lebih tidak.
ah, kawan… seakan tak pernah lain kisah ini,

mereka disebut pembunuh,
penjual ganja,
berasal dari sekumpulan yang tidak berguna.

halaman belacu ini belum lagi ditutup,
ini negri kita,
dan mereka tetap menjadi sampah
yang akan segera memasuki keranjang pemulung.
Sekarang aku bertanya
„Apakah ada akhir untuk mereka?”


—
Patkay.
( sedikit edit kata dari Nyenius )

4 thoughts on “Sembilan lagi menunggu mati”

  1. patkay

    puisi ini bener2 cuma penyampaian rasa kesel gw, krn mslh TKI di malaysia. gw kurang perhatiin mslh keindahan bahasanya. jd sorry klo berantakan.

    Reply ↓

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

67 + = 75