alamat waktu yang terus berubah seiring arah wajah yang semakin menua, pada akhirnya jua lah massa kembali kepada kesetimbangan,
atas semua kenangan pada tiap ramadhan, terucapkan atau terjadi, maka kenangan adalah kenangan,
kepada Tuhan penguasa semesta, penggerak setiap lempeng, pencipta gelombang gelombang gempa, demi kesucian Mu, keagungan Nabi Mu, aku mengetuk pintu rahmatmu,
Semoga setiap kenangan tetap menjadi kenangan, setiap waktu yang berulang adalah pelajaran bagi si kecil untuk melangkah, maka jadikan setiap langkahku adalah bahan bakar imajinasi masa depanku, jadikan setiap daya pikir yang tercipta adalah hasrat untuk menjadi padi, jadikan setiap ucapan yang tergerak dari dalam lidah adalah tamparan bagi kesombonganku
=========================
Fahdi M.
Bandung.
Alhamdulillah, akhirnya telah turun ilham…. fahdi menulis puisi….. uhhhh
selamat atas usaha fahdi!!!
huehuehue.. kunye.. boleh2 puisinya.. asik..
semakin mempesonalah dirimu Di….. let her know doooong! ๐