Kerinduanku Menjadi Sebuah Sajak

Otakku sepi
Pikiranku terapung di atas waktu
Suaraku tertahan oleh kerinduan yang tak terkabulkan

Aku rindu hawa kita
Hawa kita yang riang
Keceriaan kita yang merah dan kuning

Aku ingin menangis
Karena kau tidak ada saat kurindukan

Hatiku berjalan… berjalan,
Menyusuri cahaya-cahaya keinginan
Hatiku melangkahi batu-batu kecemburuan
Kemudian berlalu dari perasaan-perasaan malam yag takut
Menghampiri kesejukan pagi yang bahagia
Ku kejar matahari yang tersenyum
Seperti kamu!
Aku rindu jiwamu
Aku rindu cahayamu
Aku rindu kau mengatakan “aku sudah disini”
Tetapi kamu tetap tidak ada

KErinduanku
Seperti hutan yang menantikan hujan dan kemarau
eperti merasakan sakit perut
Seperti mengayuh sepeda ke kutub utara
Bukan tidak mungkin
Tapi ingin cepat sampai

Ah…
Kerinduanku hanya menjadi sebuah sajak saja
Karena kamu tidak ada

================
Rina.
25 April 2002

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

49 − 44 =