Tuhan, Izinkan Aku Amnesia

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki pecinta buku persis seperti diriku.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki penyuka seni persis seperti yang aku cari.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki yang bercita-cita menjadi ayah yang baik.
Persis seperti penggenap kekosongan hatiku yang nyaris mati

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki penyubur mesjid,
sosok imam keluarga yang aku damba.

Dari ingatan tentang dia,
laki-laki yang ternyata manusia
yang dengan kealpaannya,
hari ini membuatku meneteskan air mata.

Tuhan, sungguh, tolong izinkan aku amnesia dari namanya!

(24 Mei 2004)

5 thoughts on “Tuhan, Izinkan Aku Amnesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

52 − 48 =