Category Archives: Puisi Cinta Member

riwayat naif

RIWAYAT NAIF

Aku lelaki tak lagi punya kemaluan
Kasihkupun hilang rasa
Kami tak lagi bicara
Kami hanya bercinta secara ontologis
Sejauh dia ada dan aku ada
Itu saja!
Selebihnya adalah ketiadaan
Yang tak pernah sanggup kami khayalkan

Aku lelaki mandul sudah
Kasihkupun putus doa
Kami tak lagi satu ranjang
Kami hanya bercinta secara haram
Tidak penghulu kami datangi
Tidak pula akad nikah kami ucapkan
Kami hanya berikrar
Bahwa aku atau dia adalah aku itu jua

Biar tak berkemaluan atau mandul
Itu sudah pilihan kami
Maklum…
Kami takut akan cemburu
Bila ada yang ketiga
Ya… terpaksa aku kebiri
Dia pun matikan rasa
Katanya sih demi cinta
Dengan dalil seharga kematian setan

jarak dua kata

JARAK DUA KATA

Tentang kemarin
Tentang mimpi semalam dan selembar daun
Dosaku bercerita
Kata-katanya membakar matahari
Higga telanjanglah aku dikeramaian

Bayang!
Pernah kutanya pada pengemis tua
Tentang jarak dua kata
Antara benci dan cinta
Antara pupus dan harap
Antara mati dan hidup
Hanya sekujur mayat ditunjukkan
Dan seruling patah

Oh… makin menangis ku pada bisu isyarat
Luput kian ini makna
Entah di mana hening kan dirasa

Berlariku pada sekumpul orang-orang gila
Bernyanyi mereka tiada suara
Seraya menarikan diri tanpa gerak
Mengucap nama tanpa kata
Menulis asma tanpa aksara

Oh…bukan jawab ditemuku
Tapi selaksa rahsia kian direntangkan

Pada petapa mana ku kan bertanya
Pada nabi mana ku kan haturkan

Mungkin cinta adalah benci kemarin
Mungkin harap adalah pupus semalam
Mungkin hidup adalah mati lusa lalu
Andai zaman tak lagi mengikat jiwa
Jarak antara dua kata
Takkan lagi dirasa
Hingga abadilah segalanya