Category Archives: Dedicated

Ini merupakan kategori yang dikhususkan buat member yang telah memposting 10 atau lebih puisi.

Lampu

Ada begitu banyak lampu – lampu dalam hidupku
Ada yang terang dan remang
Namun satu persatu mulai meredup
bahkan mulai pecah berantakan
dan tidak dapat disatukan kembali

Cahaya – cahaya yang menerangi hidupkupun mulai menghilang
dan kegelapan utuh mulai menyelimutiku
Akankah ku takut?
Tidak, yang perlu kulakukan hanya menggantinya dengan yang baru
dan tetap menerangiku sepanjang jalan
hingga jalan itu terputus
Dan jika itu terjadi, aku tidak memerlukan lampu lagi
Aku hanya terduduk dan diam…
Berharap cerita hidupku dilanjutkan kembali

Takaranku

Dengan sepiring pengalaman, semangkuk kebahagiaan
dan segelas kesedihan
maka jadilah hidupku
Namun, belumlah lengkap

Lalu tambahkan dengan sesendok amarah jiwa
maka terbentuklah egoku
Namun, belumlah sempurna

Berikan cinta secukupnya
maka terwujudlah seorang aku
dan aku siap berbagi bahan – bahanku dengan orang lain
Agar aku menjadi milik mereka
Begitupun mereka padaku

Jadilah

“Kun”
dalam genggamNya
kuharap cinta
mengejawantahkan dirinya padaku
menjadi sajadah dalam sujudku

“Kaf dan Nun”
dalam cintaNya
kuhidup dan terus menerima tulisanNya
ketika bahagia dan duka
karena Dia sendiri itu cinta

“Kun”
Kau Musthafa dan Musa
cinta
“Kaf dan Nun”
memberi Ibrahim dan Isa
sayang
“Kun,Kaf dan Nun”
mensipta Hawa untuk Adam

“Kun”
biarkan diriku cinta
dalam dekap sayap Izrail
dalam mutiara hakikat Lukman
“Kum
Kaf dan Nun
Jadilah.”

Dalam Kelam

Gelap, karibku
kau tahu siapa itu cinta?
tetanggamu?

Kemarin, dalam kelam dia menyapaku
kutanya
“kau siapa?”
“aku cinta.”

Gelap, karibku
mimpiku, tentang seseorang
(dia cantik dan manis)
dia bertanya padaku
“Kau terima pesanku?”
“pesan mana, siapa yang membawa?”
“Cinta.” Jawabnya singkat

Gelap, karibku
dalam kelam
ada bintang, rembulan
tapi kelamku sendiri
dia sepi
(tak berkawan dia, malu katanya.)

Anganku

Andaikan hari ini tak terjadi
aku ingin melihatmu kemarin
Andaikan aku berduka
aku ingin mengajakmu menangis
Andaikan senyumku mengembang
aku ingin kau tersenyum kembali
Andaikan hidupku tak berarti
aku ingin kau memberitahukan arti hidupku ini
Tapi…
Andai saja semua itu tak dapat kauberi
aku ingin kau menyayangiku tanpa pamrih
tanpa sakit
tanpa pedih
ini permohonanku untukmu
mohon dibalas dengan rela hati
karena aku menunggu…
kasihmu dengan keyakinan abadi

Tangis Pada Lete

Sebuah awal surat kubisikkan dengan lirih
bagi seseorang yang menjaga aliran sungai kealpaan

Lete… berikan airmu…
Hapuslah ingatanku yang mengukung
yang membuat jalanku tak terang dan selalu putus

Lete… lihatlah aku yang tersudut
hanya berharap kosong pada sosok kelam yang menyiksa
yang menyingkirkan senyumku pada jagat

Lete… ubahlah tangisku
walaupun terdengar menyedihkan
kumohon…
biarkan aku melupakannya

Haruskah kutinggikan suaraku
menjadi jerit putus asa…

Lete… mengapa kau hanya tersenyum dalam hening
mengapa kau menutup mata dan pergi

Kumohon Lete…
jangan usir aku dari hulu sungaimu
aku hanya ingin bertahan hidup

Darah Api

Genggamlah tanganku…
Hangat karena kehidupan
Lihatlah mataku
Cerah karena kenyataan
Rasakanlah detak jantungku
Berdegup dengan kencang
bahkan terlalu kencang karena lelah menahan

Aliran darah ini tak dapat kuhentikan
terlalu panas untuk kuredam sendiri
Sebab telah kutelan bulat – bulat
semua sakit dan kasih
kujadikan kekuatan baru untuk jiwaku
Yang bahkan tak dapat kukendalikan

Maafkan aku tanganmu tercinta
karena tak dapat memelukku lebih erat lagi
Untuk apa melindungiku
jika hanya membuatmu terluka oleh aliran darahku
kuharap disaat kau kembali merengkuhku lagi
Api itu dapat terkendali

Lelap

Tidurlah tubuhku
lupakanlah penat dan lelah
Tidurlah pikiranku
hiraukanlah sempit dan susah
Tidurlah jiwaku
hilangkanlah resah gelisah
Tidurlah hatiku
singkirkanlah bimbang dan gundah
Tidurlah diriku
tidurlah sepenuhnya
impikanlah kematian yang pedih malam ini
dan esoknya
bangkitlah dengan lebih berani

Mari Bersyukur

Mari bersyukur,
Untuk setiap tetes darah yang mengalir
Dan setiap detak jantung yang terjadi

Mari bersyukur,
Untuk setiap keindahan yang kita miliki
Dan yang tidak kita miliki
Sebab kita adalah kesayangan-Nya

Mari bersyukur,
Untuk setiap sifat baik yang kita punya
Dan setiap sifat buruk yang kita punya
Sebab kita terbatas adanya

Mari bersyukur,
Untuk setiap berkah yang kita dapat
Dan setiap kesulitan yang kita rasakan
Sebab itu semua adalah alat pembentuk kita

Mari bersyukur,
Pada Khalik Yang Agung
Pada kasih tertua dan selalu baru
Sebab kita adalah milik-Nya