Welcome to our recently assigned official developer of Mustnews : Avesena!! ๐ ๐ ๐
Current Official developer of Mustnews:
– Toba (myself)
– Avesena
Some hardwork has already put on re-design the basic architecture of this script.
Welcome to our recently assigned official developer of Mustnews : Avesena!! ๐ ๐ ๐
Current Official developer of Mustnews:
– Toba (myself)
– Avesena
Some hardwork has already put on re-design the basic architecture of this script.
Dewasa :
Harus kita ketahui bahwa RES adalah binatang omnivora yang oportunistik, dan mau memakan berbagai macam pakan ketika mereka dewasa. RES kecil atau bayi lebih cenderung sebagai karnivora, dan mereka akan tumbuh dengan pesatnya apabila kadar pakan mereka 20-50% -nya mengandung protein. Tapi makanan yang diselingi tetap cara yang terbaik, usahakan jangan sampai satu jenis makanan mendominasi setengah dari jenis pakan mereka. Seiring mereka dewasa, makanan mereka pun berubah. RES muda lebih cenderung karnivora atau senang serangga, ikan kecil, dan enis daging lainya, waktu mereka dewasa/makin tua kecenderungan pakan mereka jadi herbivora (tapi tetap suka daging). RES muda bisa diberi makan setiap hari, dan yang tua bisa lebih jarang lagi (sekitar 5-7 hari).
Memperkenalkan pakan baru pada RES
Misalkan kita terlanjur ngasih makan satu jenis makanan untuk waktu yang agak lama, dan kita mau ganti /selingin pakannya, atau kalau kita baru beli RES itu dari toko. Biasanya mereka tidak langsung mau makan pakan yang kita kasih, karena mereka belum mengenalinya sebagai makanan. Hal yang harus dilakukan adalah, sodorkan pakan baru itu kepada mereka selama seminggu. Selama pengenalan ini, jangan berikan mereka pakan rutinnya kecuali sedikit. Pertama kali kita ngasih pakan baru itu jangan terlalu banyak, karena pakannya belum tentu dimakan dan hal itu Cuma bakal ngotorin air.
Jadwal pemberian makan
Kalau di alam liar, mereka punya jadwal alami untuk mencari makan, tapi di kolam/akuarium kita yang pegang kendali atas hal itu. Seperti saya sebutkan sebelumnya, RES kecil sebaiknya diberi makan setiap hari, sedangkan yang besar bisa dalam interval yang lebih lama. Nah saya pribadi waktu merawat RES saya yang kecil saya jadwalkan makan mereka itu dua kali sehari, pagi dan sore. Setiap sesi pemberian makan, saya suapi mereka dua anak ikan mas dan juga pakan kura-kura/ikan hias dari toko. Jadwal pemberian makan ini penting kiranya, karena berhubungan langsung dengan tingkat pertumbuhan mereka nantinya. Beri makan kura-kura Anda selama selama mereka masih mau makan selama sepuluh menit, lewat dari itu hentikan pemberian makan (walau mereka masih keliatan lapar dan meminta makanan).
Jenis Pakan
RES termasuk reptil Omnivora yang memakan baik itu daging maupun tumbuhan. Kecenderungan mereka adalah: Karnivora di waktu kecil, herbivora setelah mereka dewasa. Tidak semua makanan (baik sayuran maupun daging) baik buat mereka, maka dari itu saya coba me-list apa yang disarankan dan apa pantangannya beserta sebabnya.
Daging:
Binatang-binatang hidup sangat dianjurkan menjadi pakan RES kecil, karena itu bisa menjadi sumber protein yang baik, dan dapat menunjang pertumbuhan kura-kura yang baik dan sehat. Jangan jadikan daging sebagai pakan khusus, jadikanlah mereka sebagai salah variasi makanan seperti pakan yang lainnya.
– Anak ikan mas
– Anak lele
– Himpun (gupy/cere)
– Keong air
– Cacing sutra
– Cacing tanah
– Jangkrik
– Larva nyamuk (buat yang masih kecil)
– Udang (dianjurkan sungut/kepalanya dibuang lebih dulu)
– Cicak (gue selalu pengen nyoba, tapi gak tega)
Jangan atau sebaiknya jangan :
– Daging ayam, baik masak apalagi mentah. Karena ayam mengandung Salmonella, bakteri yang membuat RES anda sakit (dan kemungkinan menular pada manusia).
– Daging sapi atau babi. Daging mahluk ini terlalu berlemak buat mereka
– Cacing Tubifex atau ikan beku / mahluk hidup yang dibekukan lainnya. Kemungkinan pakan-pakan tersebut mengandung kadar Thiaminase yang tinggi dan bisa menyebabkan penyakit kekurangan thiamin (Thiamin deficiency).
Sayuran :
Untuk muatan vitaminnya, mereka butuh sayuran dan buah-buahan. Sering-seringlah beri makan mereka dengan sayuran atau buahan ini, agar mereka tumbuh menjadi RES yang sehat dan bahagia :. Berikan mereka campuran sayuran yang dipotong-potong seminggu sekali.
Buah:
– Anggur
– Belewah
– Blackberry (buat intermezzo)
– Stroberi
– Apel
– Jeruk
– Blueberi
– Pisang
Lalapan:
– Daun lobak
– Selada merah
– Dandelion
– Pucuk wortel
– Daun ara
– Daun anggur
Sayuran:
– Labu
– Kentang manis
– Kacang-kacangan
– Potongan wortel
– Tomat
Tanaman air:
– Water Hyacinth (sejenis bunga bakung air)
– Water lilies
– Elodea
– Duckweed
Jangan atau sebaiknya jangan :
– Selada dan Seledri. Dua tanaman ini hanya mengandung sedikit nutrisi dan serat yang berguna. Beri ini hanya untuk sekedar iseng setelah mereka makan pakan utamanya.
– Bayam, lobak, kelembak. Mereka mengandung kadar suatu zat (oxalic acid) -yang dapat menghalangi penyerapan kalsium- yang tinggi. Sayuran ini bisa menyebabkan RES kekurangan kalsium, bahkan jika mereka sudah diberi pakan yang mengandung kadar kalsium tinggi.
– Kacang polong, kacang, dan jamur. Kacang-kacangan ini harus disajikan tidak terlalu banyak, karena bisa menimbulkan encok atau tersenggal bila diberikan terlalu banyak.
– Cabai, taoge, brokoli. Dalam jumlah yang berlebihan, mereka dapat menimbulkan penyakit dibagian ginjal. Jangan terlalu sering diberikan.
– Tanaman air biasa. Bila anda ingin mendekorasi kolam atau akuarium kura-kura anda dengan tanaman, pastikan bahwa tanaman tersebut tidak beracun. Karena kura-kura peliharaan tidak dapat membedakan tanaman yang bisa dimakan dan yang beracun.
Makanan ‘kaleng’ (makanan peliharaan komersil) :
Sekarang ini pakan kura-kura baru sedikit yang dijual dipasaran dalam negri. Ada dua model pakan kura-kura berdasarkan bentuknya, stick (bentuknya batangan) dan bulat biasa, baik yang baby size maupun adult size. Karena makanan komersil yang khusus buat kura-kura masih sangat jarang, bisa juga digunakan makanan/pelet untuk reptil lainnya (karena pada dasarnya kebutuhan vitamin mereka tidak jauh berbeda). Atau bisa juga Anda berikan pakan ikan hias biasa. Pakan-pakan tersebut telah memiliki kandungan nutrisi yang lumayan memadai untuk membesarkan RES. Makanan komersil ini harus memiliki sekurangnya 35% protein, kalsium, vit A. Makanan kering kucing atau anjing bisa juga dijadikan pakan RES. Tapi jangan jadikan ini sebagai sumber utama protein, karena terlalu berlemak.
Hubungan makanan dan kesehatan:
Apabila RES atau kura-kura Anda tidak mau makan sebagian / beberapa jenis makanan yang Anda sodorkan, tetapi masih makan yang lainnya, berarti RES Anda masih sehat-sehat saja, dia Cuma nggak suka makanannya. Tapi kalo RES tersebut tidak mau makan SEMUA jenis makanan yang disediakan buat dia (selama 3 / 4 hari) ada kemungkinan dia mengalami gangguan kesehatan alias sakit, segera periksa.
Jangan hibernasi-kan (tidak dianjurkan bagi kita yang tinggal di daerah tropis) kura-kura yang kurang makan/kurang terawat, hal itu hanya menyebabkan kematian belaka.
Hubungan makanan dan warna :
Sudah umum, bahwa warna dari corak-corak RES yang dipelihara para hobiis cenderung memudar seiring menuanya RES. Hilangnya kecemerlangan warna ini, termasuk memudarnya pigmen kuning dan merah, adalah efek dari kurangnya pemberian pakan yang mengandung nutrisi untuk pigmen dalam makanan mereka. Mem-variasikan makanan pewarna ikan hias lainnya akan dapat membantu RES mempertahankan warna mereka. Memberikan jenis sayuran/tumbuhan yang mengandung pigmentasi warna kuning dan merah juga dapat membantu menjaga warna RES.
Suplemen Vitamin :
Jika RES anda telah diberikan pakan yang tepat, maka suplemen vitamin tidak begitu diperlukan lagi. Banyak ahli yang menyuplai tambahan suplemen kalsium dan vitamin D3 bagi RES kecil mereka (silahkan cari suplemen untuk reptil ini di petshop terdekat). Cukup berikan suplemen ini dua kali seminggu (RES kecil) dan sekali seminggu bagi RES yang sudah dewasa. Sangat dianjurkan untuk menambahkan suplemen kalsium atau Vit D3 bagi RES betina yang hendak bertelur, berikan sekali atau dua kali seminggu selama musim bertelur. Pemberian suplemen kalsium dan vit D3 yang berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan tempurung yang tidak normal dan masalah lainnya bagi yang dewasa.
KALSIUM :
Kura-kura memutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan tempurung yang sehat.
VITAMIN D3 :
RES dapat memproduksi D3 bila mendapatkan pancaran sinar UV-B (langsung berada/berjemur dibawah sinar matahari, tanpa pengahalang). Kandungan kalsium (baik dalam makanan maupun suplemen tambahan) tidak akan banyak manfaatnya jika RES kekurangan vitamin D3 ini. Dan kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan penyakit radang tulang / pertumbuhan tempurung dan tulang yang tidak sempurna.
VITAMIN A :
Jika kekurangan vitamin ini, akan menyebabkan hilangnya nafsu makan, mata yang menonjol dan berair. Gejala-gejala tadi masih bisa disembuhkan atau dicegah dengan memvariasikan makanannya. Apabila kelebihan vitamin A, akan menyebabkan kulitnya terkelupas sehingga daging bagian dalamnya terlihat (bukan seperti ganti kulit, jadi kulitnya mengelupas tanpa meninggalkan kulit baru, tidak jarang hal ini menyebabkan kematian pada kura-kura).
Hal lain menyangkut pemberian makan RES :
” Jangan kelewat banyak ngasih makan mereka. Bisa terjadi ketidak-seimbangan antara pertumbuhan tubuh dan cangkangnya, kalau udah begitu, betapa tersiksanya mereka.
” Jangan beri mereka gorengan (seperti bala-bala, tahu isi dsb).
” Jangan beri mereka makanan yang terlalu berlemak, seperti ham, daging babi dll.
” Utamakan pakan alami, gunakan pakan ‘kalengan’ sebagai selingan.
” RES termasuk Kura-kura air, dan kura-kura air hanya bisa makan di dalam air. Jika mereka mendapatkan makanan di darat, mereka akan segera membawanya ke genangan air terdekat untuk kemudian memakannya.
” Bereksperimenlah dengan berbagai macam makanan. Entah itu dari jenis daging, sayuran makanan kaleng, tapi sebelumnya, pastikan dulu pakan-pakan tersebut tidak berbahaya bagi mereka. Be creatif!
” Indikasi kenyangnya RES. Mereka makannya mulai ogah-ogahan (makanan yang ada tidak disentuh).
” Untuk mengetahui apakah kura-kura Anda terlampau gemuk, lihat apakah daging/kulit kakinya menyembul keluar ketika dilipat, jika ya, berarti dia kelewat gemuk kawan, kurangi intensitas pemberian makannya. Kalau terlalu kurus? Lihat di daerah pipinya, seharusnya agak gembung (tembem), kalo cekung berarti dia kelewat kurus, nah perbaikin makannya dan juga jenis pakannya.
” Asyiknya makanan hidup. Selain bisa ngelatih mereka ‘berburu’, makanan hidup juga bisa lebih awet, mereka Cuma dimakan waktu si kura-kura lagi butuh. Dan kadang-kadang bisa jadi perangsang nafsu makan setelah mereka sakit/susah makan. Tapi jangan lengah, perhatikan ketika / sesudah mereka makan mahluk-mahluk hidup ini, RES itu makannya jorok, terkadang ikan mas Cuma dimakan sepotong dan sisanya dibiarin ngambang, terus mereka makan ikan yang laen lagi. Ini bisa ngotorin aer, sarannya, ambil potongan ikan itu dan sodorin ke depan moncongnya, biar dimakan lagi sama dia.
” Untuk RES yang masih kecil dianjurkan untuk diberikan pakan kaleng yang bentuknya bulat bukan stick. Karena hal itu memudahkan mereka untuk menelannya.
—-
*Diramu dari berbagai sumber di internet
Mulai sekarang, buat lo yang udah register member, nggak cuma bisa kirim puisi, tapi juga artikel. Temanya terserah apa…
Kehangatan hembusan angin, nyamannya tempat berlindung, janganlah melupakan keharusan. Pekatnya suasana dan kebingungan, dipadu-tambal jadinya tawa! Bawa serta segelas kopi dan sebatang kretek pengusir flu, kita nongkrong disini, bicarakan yang-perlu-dan-tak-perlu. Sebab bicara adalah tuntutan jiwa, maka bicaralah. Disini saya sambut jiwamu dengan senyum dan warna-warna, bicaralah. Saya buatkan terminal kecil berwarna oranye, tak lupa beberapa tiang buat tempatmu menggantungkan mantel -walau itu bukan budaya kita-, agar kita bisa terus bicara, peduli nyambung-atau-tidak, bicaralah, jiwamu yang senyum dan merengut, saya akan tetap senang mendengarnya. Disini, terminal kecil berwarna oranye ini, adalah persembahan kecil dari jiwa -dan untuk jiwa- yang terus bertanya-tanya, yang penasaran akan rahasia atom, isi bumi, hingga urusan kadar gula dalam kopi tetangga.
Selamat datang. Sebutlah terminal kecil berwarna oranye ini, milik kita.
Note: Bila ada sudut yang mengganggu, katakan saja ๐
Untuk kau nun-disana, yang kusayang dalam galau dan senang. perlu kautahu, dan perlu berulang kali kau tahu, bahwa kerinduan terhadapmu sudah menjadi makananku sehari-hari, bahkan terjadinya lebih sering dari kegiatan makanku yang kadang sehari sekali. Catatlah, dan catatlah lagi sebanyak perulangan yang mungkin kau lakukan, bahwa rasa sayangku padamu tidak sempit terpentok kepada baskom perak bernama nafsu -walau kuakui akupun membutuhkannya. Tentang rasa sayang ini pun terasa sedikit aneh. Ia terus tumbuh seperti tumbuhan menjalar, terus melilitku. Entah karena ‘ilham gaib’ yang kudapat dari kitab suci pada suatu subuh, waktu kuajukan kamu sebagai pilihan kepada-Nya -sepertinya kau jawabannya.
Ya, ya agak rancu memang, disatu sisi aku bicarakan nafsu padamu, disisi lain kuungkit tentang kitab suci. Ini memang masalah pelik sayangku. Entah apa ‘return value’ dari perhitungan fungsi yang rumit -dengan variabel saling bertentangan- ini. Pembelaanku, salahkan kemudaan kita, tanyakan zaman yang kita tempati. Ah, sudahlah, tak habis kita omongkan yang itu. Adanya sekarang adalah begini: Kau disana dan aku disini, cukup aman untuk sementara waktu.
Kepada Adinda yang hatinya kusayangi. Kuulang kembali apa yang sudah kautahu sejak kaum Nuh asik mancing diatas perahu raksasanya, bahwa kau telah menerima seorang lelaki bodoh, egois, labil, (sedikit) sukar dipercaya, dan sulit mengatur uang, adakah syarat seorang pendamping yang baik padaku? Entahlah, karena saat ini aku lebih pusing memikirkan logika fungsi search yang efektif dan aman dengan php, ketimbang memikirkan seperti apa tampang dan kelakuanku saat ini. Tapi kuyakini kau tak rugi sepenuhnya, bahwa kamu tak tidak rugi ‘bertemu’ aku, karena aku ingin mengatasi jarak yang selama ini kutakuti, aku ingin belajar menyayangimu dengan baik, menghancurkan apa yang terlalu tinggi dalam diri, aku ingin terus mengenal diri ini agar ia bisa memperlakukanmu lebih baik lagi, dan beberapa hal yang tak mungkin disebut disini hehehehe….
Tapi sayangku, nampaknya harus ada yang kau tambah pada catatanmu, cukup sebuah notes kecil di pojok bawah: Aku pun takut. Mengenai angin yang menghembusi kita, mengenai awal bertolaknya pelayaran kita, dan tentu, arah-pelayaran kita. Tapi juga, seperti yang telah dibicarakan, ketakutan bukanlah alasan yang kuat untuk tidak mencoba dan berjuang bukan? ๐
Catatlah, bila capai tanganmu, tuilskan sekali dan bacakan dalam infinit loop bahwa: “up time kerinduanku mampu bersaing dengan up time-nya google, rasa sayangku padamu memang (tidak boleh) melebihi sayangku pada Nabi, engkong, ayah dan ibuku, tapi diantara rasa sayang terhadap lawan-jenis, sayangku padamu menempati POSISI TERATAS. Dan bacakanlah dengan sayang dan syahdu, lelakimu punya ketakutan kecil di lubuk hatinya.
Lumatlah aku, lumatkan dalam pelukmu.
Tak pelak wajah dan sikap yang menyebalkan dariku membayang pada wajah orang-orang saat ini. Kesadaran seperti batu menimpa kepala, saya telan sikap-sikap itu, sembari meminta maaf sebisanya dalam hati kepada mereka yang pernah kuperlakukan demikian.
Maafkan,…
Aku tak akan bertemu denganmu dan membicarakan hal itu, jika itu menimbulkan keangkuhan pada jiwa. Kekerdilan mungkin menjebak lidahku tempo hari, sehingga ada yang terjatuh tanpa kutahu -entah, terdengar seperti vas bunga kesayanganmu-. Tidak sayang, manisku, seseorang yang kucintai potensinya, aku tak ingin bertemu denganmu dalam keadaan bodoh itu, -kasarnya dalam kebodohan totalku akan kata-kata, dalam istilah-istilah omong-kosong yang kulontarkan-.
Aku tak ingin bertemu, membicarakan itu, dan menjadi konyol -entah kau atau aku-.
Mendongkel ‘kebenaran’ yang telah bercokol dikepala, menyakitkan. Buka terus referensi, bandingkan terus variabel yang membingungkan itu, cari pada kamus A, tengok pada ensiklopedi C, tanya ‘penganutnya’ -jangan lupa, kosongkan gelasmu dulu. Keadaan ‘antara’ adalah kondisi ideal dalam bertanya. Nol-kan kembali diri, anggap saja tidak tahu, anggap saja belum banyak diperbuat.
Jangan lupa kau punya pagar, seperti fungsi yang meggelinding kesana-kemari dan tetap murni -tanpa melupakan kebenaran variabel yang diolah.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un
Pada hari minggu, malam senin kemarin (tanggal 30 Januari 2005) telah berpulang ke rahmatullah, ayahanda teman kita Rizki Panjaitan (Muthahhari ank 7).
Dan pada hari ini gue, imud, ritchie, uswah, Kang Imonk, baru ngelawat kerumahnya. Alhamdulillah si Iki udah bisa nerima kepulangan ayahandanya. Semoga amal-ibadah Ayahandanya diterima disisi Allah dan diampuni dosa-dosanya. Dan tentu semoga keluarga yang ditinggalkan dikasih kekuatan dan ketabahan. Amien.
Dan setelah sekian tahun miss-information soal keadaan si Iki, gue sendiri kagum ngeliat Iki yang sekarang, jauh beda, nggg pokona mah kitu weh! Berjuang terus Ki, semoga kecapai semua tujuan lo itu! Dia juga nitip salam buat semua anak Muthahhari ank 7 dan juga guru-gurunya.
Salut kawan! Salut!
Sialan! pemahaman itu mahal, tak jarang makan waktu lama. Saya tak mengerti seberapa berharganya dia hingga begitu mahal. Seperti pada saat kita seharusnya dapat melakukan beberapa hal yang telah kita bisa, kita justru sibuk mendalami yang belum kita kuasai, penasaran akannya, terus membuntutinya hingga kita berujar “Oh!”. Dan tepat saat kata Oh itu keluar, (hanya satu oh!), seharusnya kita sudah bisa menyelesaikan tiga-lima perkara (yang telah kita kuasai).
Jadi layakkah dia dikejar?