Category Archives: Blog

Siksaan Tukang Main Cinta

Yap, tambah lagi seri tulisan memuakkan tentang cinta....


No play...

No play...

"Lo jangan suka maenin perasaan perempuan", ujar Bang Jack.
"Emang kenapa?", tanya Barong.
"Entar lo dimaenin sama perasaan lo sendiri"
"Kapan?",tanya Barong lagi.
"Setiap saat." jawab Bang Jack.

Itulah sepenggal dialog yang gue kutip dari sinetron Para Pencari Tuhan. Ketika tokoh Bang Jack ditanya kenapa, gue penasaran sama jawabannya, masa iya sih dia bakal jawab kayak jawaban ABG kebanyakan; ‘entar lo balik dimaenin orang’, ato ‘entar adek/kakak perempuan lo dimaenin orang’. Ternyata jawabannya sangat bijak dan mengena “Entar lo dimaenin sama perasaan lo sendiri“. Sejauh yang gue tau, itu jawaban yang paling mengena.

jumpalitanIzinkan gue bercerita, tapi harap ceritera ini jangan disalah-artikan :P, dan gue menceritakan ini tidak dalam konteks bangga. Gue pribadi pernah mendua-kan wanita, berkomitmen dengan orang lain, dalam kondisi udah lebih dulu berkomitmen dengan yang lain. Kedengerannya enak, asik, dan cihuy, padahal rasanya tepat seperti jawaban tokoh Bang Jack tadi, gak habis-habisnya gue dipermainkan perasaan gue sendiri. Ketika bersama si A, terpikirlah dikepala ini si B, pergilah bersama si B, si A masih berputar di kepala. Batin tercabik-cabik, hati rasa terbelah-belah. Bahkan kebaikan pun terasa seperti siksaan. Ketika si A berbuat sesuatu yang tulus dan baik untuk gue, duh yang terasa harusnya senang dan haru, ini malah rasanya dada kayak di remes-remes oleh rasa bersalah. Pikiran berputar-putar; harus gimana-harus gimana, siang malam kepikiran bolak balik. Ketika kita bersama seseorang tapi yang kepikiran orang lain, bukankah itu siksaan?!

Dan juga jawaban yang gue bilang jawaban anak ABG itu sangat berbau ‘hukum karma’, yang mana di Islam setau gue tidak mengenal hal tersebut. Di Islam lebih langsung, siapa yang berbuat dia yang bakal menangguk sendiri akibatnya. Sebagaimana difirmankan Allah dalam Qur’an, surah Al-Zalzalah ayat 7-8:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”**

**Note, terjemahan disalin dari buku tafsir ‘Al-Qur’an dan Terjemahannya’, terbitan 18 Mei 1998

Keperawanan Cinta

Yap, seri tulisan memuakkan tentang cinta berlanjut…

Keper...

Keper...

Gue suka denger ungkapan, biar bagaimana pun cinta itu dasarnya murni, jangan tanya gue soal data statistik berapa orang yang ngomong begitu, jujur gue gak tau. Tapi dari beberapa diskusi yang lalu-lalu (bahkan yang dulu banget), udah sering rasanya kuping ini denger pernyataan itu. Lantas bisakah sesuatu yang murni itu rusak? Tentu bisa, susu murni pun ketika udah diaduk-aduk sama bahan laen, udah bukan susu murni lagi. Dia bisa tetep (mendekati) murni dengan cara perlakuan tertentu, gak bisa sembarangan. Pertama kali gue ngerasain susu murni, pueh, rasanya hambar, gue pun dengan sok tahu menambahkan gula ke dalam nya, berapa banyak pun tetep aja rasanya begitu, dan baru gue dikasih tau, bukan gitu caranya mbikin susu murni jadi manis. 

Cara, itulah hal yang kadang terlewat oleh kita. Niat baik, disampaikan dengan cara yang tidak baik, maka rusaklah kandungan baiknya itu. Anda memberi kepada orang, tapi diiringi hinaan, rusaklah nilai pemberian itu. Anda ingin mendemo DPR/MPR demi menyampaikan aspirasi, tapi dengan cara membakar gedung bulus itu, maka rusaklah maksud anda semula, belum lagi reaksi yang didapat atas tindakan tersebut tentu sangat lain. Demi beramal membangun rumah ibadah, anda merampok bank. 

Segala sesuatu di dunia ini dapat disampaikan dengan berbagai macam cara. Bisa dengan bahasa lisan, bahasa tubuh, simbol-simbol, atau rangkaian tindakan. Untuk menjaga kemurnian kandungan cinta, maka cara menyalurkan/menyampaikannya pun harus terjaga. Susu murni dicampur macem-macem aja udah lain jadinya, apalagi susu murni dicampur telur busuk??? Bagaimana jika Anda mengatakan mencintai seseorang tapi dengan ‘merusak’ orang yang Anda cintai tersebut? Entah tubuhnya, kehormatannya, waktunya, mental-nya, itu semua demi ego ‘penyaluran rasa cinta’ Anda sendiri? Bagaimana jika anda mengungkapkannya dengan kekerasan, pemaksaan, menipu? Apakah masih tetap sama nilai cinta yang anda bawa itu?
 

purity

purity

Dementor di Kehidupan Nyata

Srupuuut

Srupuuut

 

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah… 

“Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself…soul-less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.” [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa. 

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan “BOSS”. 

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?
Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik. 

Kenali Dementor sejak dini
Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya. 

Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya ‘seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop dengan curhatan-curhatannya. 

Contoh:
“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang
“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias
“Sony Ericsson, kalo nggak salah”
“SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya… blablabla… mana harga jualnya cepet jatuh… blablabla… mau beli lagi nggak ada duit… blablabla… apa-apa sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik…”
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: ngedrop. 

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya. 

Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya. 

Contoh:
“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya… udah gitu keliatannya baik, lagi.”
“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho…”
“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu.”
“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan?”
“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang Dementor merusak suasana.  

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan. 

Contoh:
“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu…”
“Oh…”
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?”
“Ehm… tapi…”
“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak…”
“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?”

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain. 

Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan. 

Contoh:
“Gue mau coba bisnis baru nih!”
“Bisnis apa?”
“Jualan baju anak-anak”
“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?”
“…tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!”
“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!”
“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho…”
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang…”
dst dst dst. 

Kiat menghadapi Dementor
Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli permen ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular! 

Checklist Dementor
Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
  • Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
  • Gue nggak tau gue ingin jadi apa
  • Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
  • Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
  • Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
  • Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
  • Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang
  • Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
  • Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
  • Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
  • Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
  • Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
  • “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia. Padahal  sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?

Note: Seluruh ini posting ‘dementor’ ini gue copy-paste dari email, hihihihihi

First Time When Online

LOGO2.0 part IInternet, memang bikin keranjingan, terutama bagi diri gue pribadi. Semenjak mendapat kesempatan untuk bisa online di kamar sendiri (waktu itu di kostan), pada masa taun 2004 awal. Waktu itu bisa online karena Indosat Matrix lagi ngadain paket gprs flat Rp. 25.000 /bulan, dengan quota unlimited. Itu pun kalo gak salah tidak bisa bebas daftarnya, makanya gue daftar lewat Aves yang masih kuliah di Binus. Semenjak itu, hampir setiap waktu melek gue dihabiskan dengan online. Ya gimana gak lama, wong speednya memang luammmaa banget. Saat itu sebagian teman SMA gue lebih beruntung mendapatkan koneksi lebih cepet lagi. Tapi gue bersukur pertama dapet kesempatan online 24 jam dengan koneksi lemot, setidaknya gue jadi ‘sadar-bandwith’ sewaktu membuat website.

Sampai saat ini, gue masih keranjingan online, bahkan pada saat nggak tau mau ngapain online, tetep aja gue online. Pasangan standar gue adalah, Sam (laptop) bersama charger, dan modem GSM di dalem tas. Itu selalu gue bawa kemana-mana, ke kampus, toko, rumah. Sampe rata-rata orang yang kenal gue semuanya komentar, di rumah bini gue bilang; “Ke kampus ngapain bawa laptop, gak bakal dipake kan?”, gue jawab “siapa tahu?”. Temen kampus macam Anggi, Baim, Vino selalu bilang, “ngapain lo bawa tas berat-berat kayak gitu, isinya apaan aja sih?” Lo orang bisa baca postingan Soraiman tentang efek positip negatip internet ;  Internet dan Dampaknya, Pencegahan Dampak Negatif Internet.

Hal yang paling pertama gue buka adalah email Gmail. Dari sini biasanya banyak kejutan-kejutan. Anak-anak milis Lontrong ataupun versi X-nya suka berantem gak jelas atau forward-forward hoax dan lain-lain. Dari Forum Pembaca Kompas, tentu saja ada berita dan diskusi yang lebih mendalam, tidak sedikit tokoh nasional yang aktif di milis tersebut. Lumayan banyak juga milis yang gue ikutin sampe yang udah gak begitu gue perluin masih juga gue ikutin (tapi kayaknya setelah posting ini, mau gue stop deh). Bete juga sebenernya baca email dari milis, reminder ato notification dari situs-situs (apalagi tagihan hosting), karena itu ditujukannya ke orang banyak, bukan ke kita personal. Maka alangkah senangnya kalo mendadak ada email yang masuk ditujukan buat gue. Biasanya yang suka kirim kayak gitu tuh si Aves, kerjaan sih biasanya, Anggi, mulai dari yang lucu sampe yang bikin enek, Adit, terakhir kirim lagu, Ritchi, gak jelas, Anes, nanya mazhab, Fahdi, kabar-kabar temen sma ato hal aneh baru di internet. Duh kok gue jadi nyeritain inboks gue yah, okeh lupain aja semua omongan gue tadi ya :D.

Email

  1. – Gmail.com saja lah, lebih simpel. Daripada Yahoo! Ribet, rame banget, kayaknya mo buka email aja orang sekampung ikut-ikutan. Tapi Yahoo! tetep penting, buat YM an 😀

Search Engine

  1. Pake keluarga google juga, baik data maupun image.
  2. Sesekali pake wikipedia. 

Blog

  1. Gue pasti tengok blog gue, blog Anes, blog Aves, blog Rai, blog Fahdi, blog Nazla, blog Agung, blog Resa, blog Shintiya, blog Imdad, blog bukuMerah,

Download Komik

  1. Biasanya ke http://anip.homeunix.org/manga , tapi cara downloadnya kurang enak.
  2. Dapet dari Rai http://galanime.com Lumayan, asik downloadnya, bisa per chapter maupun per volume langsung. 

Download mp3, video, aplikasi

  1. www.fileshunt.com. Ini salah satu situs dari sekian situs serupa yang mengklaim dirinya sebagai search engine-nya rapidshare. Ya lo pada tau kan, apa aja juga ada di jeroan nya Rapidshare ;))
  2. Video, hehehehehe mending ke youtube aja lah. Buat download nya, kalo pake firefox, bisa pake plugin unPlug, tapi ada cara yang menurut gue lebih nyaman lagi, pake download manager Free Download Manager, doi mampu download video dari banyak situs, bisa langsung dikonvert pula. Aslinya emang download manager, tapi kemampuannya banyak tuh.
  3. Downloads.com. Tempat download aplikasi yang cukup handal dan terpercaya. Karena gue pernah download satu aplikasi yang sama di dua tempat berbeda, hasilnya yang di tucows.com mengandung spyware dan yang di download.com bersih 😀
  4. SourceForge.net. Ini nih markasnya aplikasi openSource 😀
Jejaring Sosial
  1. Facebook. Sekarang sih cuma akses kalo ada friend request ajah, tadinya sering maen game disitu. Tapi sekarang males, udah jadi ribet.
  2. Friendster. Sekarang cuma akses kalo ada nofigication ada testi ato mesej ato friend baru.
Hiburan
  1. 21Cineplex.com. Hihihihihi buat yang suka nonton, kayaknya ada bagusnya tengok dulu ke situs ini sebelum berangkat ke studio yang di tuju.
Ya dan lain-lain dah. I’ll keep it updated insyaallah 😀

Beban Pengetahuan

Crazzyyyy

Crazzyyyy

Menjadi pintar, penuh dengan ilmu dan pengetahuan, siapa yang nggak pingin? Yang terbayang dibenak gue ketika memandang orang yang penuh pengetahuan adalah mendongak ke atas, menatap dengan takjub, kagum, dan hormat. Dan gue akan makin takjub, kagum, dan hormat ketika bertemu orang penuh pengetahuan yang terus berusaha menyejajarkan posisinya dengan siapapun yang dia temui. Itu semua adalah cita-cita banyak orang, dan gue pribadi terus berusaha mengasah rasa curiousity itu agar semakin tajam dan berguna.

Dulu waktu masih duduk di bangku smp, gue pernah bertanya ke bokap apa gunanya bagi gue -yang masih sekolah dan biaya hidup masih ditanggung- melaksanakan shalat dhuha, yang jelas-jelas doanya berisi permintaan rizki. Bokap gue tersenyum dan menjawab bijak yang redaksi nya kurang lebih begini: “Jangan terlalu sempit mengartikan rizki Tuhan, semuanya tentu disesuaikan dengan kebutuhan si pendoa. Buat kamu yang masih dalam proses menuntut ilmu, tentu Tuhan akan memberikan rizki dalam takaranmu, yaitu ilmu.”

Setelah itu gue terus berdoa dan berusaha supaya ilmu di kepala ini terus bertambah. Sampai tibalah gue pada suatu titik, menemukan suatu ungkapan (gue lupa, apa ini hadits atau perkataan ulama), bahwa orang yang tahu dan tetap melanggar, salahnya (dosanya) dua kali lipat dari orang yang nggak tahu. Dari situ, ada semacam penolakan dan keengganan dari dalam diri gue untuk tahu terlalu banyak, takut dilaknat sama ilmu itu sendiri….. Sebab gue tahu betul bahwa gue belum sanggup mengamalkan semua pengetahuan yang masuk ke kepala gue. Ini terutama dalam hal ilmu agama. Allah berfirman; Yarfa’illahullaziina aamanuu minkum wallaziina uutul ‘ilma darojaat. Artinya “allah akan meninggikan derajat orang-orang diantara kamu yang beriman dan menuntut ilmu.” Ampuun, ampun, ampun, kalau ilmu sendiri masih dikhianati, berarti hilanglah manfaat ilmu itu, bagaimana bisa jadi orang yang dipercaya kalo begitu? Coba aja liat, kalau ada anak kecil jalan-jalan sama orang yang lebih dewasa, terus anak itu celaka atau berbuat sesuatu yang berakibat celaka, pasti yang disalahin adalah orang dewasa itu, karena dia dianggap lebih tahu dari si anak kecil dan seharusnya bisa menjaga anak itu dari perbuatan yang tidak diketahuinya bisa membawa celaka.

Tapi segera gue sadari lagi, bahwa keistimewaan dan kemewahan kesempatan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang boleh disia-siakan. Tuntutan tambahan bagi orang-orang yang berilmu itu, justru menjadi satu sistem tersendiri yang memastikan ‘keistimewaan’ dan semacam fit and proper test sebelum mereka masuk menjadi orang-orang yang diangkat derajatnya. Daripada gue jadi orang yang rugi karena merasa masih brengsek terus jadi berenti menambah pengetahuan ke kepala, lebih baik gue memilih tetap terus menimba ilmu dan berusaha sedikit demi sedikit memperbaiki perbuatan. Soal ini malah gue dapet pertanyaan menarik dari seorang temen waktu acara buka bersama dua tahun yang lalu. Redaksinya kurang lebih begini: “boleh gak kita tidak menuruti rasa ingin tahu kita soal ilmu agama?”, gue ngerti maksudnya, biar dia tidak mendapat kewajiban menjalankan hal tersebut.

Saat ini, ketika jaman informasi semakin mudah, mungkin seharusnya kita makin soleh ya? Ato karena informasi semakin mudah, hal-hal tersebut makin jadi biasa dan bisa ditinggalin dengan mudah? Saat ini gue bertanya lagi, kapan mau serius benahin diri?

Bicara Cinta

Cinta dan Taik        

 

 

 

 

 

 

 

 

Cinta dan Taik

Baru saja ngobrol-ngobrol panjang dengan teman gue Vino (Beep) dan Anggi, pusat perhatian pada pertemuan itu adalah Vino beliau sedang mengalami patah hati berat, yah seperti apapun bentuknya, yang namanya patah hati itu berat. Gue dan Anggi ngedengerin ceritanya, kita simak kisahnya. Sebagian orang mungkin bakal mencibir dengan mengatakan; “Cuma begitu aja, berlebihan banget.” Ya mungkin mereka lupa seperti apa rasanya ada diposisi Vino. Atau mereka belum pernah ngerasain, atau mereka pernah ngerasain dan sadar bahwa hal seperti itu remeh saja. Atau seperti yang terjadi pada kebanyakan orang; Cuma mau mengerti maunya sendiri, tanpa peduli maunya orang. Kalo kata Fredy Mercury “Because you don’t know what it’s mean to me..” Bagi para pendengar yang Cuma ngedenger kilasan ceritanya aja, mungkin kisah dia gak banyak berarti, atau gak berarti apapun. Tapi bagi si Vino yang hidup langsung didalam cerita itu, beda lagi rasanya.

Gue masuk ke dalam ‘adegan patah hati’ nya Vino mungkin sudah pada minggu kesekian, istilahnya penyakit, stadium nya udah berubah. Sekarang dia berkata; “Cinta itu gak ada”, mungkin kedengerannya konyol tapi ya itu yang lagi dirasain. Mungkin banget pernyataannya berubah dalam beberapa hari ke depan (barusan aja gue sms udah ada tambahannya ‘cinta itu gak ada, tapi indah’) hahahahahaha.

Ok back to the topic, ketika dia bilang begitu, tiba-tiba gue jadi mikir sendiri apa arti cinta menurut gue? Aaaa… Nggggg…. Ummmm…. Celingak-celinguk,…… Gue gak bisa nemuin apa pun. Bagi gue, cinta itu kompleks, rumit, njlimet, ruwet. Gue sadar bakal banyak yang membantah omongan gue itu, dan gue yakin banyak orang yang bisa mengatakan definisi cinta dalam ungkapan yang ringkas, bahkan nggak sedikit yang bakal berenti baca tulisan ini ditengah-tengah karena muak ngebahas cinta dalam ungkapan bahasa, huehehehehehehe. Cinta itu seperti energi yang terus mengalir, alirannya bisa memangun juga bisa merusak. Dan sebagaimana energi, dia tidak dihancurkan atau dimusnahkan, hanya bisa berubah ke bentuk yang lain. Energi orang yang jatuh cinta dengan yang patah hati, sama besarnya, hanya beda bentuk dan aromanya. Orang yang jatuh cinta, mampu berbuat apa saja demi rasa cintanya itu, semuanya dilakukan dengan senang dan rela, orang yang patah hati mampu berbuat apa saja, demi mengungkapkan kesedihannya, biasanya dilakukan dengan murung dan destruktif. Rasa cinta dan patah hati adalah dua muka pada satu koin yang sama.

Gue bilang cinta itu ruwet, karena memang ruwet. Ngobrol ngalor ngidul, nyari solusi untuk melepaskan orang itu dari cengkraman muram, tapi tetep aja, cara apa pun masih nggak bisa nembus dinding kesedihan yang meliputi hati orang yang patah hati itu. Logika udah dipake, kemungkinan terus dicari, tapi ketika ujung-ujungnya soal cinta, siapa pun jadi tak terbantahkan, dengan logika paling sederhana sekalipun.

Pengen rasanya bilang, kalau mau tahu cinta, menikahlah, coba lihat disana seperti apa jadinya pendar-pendar cinta yang lo rasakan sekarang ini. Ketika cinta semakin masuk ke dalam tahap yang lebih serius dan menuntut komitmen yang lebih, pencurahan pikiran, raga dan waktu. Gue belum lama menikah, dan masih gagap mengeja cinta ke dalam keseharian, masih banyak rasanya batas-batas yang gue langgar. Gue berkata ke Anggi; “Kalau mau tahu definisi cinta, coba tanya sama ibumu, lihat apa jawabannya.” Gue menantang dia untuk bertanya sekaligus gue pun ingin tahu apa jawabannya (soalnya nyokapnya lebih trendi daripada anaknya). Sebab tidak mungkin rasanya gue nanya hal itu ke ibu gue sendiri, rasanya orang tua gue bukan orang yang suka menjelaskan panjang lebar tentang hal-hal seperti itu, akan lebih mudah bertanya tentang hal-hal praktis kepada mereka. Dan tanpa bertanya pun gue udah melihat betapa cinta telah mewujud dalam kerja dan laku sehari-hari mereka, dalam diri mereka cinta sudah melampaui batas definisi dan arti, cinta telah menjadi dirinya yang seutuhnya. Tapi gue gak ungkapin hal itu, Cuma senyum aja membiarkan Vino menikmati definisinya sendiri.

Coba baca salah satu puisi lama Vino yang mengena pada kondisi dia sekarang Aku, Dia dan Hilang.

Sampai akhir pertemuan, pikiran gue gak bisa jelas membayangkan soal cinta, rasanya mendadak penuh kepala ini. Di kafe tempat kita ngobrol itu, tak habisnya mengalun lagu-lagu penyayat hati, terbayang sepintas; cinta itu egois.

Antrian Bank

Setelah parkir motor kemudian gue jalan ke pintu masuk yang terbuat dari kaca bening 8 mm itu. Seorang satpam ngebukain pintu dan nyapa “Selamat siang”, gue bales dengan senyuman. Selepas dari itu gue nengok ke tengah ruangan, “SHIT, antriannya panjang…” sekumpulan orang-orang berbaris berkelok-kelok kayak lagi maen uler-uleran. Gue pandangin lambang yang ada di belakang meja teller; Bank Mandiri, satu pertanyaan mencuat di kepala “kenapa mesti antri model begini?”

Sebelumnya gue beberapa kali nyairin cek di Bank BRI, disana enak, pake nomer, kita tinggal duduk manis tunggu di panggil. Ini sih udah ngantri panjang, pas giliran ada yang salah sama form yang kita isi harus ulang lagi. Malah tadi gue liat ada ibu-ibu yang sepertinya gak ngerti bahwa untuk transfer uang itu mesti ngisi slip transfer dulu, dia udah ngantri berdiri selama 40 menit an, pas sampe teller Cuma dibilang, “maaf ibu, harus isi slip dulu”, dan si ibu itu Cuma bisa pergi sambil wajahnya gak jelas gitu lah (matanya bengong mulutnya nyengir sambil megangin duit, gak jelas kan). Ngeliat kejadian itu gue coba berpikir, kenapa kejadian itu gak bisa dicegah? Tapi satpam juga gak mungkin tahu tingkat pengetahuan dan kesiapan semua nasabah, teller apalagi, mereka sibuk memastikan uang keluar dan masuk dalam jumlah yang benar, nasabah yang laen, pasti gak enak lah mau nanya-nanya ato ngasih tau, semua sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri (atau ada yang sama mengumpat-ngumpat seperti gue  ihihihihi). Jadi salah si ibunya? Yah Cuma Tuhan yang tahu bener mana yang salah. Tapi coba tipe antriannya gak kayak gini, kan gak terlalu kasihan banget tuh ibu-ibu.

Gue coba untuk ngitung-ngitung besaran ruang yang dibutuhkan antara orang duduk dengan mengantri, sepintas tentu besaran ruang orang duduk lebih besar ketimbang berdiri baris hampir rapet sampe kadang tangan gue nyenggol dompet bapak-bapak kumisan didepan gue dan jadi gak enak hati sendiri guenya (huuuffff tarik nafas…). Tapi gue liat Bank BNI cabang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetep bisa me-manaje ruang sedemikian rupa meski dengan model antrian duduk (yang mana lebih manusiawi rasanya).

Kepikiran, siapa ini desainer interior nya, kok dibuat nya begini model antriannya, apa mereka nggak mencoba ngasih alternatif layout dalam bentuk antrian duduk? Hummm, muncul pikiran laen di kepala, tapi kan ngedesain ruangan kantor pelayanan publik itu gak Cuma tergantung luasnya ruangan semata, tapi terutama berdasar pada sistem yang digunakan oleh kantor tersebut. Nah batal deh gue ngatain desainer interiornya, karena gak mungkin mereka ngarang-ngarang sendiri sistem antrian untuk bank itu. Naaaah, berarti banknya dong? Kemungkinan besar begitu, tapi segera timbul pertanyaan lagi, “pasti ada alasan kenapa Bank Mandiri menggunakan antrian model berdiri seperti tahanan penjara antri ransum makan itu. Apakah untuk menghambat laju nasabah? Ah gak juga deh, mau berdiri atau duduk itu kan tergantung dari kecepatan pelayanan Teller nya. Ato supaya kalo ada yang mau ngerampok jadi ribet gitu, desek-desekan??? AAAAAHHHHHHH GAK NGERTI GUE!!

Tanpa terasa, di tengah kesibukan pikiran gue, sampailah giliran gue untuk dilayani. Sampe ke depan teller, kasih cek, KTP, tanda tangan……. Teller yang manis itu berkata, “maaf pak Subhan, penanda tangan cek nya kurang satu orang (bokap gue)” DUANG!!  Gue tengok stopwatch di hp, 40 menit telah berlalu dari awal ngantri tadi. Rasanya, pengeeeeeen banget ketemu sama orang yang mencetuskan ide ngantri berdiri di bank ini, minimal tau lah kalo pulang lewat mana,….. Brengsek!

Dalam Sehari, Seminggu, Setahun…

lightMungkin agak terlambat untuk berbicara fenomena sosial yang terjadi ditengah bulan suci Ramadhan saat ini, tapi ya daripada nggak. Di minggu-minggu awal puasa, gue tidak seperti biasa salat zuhur tepat pada waktu nya di masjid kampus, ramai sekali saya lihat. Gue wudhu, dan naik ke tingkat 2 masjid, subhanallah ruame, ditiap sudut banyak orang yang baca qur’an, entah itu mahasiswa atau dosen atau karyawan. Ada juga orang-orang yang cuma tidur-tiduran atau kumpul sambil ngobrol, ada juga yang lagi asyik maenin laptop. Perhatian gue lebih tertarik kepada orang-orang yang ngaji (baik pake qur’an kecil atopun hp). Sempat tersirat pikiran kurang baek dikepala gue, “selaen bulan puasa ‘pada kemana’ lo?.” Tapi gue buru-buru meralat pikiran tersebut karena jelas amalan mereka pada siang itu lebih bermanfaat bagi ibadah puasa ketimbang gue yang lebih memilih nongkrong di fakultas bareng temen-temen, sambil kadang ngomong dan ngeliat yang nggak-nggak.

Dari sana, pikiran saya memburai lebih jauh. Alangkah eloknya komposisi kehidupan yang dibeikan Tuhan yang Maha Agung bagi umat muslim. Kerja-istirahat-kerja-istirahat-begitu seterusnya. Pada setiap bilangan waktu, Tuhan memberikan waktu-waktu istirahat, yang sedianya menjadi oase bagi jiwa dan raga untuk kembali menyeruput energi kehidupan, mengisi kembali kekosongan-kekosongan batin, dan me-reset kadar kejenuhan tubuh. Istirahat yang gue maksud disini adalah ibadah, restore point bagi manusia.

Dalam Sehari
Coba kita lihat, dalam satu hari, Tuhan memberikan titik-titik istirahat dalam lima waktu shalat. Dikatakan oleh Nabi yang mulia bahwa “shalat itu adalah tiang agama”. Agama menggiring manusia ke jalan Tuhan, berisi ajaran-ajaran dan tuntunan dari Pencipta Segala bagi manusia dalam menghadapi kehidupan. Sesuai dengan sabda Nabi tadi, berarti dalam sehari manusia diberikan lima titik untuk menguatkan bangunan agamanya, dalam kata lain; kehidupannya.

Dalam Seminggu
Dalam seminggu diberikan sayyidul ayyaam, penghulu dari hari-hari, yaitu hari jum’at. Ummat muslim terutama para kepala keluarga diberikan slot ibadah khusus yang diadakan didalamnya ceramah yang menjadi siraman penyegar jiwa setelah 6 hari diterpa masalah-masalah. Tuhan tahu bahwa manusia itu pelupa, kalo sudah menuruti ragawinya, rohaninya sering lupa diberi makan.

Dalam Setahun
Dan dalam setahun, kaum mukmin diberikan anugerah restore point yang rentang waktunya panjang, satu bulan penuh, dan perhitungan segala amal didalam bulan itu mutlak berada di tangan Nya. Kita diberikan kesempatan untuk ‘cuci gudang’ semua dosa-dosa sambil melipatgandakan catatan baik di buku rapornya. Anugerah itu pun masih ditambah lagi dengan latihan, tirakat, melawan musuh berat sepanjang masa; diri kita sendiri. Kaum mukmin seolah dimasukkan ke kawah candradimuka, dengan tujuan, selepas dari sana kualitas diri kita menjadi semakin ciamik dan yahud (tanpa ‘i’), dunia akherat. Dan ini terjadi pada setiap tahun sepanjang usia hidup efektif seseorang (efektif disini maksudnya sesudah akil baligh), kita diberikan kesempatan meng-upgrade kualitas pribadi kita dari tahun ke tahun, mengiringi pendewasaan diri kita.

Tuhan mengetahui dan sangat mengetahui hakikat dan sifat-sifat dasar manusia, dan sistem dalam Islam yang Dia turunkan terlihat dirancang sedemikian rupa untuk membantu manusia meraih potensi tertingginya, baik dalam urusan duniawi maupun akhirat. Dan ya Tuhan, ternyata pada Ramadhan ini, masih bobrok juga bangunan diri hamba…

10 fakta tentang gue

Dapet Pe eR dari Re buat nerusin ‘mlm’nya blog inih:

10 facts aboutme :

1. Kelas 1 SMA gue adalah die hard suporter buat masalah anti-rokok, tepat naek kelas 2 SMA gue jadi die hard perokok berat.

2. Gue belum juga selesai kuliah 🙁

3. Gue kadang suka males dateng ke tempat baru sendirian, bingung parkir motornya dimana.

4. Istri gue dah hamil 8 bulan, insyaalah anak gue cowok.

5. Gue punya ‘temen segala cuaca’ dari SD namanya Aves, gak selamanya nyebelin dan gak selamanya menyenangkan hahahahahahahaha (peace kawan :D)

6. Gue ngisi 10 poin ini sambil nyontek2 ke Re.

7. GUe konek internet pake TelkomselFlash, jadi bisa konek dimana saja.

8. Gue suka maen game, sekalinya maen susah berenti. Makanya sekarang bertahan untuk nggak maen (abis suka ada yang cemberut di rumah).

9. Gue terkenal suka telat, meski begitu, gue tetep berusaha untuk nggak telat.

10. Yang mau ngorder furniture, silahkan kontak gue.

 

Selanjutnya gue oper ke Fahdi saja lah 😀