Suede โ€“ Keriangan Sebuah Ruang Personal

“And oh if you stay I’ll chase the rainblown fields away
We’ll shine like the morning and sin in the sun
Oh if you stay
We’ll be the wild ones, running with the dogs today”

Sepotong lirik dari lagu “The Wild One” milik suede bergema. Vokal yang sedikit diberi efek echo, berkesan seperti tepisah dari musik yang mengiringinya, melodi gitar seperti bermain sendirian, hanya sesekali bergabung dengan instrumen lainnya bersama-sama. Musik yang soliter, itulah suede bagi saya. Seolah vokalis bernyanyi di kutub, gitaris di jakarta, drummer di singapur, basis di london, dan semuanya bermain bersamaan, sedangkan saya sebagai pendengar ada di luar angkasa, di atas atmosfir yang menggaungkan musik mereka.

Lagu-lagu Suede sebagian besar bernada kelam (terkecuali album terakhirnya; A New Morning), namun masih terlalu manis untuk dikatakan sebagai lagu gothic. Ada rasa senang yang aneh dan terasing menyelinap ketika mendengarkan koleksi lagu mereka. Begitu lagu diputar, saya selalu terkondisi untuk berada di sudut ruang gelap, sebuah kubus, sebuah kubus personal yang di sana berisi semua kesenangan dan kesendirian saya. Kubus yang melayang-layang dalam dimensi jauh. Seperti berada di ‘ruang antara’.

“Oh, jumble sale mums, what are they on?
Kids just sit hanging round the street
And they’ve got somebody else’s clothes on
Jumble sale dads, boil in the bag
Says some things that I can’t repeat, and he swears…
Oh, this ain’t the highlife”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

23 − 17 =