Kemarin gw sempet bercerita kepada seorang teman tentang kompleksitas sistem akuarium laut. Tentang bagaimana kami para hobiis berusaha mati-matian membuat tiruan ekosistem laut dalam kotak kaca. Komentar beliau singkat aja, sambil nyengir dia bilang “hehe ‘playing God yah”.
Do I feel ofended by hearing that? Fortunately not. Karena menurut gw lumrah kalau manusia (sadar atau tidak) selalu ‘berusaha menjadi Tuhan’, karena Dia sendiri yang mewarisi sifat-sifat ilahiahNya kepada manusia. Tentu dalam porsi yang luar biasa kecil ๐
Haduh haduh… Dijejelin sama filosofi lagi..wahahaha
kalo matematika Ketuhanan kata Anes :
Jika perbandingan itu bisa dianggapkan suatu pembagian..(misal 4:1= 4/1)
Maka jika diasumsikan Tuhan itu adalah varibel [TakBerhingga] dan manusia itu adalah sebuah hal yang bisa di hitung{1,3,5 dsb}
maka rumus matematika ini adalah benar :
[Takberhingga]/1 = [Takberhingga]
Karena Tuhan dibandingkan/dibagi dengan apapun akan tetap dan tidak berkurang sedikitpun.
Dan Rumus Matematika ini juga benar :
[Takberhingga]/[TakBerhingga]= [TakTerdefinisi]
Karena tidak mungkin Tuhan dibandingkan dengan Tuhan, karena hanya ada satu Tuhan ๐
note : ini cuman rumus matematika sekolahan
Hehehe..
I’m not saying that we’re God or Gods.
Apa manusia bisa mencipta? bisa. Apa manusia bisa marah? bisa. Apa manusia bisa memaafkan? bisa. Tapi semuanya itu; terbatas.
Itulah tembok besar yang membedakan sifat-sifat ilahiah pada manusia dengan sifat-sifat Ilahiah pada Sumbernya.
Dan itu bukan filosofi, tapi fakta. Tapi gue edit sedikit tulisannya, dengan memberi tanda kutip di bagian ‘berusaha menjadi Tuhan’.
Waduh kok jadi salah paham kayanya ๐ ini sebenernya cuman cerita yang rada nyrempet2 dikit, gara2 abis nongkrong sama Anes…
Background cerita nya seperti yang lo ceritakan.. bahwa Faktanya kita itu adalah manifestasi dan ada kecendrungan untuk sama dengan sumber:)
Nah Batasan itu seperti angka berapapun dengan variabel tak terhingga, Berapapun itu; mau satu,sejuta, semilyar, sejuta milyar, kalo itu menjadi pembagi tak berhingga jadinya tak berhingga
Artinya mau Mencipta kaya apapun manusia, marah apapun manusia, tetap tidak akan mengurangi sifat2 Ilahiah, bahkan Berjuta manusia marah pun tak akan mengurangi Sifat Ilahiah. ini cuman beda pendekatan aja.
Pertanyaan gua yang belum kejawab sampe sekarang, Kalau ada variable [takTerhingga] dalam database, maka format datanya apa yah?
Pernah kepikiran gak?
Hehehe…